Suamiku Adalah Cinta Pertamaku

Suamiku Adalah Cinta Pertamaku
51


__ADS_3

Kegiatan memasak yang Arlita lakukan sudah selesai, setelah menata semua masakannya barulah dia bernapas lega karena sudah berhasil membuat masakan untuk dia dan suaminya.


Dia melihat kearah jam dinding jam sudah menunjukkan pukul setengah enam sore.


"Bi saya ke kamar dulu mau mandi".


Asistennya pun melihatnya lalu menganggukkan kepalanya.


Saat Arlita berada di kamarnya di luar terdengar suara deru mobil memasuki halaman rumah.Tampaklah seseorang keluar dari mobilnya dan berjalan masuk ke dalam rumah.


Ke dua matanya melihat-lihat di mana kini istrinya berada tapi yang di cari-cari tidak terlihat itu membuat sang asisten rumah tangganya yang masih berada di ruang makan menanyainya.


"Maaf mas Pramudya, mas mencari mba Lita?


" Iya Bi. Istri saya kemana katanya dia lagi belajar memasak tapi saat saya cari di sini kok tidak ada".


Asistennya pun tersenyum.


"Mba Lita ada di kamar mas karena sudah selesai memasaknya".


" Oh gitu.Saya ke kamar dulu".


"Iya mas".


Pramudya berjalan melangkah menuju tangga untuk naik ke lantai atas dimana kamarnya berada.Dia membuka pintu kamar dan di lihatlah istrinya sedang bersiap-siap untuk sholat maghrib karena memang sedikit lagi memasuki waktu sholat magrib.


Arlita mendengar suara pintu di buka dari luar pun menoleh ke sumber suara.Masuklah sosok suaminya yang melihatnya sambil tersenyum kepada istrinya.


Arlita yang sudah rapi memakai mukena akhirnya menghampiri suaminya.


"Kamu baru sampai?


"Sebenarnya sudah dari tadi tapi aku mencari kamu dulu di dapur mau lihat kamu masak, eh ngga taunya sudah selesai".


Pramudya melihat senyum merekah dari wajah istrinya.


" Makasih.Aku akan belajar memasak berbagai jenis masakan jika aku sudah pandai memasak janji setiap hari aku akan memasak untuk kamu".


Suaminya mengangguk.

__ADS_1


"Aku akan tunggu sampai hari itu tiba, tapi janji jangan terlalu capek oke".


" Iya."


"Aku mandi dulu kita sholat berjamaah nanti".ucapnya lalu berjalan menuju kamar mandi.


Hati Arlita begitu tenang sekarang hidupnya jauh berubah setelah kedatangan laki-laki yang sekarang telah menjadi suaminya.


Dia berjalan menuju lemari pakaian dan menyiapkan baju ganti untuk suaminya dan menaruhnya di atas tempat tidur.


Tidak lama terdengar suara pintu di buka suaminya melangkah ke arah tempat tidur dan memakai baju ganti yang sudah di siapkan oleh istrinya lalu mereka pun melaksanakan sholat magrib berjamaah.


Sehabis sholat keduanya keluar menuju lantai bawah kearah ruang makan untuk makan malam bersama.


Pramudya berdiri di samping istrinya yang sedang menuangkan air putih untuknya dan suaminya.


Pramudya masih berdiri melihat berbagai macam jenis makanan yang sudah tertata di atas meja.


"Ini semua kamu yang masak?


" Iya aku yang masak di bantu sama bibi, kenapa?


"Istri ku hebat sudah bisa masak sebanyak ini.Ada ayam goreng, tempe tahu goreng, ada sayur asem sama sambel juga. Sebagai seorang pemula ini sudah termasuk hebat sayang".pujinya hingga membuat istrinya tersenyum senang.


Pramudya melihat ke arah istrinya dan dengan cepat merengkuh pinggang istrinya hingga posisi mereka berpelukan.


" Pram".


"Aku butuh makanan pembuka dulu bolehkan?


" Apa, makanan pembuka".


"Iya sayang".


Si cantik hanya terdiam, itu membuatnya tersenyum.


cup


Pramudya mencium bibir istrinya dengan lembut dan membuat istrinya terkejut lalu diam tanpa membalasnya.

__ADS_1


" Udah sayang ayo kita makan ".katanya sambil melepaskan pelukannya dan duduk di kursi.


" Sayang, kok masih berdiri ayo duduk".


Dengan wajah malu dia pun duduk di samping suaminya.


"Sudah jangan cemberut nanti aku cium lagi. "


"Habisnya kamu nyebelin tau, aku malu kalau di lihat bi inah".


Suaminya tersenyum dan menggenggam tangan istrinya.


"Habisnya aku kangen banget sayang".


" Sini piringnya".ucapnya sambil mengalihkan pembicaraan.


Pramudya langsung memberikan nya.


"Nasinya segini cukup".


" Cukup sayang ".


" Pakai lauk apa?


"Semuanya tapi sambalnya sedikit saja".


Istrinya pun mengangguk.


" Selesai, selamat makan ".


Suaminya pun memakannya dan mencoba untuk mencicipinya.


" Gimana rasanya?


"Enak, ini enak sayang".


" Benarkah ".


" Iya sayang ini enak".

__ADS_1


Dengan wajah bahagia dia pun bertekad mulai hari ini dia akan memasak untuk suaminya.


bersambung


__ADS_2