Suamiku Adalah Cinta Pertamaku

Suamiku Adalah Cinta Pertamaku
136


__ADS_3

Setelah beberapa lama kemudian mobil yang di kendarai oleh Pramudya pun berhenti tepat di depan ruangan IGD.


Pramudya langsung keluar dari pintu kemudi dan membuka pintu bagian penumpang di mana istri dan juga Bundanya berada.


Pelan-pelan laki-laki itu membantu istrinya turun dari dalam mobil lalu dengan gerak cepat laki-laki itu langsung menggendong tubuh istrinya dan membawanya masuk ke dalam dengan baju sedikit basah terkena rembesan air ketuban istrinya lalu memasuki ruangan itu.


"Sus tolong istri saya".katanya saat bertemu seorang perawat nyang sedang bertugas.


Perawat itupun langsung menyuruh laki-laki itu untuk membaringkan tubuh istrinya di atas ranjang rumah sakit.


" Istrinya kenapa Tuan?


"Istri saya mau melahirkan!


Perawat itupun mengerti lalu tak lama Dokter kandungan pun melakukan pemeriksaaan dan hasilnya adalah pasien sudah masuk pembukaan sempurna jadi Dokter pun langsung menyuruh perawat memindahkan pasien ke ruangan bersalin karena pasien akan segera melahirkan.


Pramudya yang melihat ranjang sang istri yang di dorong oleh dua orang perawat pun akhirnya bertanya


"Sus, istri saya mau di bawa kemana? tanya nya saat melihat ranjang sang istri yang akan di dorong keluar dari ruang IGD.


" Pasien akan di pindahkan ke ruangan bersalin Tuan karena pasien akan segera melahirkan ".


Pramudya pun mengangguk mengerti jadi kini dia pun mengikuti ke dua perawat menuju ruangan bersalin bersama sang Bunda.


Tiba di ruangan bersalin Arlita langsung mendapatkan penanganan medis.Sang Dokter pun sudah bersiap-siap dengan di bantu oleh para perawat dan juga bidan.


Pramudya ikut menemani istrinya melahirkan walaupun ini bukanlah pengalaman pertama nya tapi tetap saja laki-laki itu sedikit gelisah dan khawatir takut terjadi apa-apa dengan istrinya.


Laki-laki itu melihat ke arah istrinya

__ADS_1


"Sakit Mas".


Laki-laki itu langsung mengusap-usap perut buncit istrinya dan berkata


" Sabar ya sayang sebentar lagi kita akan bertemu dengannya".ucapnya sambil menggenggam tangan istrinya yang tidak memakai infus.


Dokter pun kembali memeriksanya lalu memberikan instruksi agar segera mengikuti aba-aba nya.


"Kita mulai ya Nyonya".ucap Dokter dan Arlita pun mengangguk mengikutinya


Dokter itupun menyuruhnya mengatur napasnya dan sesuai dengan aba-aba nya pun hingga akhirnya terdengar lah suara tangis


oek.... oek... oek


Terdengar suara bayi menangis begitu kencangnya hingga papah muda itu pun tanpa terasa dia pun menangis


"Alhamdulillah.Terima kasih sayang".katanya sambil mencium kening istrinya dan mengusap keringat yang membasahi wajah cantiknya.


" Selamat Tuan dan Nyonya bayi bayinya cantik".


Pasangan pasutri itu tersenyum bahagia.


"Terima kasih Dok".


" Sama-sama.".


Perawat itu langsung membersihkan bayi perempuan itu setelah selesai perawat itupun langsung menyerahkannya kepada Ibunya dan di letakan di dadanya.


Bayi itupun menggeliat dan mulut mungilnya langsung mencari-cari sumber kehidupannya dan mengisapnya.

__ADS_1


"Anak kita pintar sayang".kata suaminya dan istrinya pun hanya tersenyum.


Beberapa jam kemudian


Arlita sudah di pindahkan di ruangan perawatan di mana suami dan juga Bunda mertuanya masih setia menunggu nya.Kini Ibu muda itu sedang tertidur setelah kelelahan saat melahirkan tadi.


Bayi mereka pun kini sudah berada di kamar rawat yang sama.


Papah muda itu terus saja memandangi wajah putrinya yang sangat begitu cantik.


"Putri mu cantik Nak".kata sang Bunda saat ikut mendekati box bayi dimana bayi mungil itu kini sedang tertidur dengan tenang.


Laki-laki itu pun tersenyum


" Iya bun,sangat cantik seperti Mamahnya".


"Iya sangat cantik".


"Terima kasih ya Bun, karena sudah ada untuk kami".ucapnya sambil memeluk Bunda nya.


" Sama-sama ".balasnya sambil menepuk-nepuk bahu sang putra dengan sayang.


" Jadilah suami dan Ayah yang baik untuk keluarga kecilmu. Ingat jangan pernah bermain api karena sekali kamu bermain api maka bersiap-siaplah untuk kehilangan ".


"Iya Bunda. Insya Allah aku akan menjauhi api itu, karena melihat istri ku tersenyum itulah kebahagiaan yang tidak terhingga untuk aku".


Wanita itupun terharu saat mendengar ucapan putranya.


Hingga terdengar suara

__ADS_1


" Mas".


bersambung


__ADS_2