
Acara dinner romantis pun selesai Pramudya melihat kearah istri cantiknya.
"Kamu suka dengan surprise yang aku berikan?
" Sangat suka, terima kasih suamiku karena sudah memberikan kado ulang tahun yang sangat indah".
"Sama-sama istriku tapi apakah kamu tidak ingin memberikan suamimu ini hadiah?
" Kamu minta hadiah?
"Yap".
"Kamu mau aku beri hadiah apa?
"Em... apa ya?
" Loh kok tanya aku kan kamu yang ingin di berikan kado dari aku ".
" Karena aku bingung mau kado apa?
"Justru yang bingung itu adalah aku".
" Loh kok gitu?
"Ya iyalah, bagaimana aku tidak bingung, kamu itu sudah punya segalanya seperti uang, mobil, rumah bahkan kekayaan kamu itu sudah tidak terhitung lagi jadi hadiah apa yang harus aku berikan kepada suamiku yang sudah sangat kaya raya".
" Ah... ah.. ah.
Laki-laki itu tertawa mendengar perkataan jujur dari mulut istrinya.
__ADS_1
"Aku benarkan?
" Kamu itu polos banget sih sayang, jujur saja aku sangat senang mendengar nya".
"Apa sih sebenernya yang Mas bicarakan lama-lama aku merasa menjadi seperti orang yang tidak tau apa-apa".
" Tidak apa-apa sayang lupakan. Jadi boleh aku sebutkan satu hadiah yang sangat aku inginkan?ucapnya sambil menaik turun kan alisnya.
"Sebutkan lah mudah-mudah kamu tidak meminta hadiah yang sangat mahal karena aku tidak mempunyai banyak uang".
Laki-laki itu pun tersenyum.
" Tenang saja sayang hadiah yang aku minta tidak berhubungan dengan uang dan hanya kamu yang bisa mengabulkan nya".
"Benarkah?tanyanya tidak percaya.
" Baiklah sekarang coba katakan."
"No.Tidak sekarang tapi nanti. Sekarang ini aku ingin mengajak kamu keliling Restoran baru kita sekaligus aku kenalkan dengan semua karyawan yang kerja di sini".
Gadis itupun mengangguk iya.Dan kini keduanya pun sedang mengelilingi area restoran dan pandangannya meneliti semuanya yang ada di dalam restoran baginya ini sudah benar-benar sangat sempurna. Dia pun tersenyum senang.
" Siapa yang bertanggung jawab di restoran ini Mas?
"Joko".
" Joko sahabat kamu itu?
"Ya sayang".
__ADS_1
" Sekarang teman kamu itu ada di mana? ucapnya saat melihat sekeliling area restoran tapi tidak terlihat laki-laki yang bernama Joko itu.
Suaminya pun terdiam lalu sejenak pikiran Arlita mulai memindai sesuatu yaitu dirinya lupa kalau suami posesif nya ini tidak suka kalau membicarakan laki-laki lain saat bersama dirinya.
Wanita cantik itupun berbalik melihat ke arah suaminya yang hanya berdiri sambil melipat kedua tangan nya di atas dadanya sambil melihat dirinya dengan sorot mata yang akan menerkam nya hidup-hidup.
"Maaf Mas aku lupa".katanya dengan rasa sedikit takut melihat suaminya dalam mode seperti itu.
Tapi laki-laki masih terdiam tanpa ingin menjawabnya.Lalu Arlita menghampiri suaminya dan menarik tangan kanannya lalu merangkulnya.
" Mas".rengeknya dengan suara sedikit manja.
"Hem".balasnya.
"Mas masih marah? tanyanya tapi laki-laki masih saja terdiam.
" Please maafin aku ya! Masa Mas tega sih marah sama aku di hari spesial buat aku ".bujuknya.
Laki-laki itupun mengambil napas dalam-dalam lalu menghembuskannya. Sungguh hatinya tidak tega melihat istrinya itu dalam mode manja.Dengan hati yang masih sedikit kesal dia pun memeluk tubuh ramping istrinya lalu mencium kepalanya yang tertutup hijab.
"Jangan pernah sebut nama laki-laki lain jika bersama ku, bisakah?tanyanya dan istrinya pun menganggukkan kepalanya tanda iya.
" Sekarang lebih baik kita pulang karena ada hal yang ingin aku kerjakan ".kata suaminya.
" Baiklah ".ucapnya lagi-lagi menurut tanpa membantah perkataan suaminya.
Keduanya pun berjalan keluar dari dalam restoran sebelum sempat laki-laki itu memperkenalkan semua karyawan kepada istrinya karena tiba-tiba saja suasana hatinya mendadak menjadi kesal sat sang istri menyebut nama laki-laki lain selain dirinya.
Bersambung
__ADS_1