
Kedua wanita itupun melihat kearah Arlita yang kini sedang berjalan mendekati keduanya.
Sesaat wanita muda yang bernama Sarah itu terpesona saat melihat sosok kakak perempuan dari laki-laki yang kini di jebak nya.
Dirinya tidak menyangka bahwa sosok kakak dari Faiz itu sangat -sangat begitu cantik tapi memiliki aura yang sangat dingin seakan-akan terbalik dengan sikapnya saat dirinya berada di dalam berita di televisi.
"Tante".panggilnya sambil menggenggam tangan Tante nya.
Arlita masih terdiam tapi kini dirinya telah duduk di kursi do mana kedua orang itu kini sedang berdiri.
Tuk... tuk... tuk(suara meja diketuk-ketuk)
" Dulu Aku pernah berkata sesuatu kepada Anda bukan?
Apakah Anda masih ingat dengan perkataan aku waktu itu?tanyanya dengan wajah datarnya.
Wanita separuh baya itupun terdiam lalu dengan segenap keberanian dia pun menatap kearah laki-laki yang telah menjadi mantan suaminya.
"Semua ini gara-gara dia".katanya sambil menunjuk kearah laki-laki itu.
Laki-laki itupun terkejut
"Salah aku!Jangan konyol".ucap laki-laki dengan nada sedikit kesal.
"Memang ini salah kamu. Jika saja kamu tidak menceraikan aku,mungkin aku tidak akan melakukan hal ini.Aku akan balas perbuatan mu dengan cara menghancurkan seluruh keluarga mu hingga tidak tersisa".
" Kau benar-benar wanita gila".ucap laki-laki iru itu dengan penuh emosi.
"Ah... ah... ah
__ADS_1
Wanita itupun tertawa.
" Iya aku memang sudah gila semua itu gara-gara kamu".
Arlita masih terdiam sambil melihat pertengkaran keduanya.
Lalu dia pun bertepuk tangan dan membuat mata semua orang melihat ke arahnya yang masih duduk di kursi dengan santainya.
"Sudah selesai dramanya?Apa ada lagi yang ingin Anda katakan lagi? Kalau masih sok di lanjutkan karena aku siap mendengarkan nya".ucapnya tanpa menoleh.
" Masih".
"Ya sudah katakan saja".
" Aku ingin minta harta gono gini".
"Apa aku tidak salah dengar?
" Tidak kamu tidak dengar, aku minta bagianku".
"Jangan mimpi.Sampai kapan pun aku tidak akan pernah memberikan mu harta ku".
"Jika kamu tidak memberikan nya maka aku akan membuat hidup kalian seperti di neraka".ancamnya.
" Kau mengancam ku?
"Iya".
"Asal kau perlu tau sebelum kau melakukan semuanya maka aku akan bertindak lebih dahulu".
__ADS_1
"Aku akan membunuhmu".
ucapnya sambil berjalan kearah laki-laki yang sedang berdiri tidak jauh darinya.
Namun sebelum wanita itu mendekati nya tiba-tiba tangannya di cekal seseorang dan dia pun melihatnya seorang laki-laki bertubuh kekar memegangi tangannya yang kini sedang memegang sebuah pisau lipat.
"Lepaskan aku! Ucapnya sambil berontak sedangkan Sarah hanya bisa terdiam tanpa bisa melakukan apa-apa.
" Seharusnya aku tidak menyetujui semua rencananya Tante,aku sungguh-sungguh menyesal sekarang.Andai saja aku bisa mengulang waktu mungkin saja aku tidak akan terjebak dalam situasi yang sulit seperti ini".gumamnya dalam hati.
Arlita bangun dari duduknya.
"Drama yang Anda mainkan cukup bagus Tante, seharusnya Anda menjadi artis saja karena akting Anda sangat bagus sekali".
Semuanya pun terdiam.
"Sayangnya aku sama sekali tidak tertarik.Aku bukan anak kecil Tante, sungguh saya tidak mengerti jalan pikiran Anda. Seharusnya Anda itu bisa berubah agar bisa menjadi manusia yang lebih jauh lebih baik lagi tapi seperti nya wanita seperti Anda tidak bisa untuk di berikan kesempatan ".
Tanpa banyak bicara Arlita pun memberi kode kepada orang suruhannya agar membawa kedua wanita itu pergi.Walaupun terdengar penolakan dari keduanya.
Arlita pun melihat kearah kedua orang tuanya.
" Jangan pernah melakukan kesalahan yang sama untuk kedua kalinya,mulai sekarang jangan bertindak sesuai dengan apa yang Ayah Ibu lihat tapi carilah bukti yang tepat baru setelah itu baru bertindak".katanya sambil berjalan keluar dari kafe di ikuti adiknya.
Kedua orang tua itupun menunduk, keduanya pun kini sangat menyesalinya.
"Maafkan kami Nak".ucap keduanya dalam hati.
bersambung
__ADS_1