Suamiku Adalah Cinta Pertamaku

Suamiku Adalah Cinta Pertamaku
126


__ADS_3

Pramudya membuka pintu mobilnya dengan pelan agar istrinya yang sedang tertidur itu tidak terganggu.


Dengan pelan di gendongnya tubuh istrinya untuk masuk ke dalam rumah di mana kedua orang tuanya dan juga si kembar kini sudah menunggu kepulangan dirinya dan juga istrinya.


Pintu pun terbuka terlihat Pramudya berjalan masuk sambil menggendong tubuh istrinya.Kedua orang tuanya yang melihatnya seakan-akan ingin bertanya mengapa putranya bisa menggendongnya.


"Dia tertidur mungkin pengaruh obat!ucapnya pelan dan semuanya pun mengangguk.


"Aku bawa Arlita ke kamar dulu".ucapnya lagi.


Pramudya berjalan menuju ke kamarnya yang kini berada di lantai bawah agar istrinya yang sedang hamil itu tidak terlalu capek berjalan.


Ceklek


(suara pintu di buka dari luar)


Laki-laki itu pun melangkah masuk ke dalam kamar menuju ke arah tempat tidur.Pelan-pelan di membaringkan tubuh istrinya di atasnya lalu menyelimuti nya dan menyalahkan Ac dengan suhu yang tidak terlalu dingin agar istrinya merasa nyaman.


"Selamat tidur sayang".ucapnya sambil mencium kening istrinya.


Dan setelahnya laki-laki itupun keluar dari dalam kamar untuk ikut bergabung dengan semua orang yang sedang bermain dengan si kembar.

__ADS_1


" Hemy, Hema Papah datang".ujarnya dan kedua anaknya yang berumur enam bulan itupun melihat kearahnya.


Keduanya pun bergerak mendekati sang Papah yang ikut duduk di karpet bulu yang halus karena kedua anak kembar nya sedang belajar merangkak.


"Ayo sini sama Papah".katanya lagi dan membuat keduanya pun bergerak cepat menuju ke arah Papahnya.


Dan.. hap


Kedua anaknya langsung memeluk tubuh Papahnya dengan sambil berebutan.


Dan semua sangat takjub karena anak kembar itu bisa mengetahui kalau yang laki-laki yang keduanya peluk itu adalah Papahnya.


" Pa... pa... pa".celoteh kedua anak kembarnya dan membuat laki-laki yang bergelar seorang Ayah itupun terkejut saat mendengar celotehan dari kedua anak kembarnya.


"Bun,mereka berdua baru saja memanggilku Papah Bun,Yah."ucapnya dengan nada bahagia.


" Iya.Bunda sama Ayah dengar. Hemy sama Hema sangat pintar ".ucap Ayahnya yang sudah ikutan bergabung bermain dengan kedua cucunya.


Kedua anak kembar itupun tertawa sambil memainkan air liur nya lalu keduanya pun merangkak turun dari tubuh Papah nya dan kembali memainkan mainannya di temani oleh omah nya.Sedangkan kedua laki-laki yang berbeda generasi itupun kembali mengobrol serius sambil melihat si kembar bermain.


" Bagaimana keadaan Lita? tanya Ayahnya.

__ADS_1


"Alhamdulilah Yah sudah keadaannya sudah mulai membaik".


"Syukurlah Ayah senang mendengarnya!Lalu apakah sekarang ini kandungannya sudah baik-baik saja?


"Semua nya baik Yah".


" Alhamdulillah.Muali sekarang jagalah istri mu baik-baik dan kamu tidak usah memikirkan Hemy dan Hema karena kami akan membantu menjaga mereka berdua selama keadaan istri mu masih sakit".ucapnya dan membuat Pramudya langsung memeluk tubuh laki-laki yang ada di hadapan nya.


"Terima kasih Ayah".


" Sama-sama putraku".balasnya sambil mengusap-usap punggung putranya.


"Aku beruntung karena sudah menjadi anak kalian berdua.Kalian berdua selalu ada untukku dan memberikan kasih sayang yang tidak terhingga. Terima kasih".


Laki-laki paruh baya itu pun tiba-tiba menangis karena terharunya dengan ucapan sang putra.


" Jadilah Ayah yang baik untuk anak-anak mu dan juga jadilah suami yang tidak akan pernah membuat istri mu menangis karena kalau samapi kamu membuat air matanya jatuh di kedua pipinya itu pertanda kamu sudah menyakitinya jadi mulai sekarang cintai, hargai dan sayangilah istri mu ".nasehat Ayahnya.


Pramudya hanya bisa mengangguk iya dan melepaskan pelukannya sambil menghapus air matanya yang tiba-tiba jatuh di kedua pipinya.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2