Suamiku Adalah Cinta Pertamaku

Suamiku Adalah Cinta Pertamaku
56


__ADS_3

Sementara itu di tempat lain seorang wanita sedang gelisah menunggu kedatangan seseorang.Berulang kali dia berdiri di dekat jendela ruang tamu untuk melihat nya. Entah sudah berapa kali pandangan matanya melihat ke arah luar jendela.Hatinya sungguh tidak sabar menunggunya.Dirinya kini sedang menunggu kedatangan seseorang yang sangat ini sangat di rindukannya.


Dari atas tangga seorang anak laki-laki sedang


memperhatikannya.


Pandangannya lurus ke depan melihat sang ibu yang masih berdiri di dekat jendela, lalu dia pun mendekati ibunya yang sedang terlihat gelisah.


"Ibu".panggilnya.


Wanita itu pun menoleh di mana sumber suara itu memanggilnya dan di lihatlah sosok anak laki-laki yang kini sedang berjalan mendekat ke arahnya.


" Faiz, kamu ngagetin ibu saja".katanya sambil mengelus dadanya.


"He... he".ucapnya sambil cengengesan.


" Lain kali jangan seperti itu ibu terkejut tadi".


"Maaf bu, Faiz ngga akan ulangi lagi".


Wanita itu pun hanya diam sambil kembali membuka tirai jendela untuk melihat ke arah luar.


"Ibu ngapain sih lihat ke arah jendela terus?

__ADS_1


"Kakak kamu katanya mau ke sini tapi dari tadi kok belum sampai-sampai".


" Kakak mau ke sini?tanyanya sambil ikut melihat ke tirai jendela melihat ke arah luar.


"Iya,tadi kakak kamu itu telpon ibu mau menginap di sini katanya".


Wajah anak laki-laki itu begitu senang saat mendengar sang kakak akan menginap.Dan di saat itu terdengar suara gadis kecil di belakang mereka sambil bersorak gembira.


" Asyik kakak mau menginap".kata Mutia yang tiba-tiba sudah ada di dekat mereka.


Kedua orang itu pun terkejut saat melihat Mutia ada di dekat mereka padahal tadi gadis kecil itu masih ada di kamarnya.


"Mutia sejak kapan kamu di sini nak? tanya sang ibu penasaran.


"Oh gitu".ucap Faiz mengangguk.


" Bu benar kakak mau menginap di sini? tanya anak bungsunya.


Wanita itu pun mengangguk tanda iya.


"Asyik kakak mau menginap, hore".katanya senang sambil berlari-lari.


Faiz tersenyum saat melihat tingkah adik kecilnya yang sedang berlari-lari karena hatinya sedang bahagia.

__ADS_1


"Mutia jangan lari-lari nanti jatuh lebih baik kamu duduk di sofa sama kakak".perintahnya.


" Ngga ah, Tia mau tungguin kakak sambil nonton tv aja kalau di situ nanti Tia cepat bosan karena ngga ada kegiatan.".ucap gadis kecil itu sambil berjalan menuju ruangan untuk menonton tv.


Faiz hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah adiknya.


Kedua orang itu kembali fokus untuk menunggu dan mereka akhirnya duduk di sofa karena sudah terlalu lama berdiri.


"Kenapa kakak lama sekali ya Iz, Ibu kok jadi cemas begini".ucap ibunya.


" Mungkin ke jebak macet bu".


"Tapi perasaan ibu tiba-tiba cemas Iz, kamu tau kan kondisi kakak kamu seperti apa".


" Faiz tau bu, tapi ibu tidak perlu khawatir kakak Pramudya pasti akan menjaganya ".ucapnya meyakinkan ibunya.


Wanita itu pun akhirnya mencoba untuk tenang.


" Bu. Mulai Ibu harus selalu ingat kalau ibu harus itu harus selalu berpikiran positif biar kesehatan ibu cepat pulih, kita jangan buat kakak sedih lagi.Jadi mulai sekarang kita harus bisa meyakinkan bahwa kita bisa hidup bahagia demi kak Lita".


"Kamu benar Iz kita harus buktikan kalau kita baik-baik saja tanpa kakak. Ibu hanya ingin melihat kakak hidup bahagia tidak menderita lagi".


Faiz menggenggam tangan ibunya lalu mengangguk.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2