Suamiku Adalah Cinta Pertamaku

Suamiku Adalah Cinta Pertamaku
98


__ADS_3

Kedua pasangan suami istri kini sudah masuki rumahnya dan di sambut oleh Bi Inah yang sudah menunggu kedatangan kedua majikannya.


"Assalamualaikum Bi".


" Waalaikumsalam Mba,Mas.Selamat datang kembali ke rumah".ucapnya dengan senyum senang atas kedatangan kedua majikannya.


Keduanya pun tersenyum.


"Aku ke sana dulu".ucapnya sambil menunjuk ke arah sofa dan istrinya pun mengangguk


lalu Pramudya meninggalkan istrinya agar mereka berdua bisa berbicara santai.


"Makasih ya Bi, saya juga senang bisa pulang ke rumah lagi".balas Arlita sambil memegang tangan wanita paruh baya itu.


"Sama-sama Mba.Saya buatkan makan siang Mba?


"Tidak usah Bi saya sudah makan.Saya mau langsung ke kamar mau langsung istirahat saja."


Wanita itu pun mengangguk.


" Saya ke kamar dulu ya Bi".


"Ya Mba".


Arlita menghampiri suaminya yang sedang duduk di sofa.


" Sayang".panggilnya dan suami tampannya pun langsung menoleh dan berdiri mendekati di mana istrinya berada.


"Iya sayang,sudah selesai kangennya?


"Sudah.Sekarang aku mau istirahat, bisa temani aku ke kamar?


"Tentu saja sayang, ayo".balasnya sambil tangannya memeluk pinggang istrinya dengan sayang.

__ADS_1


Sampailah keduanya di dalam kamar mereka.Pramudya membantu istrinya merebahkan tubuhnya serta menyelimutinya.


"Istirahatlah aku ada di sini. Aku akan menemani kamu tidur".ucapnya sambil mengusap-usap rambut istrinya juga mencium kening istrinya.


Istrinya pun mengangguk lalu perlahan-lahan kedua mata istrinya pun tertutup dan tak lama terdengar suara napas yang sangat beraturan menandakan bahwa istrinya kini sudah tertidur.


"Tidurlah sayang."katanya sambil berdiri dan melangkah ke arah sofa untuk mengecek pekerjaannya.


Di tempat berbeda.


Di dalam sebuah kamar seseorang sedang duduk termenung di atas tempat tidurnya.Tapi tiba-tiba dirinya pun mendengar suara pintu di ketuk dari luar.


Tok... tok... tok


"Mba boleh saya masuk".


" Masuklah, pintunya tidak di kunci".


Keduanya pun tersenyum.


"Duduklah Vir".perintahnya lalu wanita itupun duduk di dekatnya.


" Ada apa?


Vira menggenggam kedua tangan wanita yang di panggilnya dengan sebutan Mba.


"Apa Mba baik-baik saja? tanyanya sambil melihat mata wanita itu basah dengan air mata.


Wanita itu hanya terdiam sambil. menghapus air mata yang membasahi ke dua pipinya.


Vira lebih mendekatkan tubuhnya dan langsung memeluk ibu dari putri angkatnya itu dengan perasaan hati yang sulit untuk di katakan dengan kata-kata.


Sekarang dirinya tau mengapa putrinya begitu tertutup terhadap dirinya ternyata inilah sebabnya putrinya harus menekan perasaannya untuk menghormati ibunya,berpura-pura tersenyum dan bahagia hingga siapa pun tidak pernah tau beban yang harus di alaminya di usianya yang baru menginjak remaja.

__ADS_1


Keduanya pun larut dengan hati masing-masing.Setelah keduanya kembali tenang barulah mereka berbicara dari hati-hati.


"Saya adalah ibu yang paling buruk untuk anak-anak saya.Di saat mereka masih membutuhkan perhatian saya tapi kenyataannya hati saya hanya fokus dengan sakit hati saya saja samapi-sampai mereka harus mengurus diri masing-masing".


"Mengapa dulu saya begitu bodoh hingga melepaskan tanggung jawab saya sebagai seorang ibu.Sekarang saya sungguh-sungguh sangat menyesalinya Vir, saya telah menyiakan-nyiakan waktu dengan hal yang tidak berguna".


Vira mengusap-usap punggung wanita itu mencoba untuk memberinya semangat.


" Ini sudah takdir Mba jadi kita tidak bisa merubahnya.Sekarang ini lebih baik kita fokus dengan keadaan putri kita dulu apakah sekarang ini keadaannya baik-baik saja atau sebaliknya.


Terus terang Mba hati saya sekarang ini sangat tidak tenang sebelum mengetahui kabarnya "


Wanita yang ada di hadapannya ini pun baru teringat akan kabar putrinya lalu dengan cepat dia pun mengambil handphonenya dan menghubungi nomor sang anak tapi nomor handphonenya tidak tersambung.


Tut.. tut.. tut. .


Terus saja wanita menekan nomornya tapi tetap saja handphonenya berbunyi


"Nomor yang Anda hubungi kini telah berada di luar jangkauan."


"Bagaimana Mba?


"Handphonenya keduanya sedang tidak bisa di hubungi".


"Mungkin handphone mereka sedang di cas, nanti kita telepon lagi mungkin mereka butuh waktu berdua Mba"


"Mudah-mudahan apa yang kamu katakan benar Vir".


Sambil menunggu telepon dari putrinya kedua wanita itupun larut dengan dunia mereka masing-masing.


bersambung


"

__ADS_1


__ADS_2