
Mutia berlari memeluk kakak perempuan nya yang kebetulan sedang berjalan menuju pantry untuk mengambil minum karena haus tiba-tiba membuat kakaknya terkejut melihat sang adik yang menangis di pelukan nya.
"Dek,kamu kenapa?tanya sambil melihat ke arah Ibu, Bunda dan juga Faiz semuanya hanya tersenyum lalu meninggikan bahunya.
" Kak, mereka semuanya jahat sama Tia".
Kening Arlita berkerut karena tidak mengerti dengan ucapan adiknya.
"Maksud kamu itu apa sih Dek kakak benar-benar tidak mengerti coba kamu bicaranya pelan-pelan biar kakak mengerti apa yang kamu ucapkan".ucap Arlita tapi sang adik hanya menenggelamkan wajahnya di dada kakaknya.
" Ini kenapa sih Iz,kenapa Mutia sampai nangis begini?
"Mutia menangis karena tadi Faiz katain gendut".
Arlita sempat terdiam mencerna ucapan adik laki-laki nya barusan.
"Dek".panggil Arlita sambil mengusap-usap punggung adiknya lembut.
Gadis itupun masih menangis di pelukan kakaknya.
" Dek,bagi kakak kamu tetap adik kakak walaupun tubuh kamu bertambah gemuk sekalipun kamu tetaplah adiknya kakak, semuanya tidak akan berubah.
Jadi sekarang berhenti menangis ya.Masa tantenya Hemy dan Hema menangis".ucap Arlita dengan lembut.
Gadis kecil itu pun melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya.
"Kalau begini kan adik kakak makin cantik".ucapnya menghibur adiknya.
" Mutia sayang sama kakak ".
" Iya kakak juga jadi jangan nangis lagi ya".ucapnya dan gadis itupun menganggukkan kepalanya tanda iya.
__ADS_1
Arlita melihat kearah adik laki-laki nya dan dia pun menyuruh adik laki-laki nya itu untuk meminta maaf kepada Mutia.
Laki-laki itupun menghampiri adiknya
"Maafin ucapan kak Faiz ya Dek".ucapnya dan di angguki oleh adiknya.
Arlita pun tersenyum lalu berjalan meninggalkan kedua adiknya untuk mengambil minum lalu dia pun duduk di kursi sambil meminum segelas air putih lalu diapun kembali berjalan ke ruang keluarga setelah menyapa Ibunya dan juga Bunda mertuanya yang ikut duduk di kursi.
" Mereka lucu ya Mba! kata Bunda nya Pramudya.
"Iya jeng memang seperti itulah mereka, maklum sifat si bungsu agak sedikit manja".ujar Ibu nya Arlita.
Besannya pun hanya tersenyum.
" Biasanya keduanya akan bersikap dewasa saat kakaknya itu tidak ada bersama mereka.Saya sangat maklum karena kakaknya yang merawat mereka berdua jadi keduanya bisa bersikap manja hanya kepada kakaknya saja".
"Mereka berdua jauh lebih terbuka kepada kakaknya apapun masalah yang mereka hadapi selalu dan selalu kepada kakaknya lah meraka bicara.Miris kan jeng saya merasa kalau saya itu bukanlah Ibu yang baik untuk mereka".
" Iya,apa yang Anda katakan memang benar. Terima kasih jeng sekarang hati saya menjadi sedikit tenang".ucapnya sambil tersenyum.
"Sama-sama Mba.Lebih baik sekarang kita ke ruang keluarga bergabung sama si kembar".ajak besannya.
Wanita itupun mengangguk lalu keduanya pun berjalan menuju ruang keluarga.
Di ruangan keluarga semuanya kini sedang menertawakan si kembar yang sedang menangis karena ke dua bayi kembar itu dalam posisi tengkurap dan mereka berdua tidak bisa untuk kembali untuk tidur terlentang.
Akhirnya senjata andalan mereka kini adalah menangis.
Arlita langsung mengangkat bayi perempuannya lalu di tidurkan terlentang setelahnya Ibu muda itu pun membantu bayi laki-laki nya untuk di tidurkan terlentang.
Arlita pun melihat ke arah kedua pengasuh bayinya.
__ADS_1
"Mba tolong ambilkan MPASI nya dan juga tolong bawakan tempat duduknya seperti si kembar lapar".
" Baik Bu".ucap kedua pengasuh lalu berjalan menuju pantry untuk mengambil kan MPASI untuk si kembar.
Tidak beberapa lama kemudian kedua pengasuh itupun kembali. Satu orang pengasuh bertugas membawa MPASI dan pengasuh yang satunya pun membawa kursi untuk duduk si kembar.
Kedua pengasuh itupun melaksanakan tugasnya untuk menyuapi si kembar. Dengan hati-hati ke dua pengasuh itupun mendudukkan keduanya di kursi makan. Kedua bayi itupun tertawa dan
menggoyang-goyangkan kedua kakinya.
Semua yang melihatnya pun ikut tertawa melihat tingkah si kecil.
Pramudya ikut duduk di dekat istrinya lalu dia pun berkata.
"Anak kita lucu ya".
Istrinya pun tersenyum.
" Iya lucu ".
" Nanti kita setelah adik si kembar lahir kita buat lagi ya ".ucapnya sambil berbisik.
Arlita langsung mencubit perut suaminya.
" Aduh sakit yang ".
" Biarin ".ucap istrinya kesal lalu diapun kembali melihat si kembar.
Ibu muda itupun tersenyum bahagia.
" Semoga kalian berdua menjadi anak yang soleh dan solehah, Aamiin ".doa Ibu muda itu dalam hati.
__ADS_1
bersambung