Suamiku Adalah Cinta Pertamaku

Suamiku Adalah Cinta Pertamaku
121


__ADS_3

Morning sickness yang di alami oleh Arlita kali ini telah membuat tubuhnya begitu lemah dan mau tak mau dia pun kini harus menginap di rumah sakit untuk menjalani rawat inap selama beberapa hari.


Dokter menyuruhnya untuk bedrest dirinya pun di larang melakukan aktivitas apapun.


Hari ini adalah hari kedua dirinya di rawat dan sang Ibu yang kini bertugas menjaganya sedangkan sang bunda mertua nya bertugas menjaga si kembar dan nanti sore barulah Pramudya yang menemaninya karena kalau pagi laki-laki yang bergelar suami dan hot daddy itu akan masuk kuliah.


Arlita melihat ke arah Ibunya dengan tatapan sendunya dan membuat sang Ibu pun bertanya


"Kakak butuh sesuatu?


Ibu hamil itu hanya menggeleng kan kepala nya tanda tidak.


" Terus kenapa kamu lihatin Ibu seperti itu?


"Maafin kakak ya Bu".ucapnya dan membuat sang Ibu bertanya-tanya ada apa dengan putri nya itu lalu wanita separuh baya itu mendekati putrinya dan memeluknya.


" Kenapa kamu minta maaf sayang?


"Karena kakak belum bisa menjadi anak yang baik buat Ibu".

__ADS_1


" Kamu bicara apa!Jangan pernah bicara seperti itu.Bagi Ibu kamu adalah putri sulung Ibu yang telah menjadi malaikat tak bersayap untuk Ibu dan adik-adik kamu.Kalau saja dulu tidak ada kamu entah bagaimana nasib kami sayang ".ucap wanita itu sambil mengusap -usap rambut panjang sang putri karena kini dirinya sedang tidak memakai hijabnya.


" Tapi apa yang kakak lakukan untuk Ibu dan adik-adik itu belum seberapa Bu, jika di bandingkan dengan perjuangan Ibu saat hamil,melahirkan dan merawat kami tanpa lelah ".


Wanita itupun tersenyum.


" Sayang,Ibu tau apa yang kamu rasakan sekarang ini.Sebagai seorang Ibu mereka pasti akan merasakan bagaimana rasanya mengandung dimana rasa mual terus saja di alami pada saat awal kehamilan tapi itu sudah menjadi kodrat sebagai seorang perempuan dan kita tidak bisa menghindarinya.


Maka mulailah untuk menerimanya karena nanti juga akan terbiasa jadi nikmatilah kehamilan kakak kali dengan sepenuh hati ".


"Apa yang Ibu katakan itu benar,seharusnya kakak menerima kehamilan kali dengan sepenuh hati".


" Ibu tau ini berat sayang tapi bukankah Allah itu begitu menyayangi kakak, buktinya sekarang Allah menitipkan sesuatu di dalam sini".ucapnya sambil mengusap-usap perut buncit sang putri.


"Awalnya kakak tidak suka dengan kehadirannya!ucapnya dan membuat wanita itu hanya bisa terdiam sambil mencoba mendengarkan keluhan putri nya.


" Kakak benar-benar belum siap Bu!


"Boleh Ibu tau alasannya kenapa kamu menolak kehadirannya?

__ADS_1


" Karena Hemy dan Hema Bu.Mereka berdua masih terlalu kecil untuk mempunyai adik dan mau tak mau akhirnya kini mereka berdua telah menjadi seorang kakak di usianya yang baru 6 bulan Bu".


Wanita itu masih mengusap-usap punggung sang putri dengan lembut dan kini dirinya pun tau alasannya mengapa putrinya tidak begitu senang dengan kehamilannya ke dua nya ini.


"Kakak masih ingin mengurus keduanya dengan tangan kakak sendiri tapi apalah dayaku Bu, untuk bangun saja kepala kakak rasanya itu pusing tujuh keliling dan sekarang hanya bisa terbaring lemah di ranjang rumah sakit".


"Ibu tau apa yang kamu rasakan sekarang tapi sekarang si kembar sudah ada yang menjaganya jadi fokuslah untuk kesembuhan kakak.Jika tubuh kakak sudah baik-baik saja maka secepatnya kakak akan bisa menjaga si kembar lagi".ucapnya menghibur sang putri agar sang putri sulung nya itu bisa cepat sehat kembali.


Arlita pun mengangguk.


"Sekarang istirahatlah".perintah Ibunya dan Arlita pun kembali merebahkan tubuhnya di ranjang.


" Terima kasih Bu".


"Sama-sama sayang".balasnya sambil menyelimutinya.


Dan tak lama Arlita pun kini sudah terlelap karena pengaruh obat yang tadi di minumnya.


Tanpa keduanya ketahui di balik pintu seseorang mendengar pembicaraan keduanya.

__ADS_1


" Maafkan aku sayang karena telah begitu egois.Seharusnya aku memikirkan perasaan mu! Maafkanlah aku sayang ".


bersambung


__ADS_2