
Di sebuah rumah terlihat seorang laki-laki separuh baya sedang duduk di kursi kerjanya.
Pandangan matanya terlihat lurus ke arah jendela kaca.Pertemuan singkat dengan anak sulungnya telah membuatnya tidak bisa tidur nyenyak.
Putrinya kini sudah berubah menjadi seorang gadis cantik, tinggi tapi memiliki tatapan mata penuh dengan kebencian yang tersirat karena banyaknya luka.
Ada rasa bersalah di hatiku.
Mengapa dulu diriku begitu jahat karena telah meninggalkan anak-anak ku dan juga menceraikan istriku dalam keadaan sakit tanpa memberikan uang untuk mereka.
Aku memegangi dadaku yang sesak dan berkali-kali memukulnya untuk mengurangi rasa sesaknya.
"Mengapa, mengapa aku ini!Mengapa bisa aku menjadi ayah yang tidak bertanggung jawab?
" Aku harus meminta maaf!
Kemarin dirinya pergi ke Restoran tempat putrinya bekerja, tapi dia tidak melihatnya.
"Hari ini aku harus ke pergi Restoran itu lagi,siapa tahu hari aku bisa menemuinya".ucapnya dalam hati dengan penuh semangat.
Mungkin Tuhan memang sedang berpihak padaku.Saat aku selesai memakirkan mobil aku melihat Arlita baru turun dari motor ojek online.
__ADS_1
Dengan tergesa-gesa aku berjalan mendekatinya.Entah terpaksa atau tidak kami pun berbicara.
Aku terkejut saat mendengar putriku bicara, aku tidak menyangka putri yang dulu begitu banyak bicara kini telah menjadi gadis yang irit bicara.
Bahkan kata-kata yang di ucapkan nya sama seperti perkataan waktu aku mengucapkan bahwa mereka adalah beban itu membuat hatiku sakit.Di kembalikan lagi amplop coklat yang aku berikan tanpa melihat isinya.
"Apa tidak ada maaf untuk ayahmu ini Nak".ucapku dalam hati saat melihatnya sudah jauh meninggalkan ku.
Hari berikutnya aku kembali ke Restoran itu lagi tapi aku tidak melihatnya.Tapi seseorang laki-laki muda mendekatiku lalu mengajakku untuk bicara sebentar.
Dia memberitahukan kepada ku bahwa Arlita sakit,kini di rawat di rumah sakit.Dan hari ini dia meminta ku untuk datang ke rumah sakit sebagai wali untuk putriku.
Aku menangis setelah aku mengetahui kenyataan tentang penyakit Arlita karena diri ku.
"Ya menyesal mengapa aku baru menyadarinya sekarang".ucapku dalam hati.
Kini aku baru menyesali semuanya. Tapi apakah dengan menyesali semua kesalahan ku, semuanya akan kembali lagi seperti semula? Tentu jawabannya adalah tidak.
Kini dirinya baru menyadarinya setelah usianya tidak muda lagi.
Banyak waktu yang terbuang hanya untuk sia-siakan.
__ADS_1
Kini ke tiga anak ku sudah tumbuh besar.Anak yang dulu pernah aku sia-siakan sekarang ini mereka bisa mendapatkan hidup yang layak dari hasil kerja keras si putri sulung.
Di umur yang masih begitu muda Putri ku harus berjuang untuk mencari nafkah sedangkan aku apa yang aku lakukan?
Pertemuan nya dengan putri sulungnya secara tidak sengaja membuatnya semakin merasa bersalah. Putriku akan kembali drop saat melihatku.
"Apa yang harus aku lakukan? tanyanya dalam hati.
Putri kecilku kini sudah berubah menjadi seorang gadis yang sangat kuat, mandiri dan aku sangat malu pada diriku sendiri, sebagai seorang ayah.
"Ayah macam apa aku ini!batinnya berkata.
Diam-diam aku selalu mendatanginya saat dia masih di rumah sakit dan setelah pulang ke rumah pun aku hanya bisa melihatnya dari jauh.
Rasanya aku ingin memeluk putriku lagi tapi aku menyadari bahwa itu tidak akan mungkin terjadi.
Kehadiran ku hanya akan membuatnya semakin sakit.Trauma yang aku berikan telah membuatnya rapuh dan depresi nya tidak akan pernah sembuh.
"Maafkan ayahmu ini putriku sayang! Maaf.. maafkan ayah Nak".
bersambung
__ADS_1