
Arlita memasuki halaman kampus di sana sudah banyak mahasiswa dan mahasiswi yang sudah datang.Hari ini adalah hari di mana dirinya akan menemui Dosen pembimbing untuk membuat skripsi, Ibu muda itu memang mempercepat nya agar bisa cepat lulus kuliah dan dirinya akan lebih fokus untuk mengurus keluarga kecilnya.
Jam menunjukkan pukul 10 pagi saat ini, sudah hampir 1 jam dirinya menunggu tapi Dosen yang di tunggu nya belum juga kelihatan.
"Apa dia tidak masuk kali ya? Sudah hampir 1 jam menunggu tapi belum kelihatan batang hidungnya".gerutunya dalam hati.
"Kalau begini sih lebih baik aku temani anak-anak dulu, jadi nyesel deh".gerutunya dalam hati.
Hingga tak lama terdengar suara seseorang memanggilnya
" Lita".
Ibu muda itupun m noleh ke arah sumber suara dan terlihat seorang wanita sedang mendekat ke arahnya.
"Wina.Ada apa?tanyanya sesudah sampai di hadapan nya.
"Ada laki-laki ganteng nanyain elo".
" Laki-laki ganteng, siapa?
"Itu tuh laki-laki yang sering jemput elo".ucapnya dan seketika dia pun tersadar mungkin laki-laki itu adalah suaminya.
" Sekarang laki-laki itu di mana?
"Biasa nungguin elo di luar sana".katanya sambil menunjuk arah luar.
"Makasih ya".ucap Arlita sambil bangun dari duduknya lalu berjalan ke arah luar gedung.
Ibu muda berjalan dengan sangat cepat karena dirinya ingin mengetahui apakah laki-laki yang datang mencarinya itu benar-benar suaminya atau bukan.
__ADS_1
Sampailah dirinya kini di luar gedung dan tidak jauh darinya seorang laki-laki sedang tersenyum kepadanya.
"Faiz".panggilnya.
Laki-laki itupun mendekati nya lalu mengulurkan tangan kanannya untuk bersalaman.
" Assalamualaikum Kak".ucapnya sambil mencium tangan kanan kakaknya itu dengan takzim.
"Waalaikumsalam".jawabnya sambil tersenyum.
" Kamu ngapain kesini? tanyanya sambil melihat ke arah adiknya.
"Itu... ".ucapnya terhenti saat sang kakak memotong ucapan nya.
" Nanti saja ya Iz ngobrolnya, soalnya Dosen pembimbing kaka sudah datang kakak mau menemuinya dulu".ucapnya sambil matanya melihat ke arah seseorang sedang berjalan masuk ke dalam ke ruangan khusus para Dosen.
Laki-laki hanya mengangguk iya.
" Ngga apa-apa kak, Faiz ngerti kok".ucapnya sambil tersenyum.
"Ya sudah kamu nungguin kakak di kantin saja sambil makan kalau belum makan atau pesan minum nanti biar kakak yang bayar,nanti kakak susul ke sana setelah selesai bertemu dengan Dosen".
" Baiklah, Faiz ke kantin dulu.Semangat ya kakakku wanita yang hebat."ucapnya sambil mengangkat jempolnya.
"Makasih adikku. Kakak tinggal dulu".
" Iya".katanya sambil melihat ke arah kakaknya yang sudah mulai menjauh dari pandangannya.
Laki-laki remaja itupun berjalan ke arah kantin dan memesan makanan dan juga minuman.
__ADS_1
"Aku harus makan yang banyak mumpung ada yang bayarin".ucapnya dalam hati.
Sementara di tempat yang berbeda.
Ibu muda itu kini sudah berada di ruangan Dosen pembimbingnya. Terlihat seorang wanita paruh baya yang masih cantik di usianya itu sedang duduk sambil membuka sebuah map coklat.
"Selamat pagi menjelang siang Bu".sapa Ibu muda itu sambil tersenyum dan dia pun sama sekali tidak takut dengan Dosen yang menjadi pembimbingnya itu terkenal killers.
" Pagi. Duduklah".katanya dan Arlita pun menurutinya.
Dan pembicaraan keduanya oun selesai.Ibu muda itupun keluar dari ruangan Dosen pembimbing nya dan berjalan menuju ke arah kantin untuk menemui adik laki-laki nya.
Sampailah Ibu muda itu di kantin tapi dia sangat terkejut saat melihat kearah adiknya.
"Astaghfirullah Iz, kamu lapar apa kelaparan? tanyanya saat melihat begitu banyak makanan di atas meja tempat adiknya duduk.
Laki-laki hanya tersenyum sambil kembali melanjutkan makannya.
" Kamu lagi ada masalah Iz? tanya sang kakak dan membuat laki-laki itu menghentikan makannya lalu menyeruput minumannya.
Arlita melihat kearah adiknya, Ibu muda itu sudah begitu hapal dengan sipat adiknya laki-laki itu.
Jika ada masalah pasti dia kan makan banyak untuk melampiaskan nya.
"Kamu ada masalah? Cerita ke kakak, kakak akan mendengarkannya".
Adiknya masih terdiam.
" Jika kamu belum siap untuk cerita sekarang kakak akan tunggu sampai kamu siap untuk cerita".katanya dan laki-laki itu masih terdiam.
__ADS_1
"Sebenarnya ada masalah apa sih kamu Iz? tanya nya dalam hati.
bersambung