Suamiku Adalah Cinta Pertamaku

Suamiku Adalah Cinta Pertamaku
119


__ADS_3

Arlita membuka pintu toilet dengan wajah sedikit kesal. Pramudya yang sedang berdiri tidak jauh darinya pun menghampirinya.


"Kenapa sayang?tanyanya sambil melihat ke arah istrinya tapi wanita yang telah menjadi istrinya itu masih terdiam dengan wajah sedikit kesal.


" Apa aku ada salah sama kamu sayang?


Istrinya masih saja terdiam dan membuat laki-laki itu sedikit frustasi karena istrinya masih mendiamkannya.


Laki-laki itu menjambak rambutnya dirinya kini benar-benar bingung karena sang istri yang terus saja mogok bicara kepadanya.


"Sayang kamu sebenarnya kenapa sih? Bilang sama aku? Jangan diam saja.Ayolah bicara sayang!


Arlita pun menyerahkan sebuah benda


" Ini,Alhamdulilah".ucapnya sedikit terkejut tapi laki-laki itu pun langsung memeluk wanita itu dengan erat.


"Aku bahagia sayang, terima kasih".ucapnya sambil mencium kening istrinya.


" Mas senang akhirnya rumah kita akan ramai".


"Tapi si kembar masih kecil Mas, umur mereka baru enam bulan".ucap Istrinya sedikit sedih.


" Ya mau gimana lagi kan Allah sudah memberikan kepercayaan untuk kita memiliki anak lagi jadi di syukuri saja".


"Mas sih kenapa ngga pengaman sih jadi aku kebobolan deh".


Laki-laki langsung menggenggam tangan istrinya.


"Ngga enak kalau pakai pengaman".ucapnya sambil nyengir.


" Ya tapi jadinya aku hamil lagi kan?Aku gagal kuliah lagi gara-gara aku hamil".ucapnya dengan nada sedikit kesal.

__ADS_1


Pramudya pun hanya bisa terdiam karena memang salahnya karena tidak memakai pengaman saat mereka berhubungan.


"Maaf sayang".


"Percuma Mas minta maaf semuanya sudah terjadi".


Lagi-lagi ucapan istrinya telah membungkamnya ya memang semua salahnya.


"Kita sarapan dulu ya sayang kasihan dede di dalam sini nanti kelaparan karena Mamahnya belum sarapan pagi".ucapnya mengalihkan pembicaraan.


Ucapan suaminya sejenak membuatnya tersadar.Lalu dia pun keluar sendirian dari dalam kamarnya dan membuat laki-laki itu menggelengkan kepalanya.


" Ada-ada saja tingkah si bumil".gumamnya dalam hati lalu mengikuti istrinya dari belakang.


Sampailah Ibu muda itu di meja makan dengan wajah sedikit cemberut dan membuat kedua mertuanya menjadi sedikit bingung tapi keduanya pun hanya terdiam sambil melihat sang menantu kesayangan memakan makanannya dengan sedikit terburu-buru dan tidak biasanya sang menantu tidak menyapa keduanya.


Pramudya pun sampai dan bergabung di meja makan untuk sarapan pagi.


" Pagi".jawabnya.


Arlita langsung bangun dari duduknya dan tanpa kata dirinya pun langsung pergi meninggalkan meja makan dan membuat suami dan kedua mertuanya bertanya-tanya


"Ada apa dengan Arlita".


"Sayang sarapan kamu belum habis".ucapnya tapi istrinya itu tidak mendengarkan nya dan terus saja berjalan menuju kamar si kembar yang kini di asuh oleh baby sisters.


Pramudya hanya bisa menarik napas pelan-pelan lalu menghembuskannya.


" Menantu Ayah kenapa?tanya Ayahnya.


"Kalian sedang bertengkar? tanyanya lagi.

__ADS_1


"Jawab pertanyaan Ayah mu Pram kenapa dengan menantu Bunda?


" Menantu Ayah Bunda sedang kesal sama aku".


Kedua orang tuanya pun mengerutkan keningnya.


"Kesal?Kesal kenapa? Kamu selingkuh? tanya Ayahnya dengan tatapan membunuh.


Pramudya hanya bisa menarik saliva nya saat mendengar perkataan Ayah barusan.


" Ayo katakan sama Ayah, apa yang telah kamu lakukan sampai istri mu marah seperti itu.Ayo cepat katakan!


"Arlita marah sama Pram karena! ucapan nya di gantung dan membuat kedua orang tuanya kembali menatap nya.


" Karena Pram sudah membuat nya hamil".


Kedua orang yang berada di hadapannya pun terkejut dengan apa yan barusan putranya ucapkan.


"Arlita hamil?tanya sang Bunda.


Pramudya pun mengangguk tanda iya.


Kedua orang tuanya pun tersenyum


" Alhamdulilah.Cucu kita nambah lagi Bun".ucap suaminya sambil tersenyum bahagia.


"Iya, Alhamdulillah".


Hati Pramudya ikut bahagia saat melihat kedua orang tuanya yang begitu bahagia saat mendengar kabar kehamilan istrinya.


"Aku harus lebih giat bekerja".gumamnya dalam hati.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2