
Arlita terdiam di sudut kamarnya sambil memegangi handphonenya.
"Kenapa mereka berdua belum menghubungi ku? Apakah mereka berdua belum menemukan bukti itu?ucapnya sambil terus melihat kearah handphone nya.
Hingga tak lama handphone nya pun berbunyi dan dia pun melihat nama pemanggilnya setelah mengetahui nama pemanggilnya dia pun mengangkatnya.
"Hallo".ucapnya.
" Hallo Bu selamat malam".jawab seseorang.
"Selamat malam. Bagaimana apa kalian sudah menemukan buktinya?tanyanya penasaran.
" Sudah Bu, kami akan ke rumah Ibu".
" Baiklah saya tunggu ".
"Baik Bu".ucapnya sambil. menutup telepon nya.
Arlita menarik napasnya dalam-dalam lalu menghembuskan nya pelan-pelan.
" Alhamdulilah, semoga setelah ini tidak akan ada lagi masalah biar aku bisa fokus mengerjakan skripsi ".ucapnya dalam hati dan tiba-tiba dia pun terkejut saat seseorang sedang memeluk nya dari arah belakang.
"Lagi apa?tanyanya sambil menjatuhkan kepalanya di bahu istrinya.
"Aku lagi berpikir Mas".
" Berpikir? Berpikir tentang apa?
"Tentang Faiz".
" Faiz. Memang nya masalah nya belum selesai?
"Belum dan masalahnya semakin melebar kemana-mana".
" Kok bisa begitu?
Arlita menggenggam tangan suaminya yang melingkar di pinggang nya.
"Duduk dulu yuk Mas,aku capek kalau bicara sambil berdiri".
Laki-laki itupun mengangguk dan kini keduanya pun duduk di lantai beralaskan karpet bulu.
" Apakah masalah nya benar-benar serius?
"Iya.Dan Mas tau Ayah sama Ibu memaksa Faiz untuk bertunangan".katanya dengan wajah sedikit sedih.
" Bertunangan?Bertunangan dengan siapa?Bukannya Faiz masih jomblo ya".
Arlita memukul tangan suaminya.
"Aw.. sakit yank".
" Makanya ngomong jomblonya jangan kenceng-kenceng nanti Faiz dengar loh".
"Lah emang Faiz nya jomblo".ucapnya tanpa bersalah.
" Iya aku tau Mas adikku itu jomblo tapi ngga usah di bahas terus".katanya dengan muka sedikit cemberut dan membuat suaminya itu tersenyum lalu
__ADS_1
"Cup"
Laki-laki itu mencium bibir merah isterinya karena gemas melihatnya.
"Mas.. ".ucapnya.
"Aku gemas istri ku sayang".
"Gemas sih gemas tapi jangan cium cium terus".protesnya.
"Ah... ah... ah(laki-laki itu tertawa)
" Mas ih malah ketawa sih".
"Tertawa itu baik sayang dari pada cemberut terus itu tidak baik".
"Mas nyindir aku".
" Mas ngga nyindir cuma kalau kamu merasa seperti itu ya Mas minta maaf deh".
"Aku benar-benar tersindir loh Mas".
Pramudya tersenyum lalu dia pun langsung memeluk wanitanya dan mengecup keningnya lama.
" Mas hanya bercanda sayang".
"Bercandaan Mas itu sudah hampir buat aku kesal loh Mas".ucapnya sambil ikut membalas pelukan suaminya.
" Iya maaf ya sayang, habisnya kamu itu serius banget kalau sudah memikirkan sesuatu. Sesekali jangan terlalu di buat serius, aku takut nanti kamu sakit".
"Iya, makasih ya Mas sudah sudah mengingatkan aku".
Di saat keduanya sedang asyik berduaan tiba-tiba pintu kamar nya di ketuk
Tok... tok... tok (suara pintu di ketuk dari luar)
" Ada yang ketuk pintu Mas".ucap Arlita sambil bangun dari duduk nya.
Ceklek(suara pintu di buka)
Dan terlihat lah Faiz sedang berdiri di depan pintu kamar nya sambil memegangi buku.
"Faiz.Ada apa?
" Maaf kak Faiz ganggu. Di luar ada tamu".
Arlita mengerutkan keningnya.
"Tamu.Apa laki-laki?
" Iya kak dua orang ".
" Ya sudah nanti kakak ke sana ".
"Faiz permisi dulu".
" Iya".balasnya sambil masuk ke dalam kamar nya dan mendapati suaminya kini sedang melihatnya.
__ADS_1
"Ada tamu?
"Iya.Ayo temani aku menemuinya karena tamunya laki-laki".
Ucapnya dengan senyuman jahil.
Laki-laki itupun langsung mendekati istrinya.
" Sudah mulai jahil ya".
"Hanya sedikit sayang".
"Malam ini kamu akan mendapatkan hukuman".
" Siapa takut.Orang hukumannya enak kok".
"Istriku benar-benar sangat jahil".
Arlita pun tersenyum.
" Ayo cepat ngga enak sama tamunya nanti kelamaan nungguin kita".ucapnya dan suaminya pun menurut.
Kini keduanya sedang berada di ruang tamu. Pramudya melihat dua orang laki-laki sedang duduk di sofa lalu kedua pun berdiri saat si pemilik rumah datang.
"Duduklah".
" Baik Bu terima kasih".ucap keduanya sambil kembali duduk.
Arlita pun duduk dan Pramudya pun duduk di samping sang istri.
"Ini Bu".katanya sambil memberikan sebuah map coklat.
Arlita pun menerimanya dan membukanya lalu di lihatlah foto-foto itu.
" Jadi dia lagi".ucapnya dalam. hati.
"Terima kasih, kerja kalian bagus.Ini untuk kalian".ucapnya sambil memberikan amplop coklat.
Keduanya pun tersenyum.
" Terima kasih Bu, kami permisi".ucapnya sambil berdiri dan berjalan keluar rumah.
Pramudya melihat ke arah istri nya.
"Sayang kamu tidak apa-apa?
" Aku baik-baik saja".
"Apa perlu aku yang menangani nya?
" Tidak usah biar aku saja yang menanganinya".
"Baiklah".
Arlita pun terus memandangi foto-foto itu.
" Sepertinya wanita ini harus di berikan pelajaran ".ucapnya dalam hati.
__ADS_1
bersambung