
Pramudya menghentikan mobilnya tepat di halaman rumahnya.Laki-laki itupun turun sambil membawa tas kerja juga beberapa berkas perusahaan yang harus di kerjakan nya di rumah.
Pintu pun terbuka dan dia melihat seseorang sedang berdiri membukakan pintu untuknya itu sambil tersenyum manis. Dengan langkah cepat dia pun menghampiri nya setelah membuka jas hitamnya dan di letakan di tangannya.
"Assalamualaikum ".salamnya.
" Waalaikumsalam".jawabnya sambil mencium tangan suaminya itu dengan takzim dan mengambil tas, berkas dan juga jas hitamnya yang berada di tangan suaminya.
Laki-laki itu pun menyerahkannya setelah mencium kening istrinya itu dengan lembut.
Arlita merasakan kebahagiaan saat suaminya mencium nya dan itu membuat jantungnya seketika berdebar-debar padahal ini bukan pertama kalinya baginya tapi entah mengapa dirinya masih saja merasakannya.
Keduanya pun masuk kedalam rumah.
"Kok sepi? Anak-anak pada kemana?tanyanya saat melihat keadaan rumah yang sepi tanpa mendengar suara anak-anak nya yang biasanya sedang bermain di ruangan keluarga.
"Anak-anak ada di taman belakang".
Arlita menaruh tas kerja dan beberapa berkas di ruangan kerja suaminya dan tak lama dia pun kembali mendekati suaminya yang kini sedang duduk di pantry.
Ibu muda itu membantu membukakan dasinya.
" Sudah selesai ".
" Makasih sayang ".
" Sama-sama.Mas mau aku buatkan kopi?
"Boleh".
" Mas mau makan sesuatu biar nanti biar sekalian aku siapkan".katanya sambil berjalan menuju kompor untuk memasak air buat bikin kopi.
"Boleh tau cemilan nya adanya apa?tanyanya sambil bangun dari duduknya dan menghampiri istrinya lalu memeluknya dari belakang.
" Mas".ucapnya dengan sedikit terkejut.
"Hem... ".balasnya sambil merebahkan kepalanya di pundak istrinya dan menciumnya.
__ADS_1
" Mas stop".
"Aku kangen sayang, sudah lama kita tidak seperti ini.Kamu terlalu fokus dengan anak-anak jadi perhatian kamu ke aku jadi berkurang".
Istrinya mengerutkan keningnya
" Mas cemburu?katanya sambil mematikan kompor karena airnya sudah matang.
"Iya".
"Mas mereka itu anak-anak kamu loh masa kamu cemburu sama anak kamu sendiri".katanya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya tanda tidak percaya kalau suaminya itu cemburu kepada anak-anak nya.
"Aku ingin nanti setelah kamu selesai wisuda kita honeymoon ya".rengeknya.
" Honeymoon?
"Iya dan hanya kita berdua. Aku mau kita bisa memiliki waktu bersama hanya berdua saja".
" Terus anak-anak di tinggal gitu?
"Ya begitulah. Anak-anak biar di titipkan ke Ibu atau Bunda".
" Berapa lama perginya?
"Tidak lama dua hari saja. Jadi mau ya?
" Nanti kita bicarakan lagi. Sekarang lebih baik Mas temuin Faiz seperti nya adikku itu sedang ada masalah."
"Baiklah tapi berikan aku ciuman dulu".
" Mas".
"Ayolah sayang hanya ciuman saja".
Akhirnya Ibu muda itupun langsung menyetujuinya dan dia pun mencium pipi suaminya.
" Sudahkan?
__ADS_1
"Belum sayang".
"Loh kok belum kan tadi aku sudah cium loh Mas".
" Aku maunya kamu ciumnya di sini".katanya sambil menunjuk ke arah bibirnya dan membuat wajah istrinya tersipu.
"Ayo cepat sayang keran semakin cepat kamu ciumnya maka aku akan lebih cepat berbicara sama Faiz."
Dengan sangat terpaksa akhirnya dia pun langsung mencium bibir suaminya dan pada saat itu juga tangannya suaminya langsung memegangi tengkuknya.
Arlita memukuli dada suaminya karena dia merasakan hampir kehabisan napas.
Napas keduanya pun terengah-engah.
"Mas mau bunuh aku?
" Tidak sayang kan kamu adalah cintanya Mas".
"Mas... Mas sekarang pintar sekali menggombal".
"Gombalan itu hanya untuk kamu seorang sayang tidak ada wanita lain selain kamu seorang".
" Wow aku jadi tersanjung Mas".
"Masa sih?
" Iya.Aku benar-benar tersanjung semua kata-kata manis membuat aku seakan terbang ke angkasa".
"Jangan terbang?
" kenapa?
"Karena aku tidak ingin jauh darimu, jadi jangan pernah pergi dariku".pintanya.
" Makasih suamiku".
"Sama-sama Istri ku".
__ADS_1
Dan Keduanya pun tertawa.
bersambung