
Kedua pasutri kini sudah berbaring di atas tempat tidur. Posisi kedua nya kini sedang saling berpelukan dengan Arlita yang kini sedang menyandarkan kepala nya di dada lebar suaminya.
"Mas".panggilnya sambil tangan kiri nya mengusap-usap dada lembut.
" Iya sayang ".ucapnya menahan ******* saat tangan istrinya mengusap-usap dadanya.
"Apa alasan Mas nikahan aku?tanyanya ingin tau.
" Kenapa kamu menanyakan nya?
"Aku hanya ingin tau saja apa alasannya Mas mau nikahan aku.Karena terus terang waktu itu aku bingung kenapa kita bisa tiba-tiba nikah".ucapnya lalu bangun dari tidurnya dan menyandarkan tubuhnya di dasbor tempat tidur.
" Jujur saja Mas aku ini cuma seorang gadis yang sedang mengalami trauma yang cuma serius bahkan aku ini hanya gadis gi."ucapannya terhenti saat laki-laki yang bergelar suaminya itu membungkam bibirnya dengan ciuman yang sangat menuntut.
Pramudya baru melepaskan ciumannya itu setelah merasakan istrinya hampir kehabisan napas.
"Ah.. ah... (napasnya terengah-engah)
Mas mau bunuh aku".protes nya dan laki-laki itupun tersenyum sambil menghapus sisa saliva di bibir merah istrinya.
" Maaf sayang khilaf".ucapnya sambil tersenyum.
"Khilaf, khilaf Mas sering banget begitu akhirnya apa yang terjadi aku hamil".
"Ya memang itu yang aku mau".
" Oh jadi Mas senang ya kalau aku hamil terus ".katanya sambil cemberut dan membuat suaminya tersenyum melihat nya.
" Maaf sayang aku bercanda".Ucapnya sambil menggenggam kedua tangannya dan mengusap-usapnya dengan lembut.
"Aku itu sayang banget sama kamu, bahkan cinta ku ini sudah tumbuh saat kita pertama kali bertemu.Kamu ingatkan waktu kita masih SD saat itulah rasa cinta aku mulai tumbuh dengan subur,padahal kalau di ingat-ingat itu cinta masa kecil itu adalah cinta monyet tapi bagiku cinta yang aku punya untuk kamu beda. Rasa yang aku miliki ini benar-benar tumbuh dan berkembang secara alami.
Sayang kamu harus tau perjuangan aku untuk mendapatkan kamu itu tidak mudah banyak rintangannya dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar.Lima tahun adalah waktu yang ku butuhkan untuk menemukan keberadaan mu. Lalu setelah bertemu aku juga masih butuh waktu untuk meyakinkan kamu bahwa tidak semua laki-laki berkelakuan buruk seperti ayahmu.
Dan itu juga aku membutuhkan waktu untuk membuktikannya kepada mu".katanya menjelaskan.
__ADS_1
Arlita pun melihat ke arah suaminya.
"Tapi kondisi aku kan sedang sakit dan jika ada orang yang tau penyakit yang dulu aku derita pasti akan membuat Mas malu".
Laki-laki itu tersenyum.
" Aku menerima kamu apa adanya jadi mulai sekarang jangan pernah bilang kamu sakit itu ke aku karena aku tidak suka mendengar nya".
"Tapi Mas kenyataan nya memang seperti itu dan itu adalah faktanya".
"Aku tau itu tapi sekarang kamu kan sudah baik-baik saja jadi jangan pernah bicarakan ini lagi,apa kamu mengerti sayang? katanya dan istrinya pun mengangguk kan kepala nya tanda iya.
" Yang".panggilnya sambil mencium punggung tangan istrinya lembut.
"Iya suami ku".katanya sambil menyandarkan kepalanya di dada besar suaminya.
"Habis kamu lahiran nanti kita pergi liburan".
Wanita itu mendongakkan kepalanya ke atas untuk melihat wajah tampan suaminya.
"Iya.Bagaimana?
"Aku setuju saja, tapi tujuan liburan nya kemana?
" Bagaimana kalau ke Bali".
"Bali".
" Iya."
"Kenapa harus kesana?tanyanya ingin tau.
"Karena aku ingin menunjukkan resort dan juga restoran baru kita di sana".
" Apa Mas. Resort dan restoran.
__ADS_1
Mas buka cabang lagi di sana?
"Iya.Makanya aku ingin mengajak keluarga besar kita untuk liburan ke sana.Bagaimana kamu setuju ngga?
"Aku setuju Mas".
" Aku senang mendengar nya".katanya sambil melihat wajah istrinya yang tiba-tiba berubah sedikit muram.
"Kamu kenapa sayang?Kok muka nya sedih gitu? ucapnya sambil mengusap pipi mulus istrinya.
Arlita pun melihat wajah suaminya.
" Bolehkah aku meminta sesuatu?
"Boleh.Memangnya apa yang mau kamu minta dari aku?
" Aku ingin pergi umroh Mas".katanya dan membuat laki-laki itupun terkejut.
"Pergi umroh?tanyanya meyakinkan.
" Iya Mas. Apakah boleh?tanyanya sambil menunggu keputusan suaminya.
"Baiklah.Kita akan pergi umroh bersama keluarga besar kita".ucapnya dan membuat wajah istrinya tersenyum.
"Makasih Mas".
" Iya.Tapi pergi umroh tidak dalam waktu dekat ini".katanya dan dalam sekejap senyuman di wajah cantik istrinya itupun meredup.
"Kenapa?
" Karena kamu itukan dalam kondisi hamil dan wanita hamil. itu tidak boleh terlalu capek nanti membahayakan diri kamu dan calon anak kita.Jadi untuk. mencegah sesuatu yang akan terjadi lebih baik pergi umroh nya kita pending dulu".katanya menjelaskan dan istri nya pun akhirnya pasrah dengan keputusan suaminya.
bersambung
"
__ADS_1