
Hampir pukul setengah delapan saat Pramudya baru kembali ke kamar rawat istrinya setelah melaksanakan sholat isya barulah dia menemui istrinya yang sudah sadar dari pingsannya.
Pelan-pelan di buka pintunya dan dia pun melihat istrinya sedang melihat ke arah nya dengan bibir tersenyum.
Laki-laki itu pun langsung mendekati brankar di mana istrinya berada.
"Pram kamu dari mana? tanyanya sambil memintanya lebih mendekat.
Laki-laki itu pun mendekat dan menggenggam tangan kanan istrinya yang masih terpasang jarum infus di atas nya.
" Aku habis sholat isya sayang ".ucapnya jujur.
Istrinya pun mengangguk.
Perhatian pemuda itu membuat Ibu dari gadis cantik itu merasa terharu kini dirinya benar-benar sangat yakin bahwa Pramudya adalah sosok laki-laki yang sangat bertanggung jawab dan bisa menjaga putri nya dengan baik.
" Kamu sudah makan belum?tanya istrinya.
"Sudah".
Arlita menatap suaminya dan suaminya pun melihatnya.
" Kenapa sayang?Apa ada sakit?tanyanya dengan wajah khawatir.
Istrinya menggelengkan kepalanya lalu dia pun berkata dengan wajah sedih.
__ADS_1
"Maaf".
Pramudya menggenggam tangan istrinya dengan lembut dia pun berkata
" Minta maaf untuk apa?
"Karena lagi-lagi aku sakit dan membuat kamu khawatir".
Ucapnya menyesal tanpa terasa dia pun menangis.
Pramudya melihat raut wajah istrinya yang sedikit pucat lalu mengusap pipinya yang sudah basah dengan air mata dan membersihkan nya dengan tisu.
" Jangan nangis sayang.Aku tidak merasa kamu repot kan ini adalah tugas aku sebagai suami dan calon ayah yang baik jadi kamu jangan pernah merasa seperti itu, hanya satu pintaku jangan sakit lagi ya".
Istrinya mengangguk lalu memeluk tubuh suaminya dengan erat,hatinya begitu bahagia, tanpa mereka sadari di ruangan itu terdapat tiga orang yang sedang melihat kearah mereka karena Faiz dan Mutia baru saja kembali dari kantin rumah sakit untuk makan.
Ke duanya melihat ke arah sumber suara dan keduanya pun tertunduk malu lalu melepaskan pelukan mereka.
" Kamu sih, jadinya aku malu kan".ucap istrinya dengan pipi yang sedikit merah karena menahan malu.
Suaminya tersenyum.
"Kangen sayang".
Aksi keduanya membuat Faiz mendekati kakaknya.
__ADS_1
" Kak. Ingat masih ada kita di sini".
"Namanya juga lagi bucin ya begitulah".celetuk Mutia.
Ucapan Mutia membuat kedua pasangan itu tersenyum.
" Nah itu kamu tau ".ucap kakak nya sambil memberikan satu jempolnya.
Akhirnya semuanya pun tertawa. Sang ibu mendekati anak gadisnya dan mengusap-usap rambut panjang anak nya dengan sayang lalu mereka berdua berpelukan.
"Kakak sayang banget sama ibu".
" Ibu juga sayang banget sama kakak, jadi kakak harus sehat ya".
Arlita pun mengangguk.Lalu kedua adiknya pun ikut berpelukan membuat suasana kamar itu begitu hangat.
Sementara itu di tempat lain lebih tepatnya kantor polisi tampak seorang wanita sedang berada di dalam sel.
Wanita itu kini telah mendapatkan hukuman atas perbuatan nya yang telah dengan sengaja melakukan pembunuhan berencana.
Awalnya dia tadi sempat kabur saat penangkapan tapi akhirnya dia pun kini tertangkap dan sekarang dia pun sudah di masukkan ke dalam penjara.
Dia berdiri di dekat sel sambi menangis kini dia sendiri tanpa seorang pun yang menemani nya.
"Kalau saja aku tidak melakukan hal jahat ini,mungkin sekarang aku masih berada di luar sana tapi karena rasa dendam di hatiku aku melakukan hal jahat yang tidak pernah aku inginkan".ucapnya menyesal tanpa terasa dia pun menangis meratapi nasibnya.
__ADS_1
bersambung