
Sedih itulah kata-kata yang kini ada di hati Arlita.Sehari setelah kepergian orang tua angkat nya Ibu muda itu masih merasakan kehilangan.Dirinya masih terlihat begitu sedih.Seperti saat ini dirinya masih berada di dalam kamarnya sambil berdiri dia termenung sendirian di dekat jendela.
Saat Ibu muda itu sibuk dengan pikiran nya tiba-tiba sebuah tangan melingkar di pinggang ramping nya.
Dia pun terkejut tapi sesaat kemudian dia pun kembali tenang saat dirinya mengetahui seseorang yang kini sedang memeluk pinggang nya.
"Mas".
" Hem... ".jawabnya sambil menjatuhkan kepalanya di bahu istrinya dan mengendus aroma istrinya yang sangat menenangkan.
" Kamu tidak berangkat kuliah?
"Aku bolos?
" Kenapa?
"Karena wanita ku sekarang ini sedang bersedih jadi aku memutuskan untuk tidak pergi kuliah. Aku di sini mau menghibur istri cantik ku ini."
"Maafkan aku Mas.Aku terlalu terbawa perasaan jadi sedikit-sedikit baperan, entah kenapa akhir-akhir ini aku seperti itu".
" Aku paham apa yang kamu rasakan tapi kamu jangan sampai terlalu lama kasihan si kembar dan juga Mas mu ini".
Arlita terdiam dan dia pun berbalik menghadap suaminya.
"Aku lupa sudah mengabaikan kamu sama si kembar terus sekarang si kembar sama siapa? ucapnya sedikit panik karena telah mengabaikan si kembar juga suami tampan nya.
Laki-laki itupun tersenyum melihat tingkah istrinya lalu dia pun kembali menarik tubuh istrinya dan memeluk nya.
"Si kembar sama baby sisters nya".
" Baby sisters?
"Iya Bunda yang rekomendasi kan jadi kamu tidak usah mengkhawatirkan si kembar yang harus kamu khawatir kan sekarang ini adalah aku".ucapnya dengan suara sedikit berat.
Arlita mengerutkan keningnya tanda dirinya tidak mengerti maksud suaminya.
__ADS_1
" Sayang".panggilnya di dekat telinga istrinya dan membuat tubuh Ibu muda itu mendadak sedikit was-was.
Laki-laki itu terus saja mengendus dan dia pun langsung menciumnya mulai dari telinga lalu turun ke leher.
"Mas".
"Mas kangen sayang. Jadi boleh ya?ucapnya dengan sedikit manja.
" Tapi ini masih pagi Mas. Nanti malam saja ya".
"Aku maunya sekarang dan seperti nya tidak bisa tunda".
" Tapi".ucapnya terpotong karena laki-laki itu terus mencium tulang selangka istrinya dan membuat nya mau-mau tak mau mendesah karena gairahnya kini mulai terpancing.
Laki-laki itu pun tersenyum senang akhirnya dia berhasil membangkitkan gairah istrinya dan mungkin sebentar lagi istrinya itu akan meminta lebih.
"Bagaimana sayang apa aku lanjut atau berhenti?
Pramudya mendengar suara istrinya terus saja mendesah pelan dan suara itu terdengar sangat seksi di telinganya.
Laki-laki itupun tersenyum dengan penuh kemenangan.
"Baiklah sayang kita aku mulai".
Akhirnya pagi itu kedua pasutri itu menghabiskan waktu di dalam kamar.
Waktu menunjukkan pukul satu siang saat kedua pasutri itu keluar dari kamar mereka.
Keduanya langsung menuju ke ruang makan karena keduanya melewatkan sarapan pagi.
Keduanya pun kini sudah duduk di kursi meja makan sambil menikmati makan siang.
"Maafkan aku sayang!ucapnya sambil melihat kearah istrinya.
" Minta maaf untuk apa?
__ADS_1
"Karena aku meminta jatah jadinya kamu tadi melewatkan sarapan pagi.Sekali lagi aku minta maaf ya!
"Mas tidak perlu minta maaf itu sudah jadi tugas aku sebagai seorang istri jadi Mas tidak perlu merasa bersalah".ucapnya dan membuat hati laki-laki menjadi sedikit menghangat saat mendengarnya.
" Ayo lanjut makan lagi, aku mau menyusui si kembar".ucapnya sambil memegangi dadanya dan membuat suaminya sedikit khawatir.
"Kamu sakit?
"Iya.Sepertinya si kembar mau menyusu".ucapnya sambil melihat bajunya sedikit basah.
" Sayang baju kamu basah ".
" Iya, Asi ku rembes."
"Apakah sakit?
Ibu muda itupun mengangguk.
" Apa harus periksa ke Dokter?
"Tidak usah Mas,ini sudah biasa terjadi dengan Ibu yang menyusui dan obatnya hanya satu".
" Apa obatnya, biar ku belikan ".
" Obatnya yaitu harus menyusui si kembara nanti setelah semua Asi yang berada di dalamnya itu sudah tidak penuh maka itu tandanya aku sudah sembuh dan tidak merasakan sakit lagi".ucapnya dan laki-laki itupun mengangguk mengerti.
"Aku ke kamar si kembar dulu, Mas lanjutin aja makannya".
ucapnya.
" Iya".balasnya sambil melihat istrinya berjalan kearah kamar si kembar.
"Arlita aku benar-benar bangga telah menjadikan kamu pasangan hidupku.Tetaplah menjadi istri dan ibu baik untuk kami".ucapnya dalam hati.
bersambung
__ADS_1