Suamiku Adalah Cinta Pertamaku

Suamiku Adalah Cinta Pertamaku
55


__ADS_3

Dalam perjalanan menuju rumah ibunya tiba-tiba Arlita meminta kepada suaminya untuk berhenti di sebuah tempat.Pramudya pun menurutinya.


Mobil itu berhenti di sebuah rumah petak yang bertuliskan rumah kontrakan.Pramudya mendadak bingung kenapa istrinya mengajaknya ke tempat itu.


"Ayo turun".ajak istrinya.


" Ah iya".balasnya masih dalam keadaan bingung.


Arlita menggenggam tangan suaminya dan mengajaknya memasuki area kontrakan itu.


Akhirnya mereka tiba di depan sebuah pintu kamar kontrakan yang tertutup mungkin yang mengontraknya sedang tidak ada di dalamnya.


Arlita mengajak suaminya untuk duduk di teras kontrakan itu.


"Duduklah".pintanya kepada suaminya.


Laki-laki itu pun duduk bersebelahan dengan istrinya.


"Di sini,di tempat inilah aku, ibu dan kedua adikku pertama kali tinggal, di tempat ini pula aku melihat ayah membuang kami, meninggalkan kami tanpa uang sepeser pun. Laki-laki itu membiarkan kami luntang lantung di kota Jakarta ini tanpa sanak saudara.


Yang membuat ku begitu sedih adalah pada saat ibuku sedang sakit parah berlari mengejar laki-laki itu, tapi laki-laki itu sama sekali tidak mempedulikan kami lagi.


"Kamu tau kontrakan ini".ucap istrinya sambil menunjuk kearah pintu kontrakan yang berada di belakangnya suaminya pun melihatnya.


" Seharusnya kami tidur di sini di mana hari itu adalah hari pertama kami datang ke kota ini tapi kenyataannya kami harus merasakan dingin angin malam dalam rumah sakit dengan suasana hati yang penuh dengan kekhawatiran.Bagaimana tidak pada saat itu kesehatan ibuku kembali drop karena shok dan tidak bisa menerima kenyataan bahwa laki-laki yang selama ini bersamanya pergi meninggalkannya".ucapnya.


Suaminya masih diam dan mendengarkan semua yang di ucap kan oleh istrinya.


"Setelah beberapa hari di rawat akhirnya kondisi ibu mulai membaik dan sudah diperbolehkan pulang,aku sangat beruntung pada saat itu ada orang baik yang membayar semua tagihan selama ibu di rawat.Aku sudah pernah ceritakan ke kamu tentang Ibu Vira dan suaminya kan?


Suaminya mengangguk.

__ADS_1


"Merekalah yang telah membantu kami.Mereka adalah malaikat tak bersayap yang Allah kirimkan untuk kami kalau tidak ada mereka mungkin kami masih hidup apa tidak".


"Dan di sini pula lah untuk pertama kali kami tinggal dan tidur beralaskan tikar tanpa kasur, tanpa bantal bahkan selimut pun kami tidak punya.Aku hanya punya satu kain yaitu kain panjang yang biasa aku gunakan untuk mengendong Mutia".ucap istrinya tanpa terasa dia pun menangis.


Pramudya memeluk istrinya dengan perasaan marah kepada sang ayah mertua mengapa dia begitu tega meninggalkan keluarganya hanya karena nafsu sesaat.


"Pantas saja Arlita sangat membencinya".ucap Pramudya dalam hatinya.


Laki-laki itu membiarkan istrinya menangis karena dengan begitu beban di hatinya akan sedikit berkurang.Setelah beberapa saat kemudian tangis istrinya pun mulai mereda lalu di bersihkan air mata yang masih membekas di wajah cantik istrinya dengan lembut.


" Kamu wanita yang hebat sayang, aku beruntung mempunyai istri kamu".


Istrinya tersenyum.


"Mulai sekarang kamu harus mulai berbagi suka dan duka kamu sama aku karena aku akan selalu ada di samping kamu".


Istrinya mengangguk.


"Baiklah ".ucapnya dan langsung mengikuti langkah suaminya.


Tapi langkah mereka berdua berhenti saat seseorang memanggil namanya.


" Sebentar Pram seperti ada seseorang manggil nama aku".ucapnya kepada suaminya.


" Arlita ".


Dia pun menoleh saat melihat seorang wanita separuh baya mendekatinya.


" Ibu Disa".


Wanita itu langsung memeluk nya.

__ADS_1


"Gimana kabar kamu sayang?


" Alhamdulillah Lita baik bu, gimana kabar ibu?


"Alhamdulillah kabar ibu baik.Ibu kamu sehat?


" Alhamdulillah ibu sehat".


"Syukurlah".katanya sambil melihat laki-laki tampan di samping gadis itu.


Arlita pun menyadarinya.


" Oh iya bu kenalkan suami Lita, Pramudya. Pram ini bu Disa.Bu Disa ini yang mempunyai kontrakan ini ".


Suaminya pun memperkenalkan dirinya membuat wanita itu terkejut.


"Kamu sudah menikah Ta?tanyanya dengan wajah tak percaya.


"Itu benar bu kami sudah menikah tiga bulan lalu".ucap Arlita memberitahu.


"Ibu ucapkan selamat atas pernikahan kalian semoga rumah tangga kalian menjadi keluarga sakinah, mawadah dan warohmah, aamiin".


" Aamiin.Terima kasih bu.Kalau begitu kami pamit dulu mau ke rumah ibu".


"Iya, hati-hati di jalan".


"Iya bu.Assalamu'alaikum".pamit keduanya dan pergi meninggalkan kontrakan itu.


"Waalaikumsalam" balasnya sambil melihat pasangan muda itu pergi menjauh dari tempatnya berdiri.


"Semoga kamu terus hidup bahagia Arlita sudah cukup selama ini kamu hidup menderita".doa bu Disa dalam hati.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2