
Arlita berjalan santai di temani suami tampannya.Ada rasa yang tidak bisa di ucapkan dengan kata-kata hanya rasa syukur kepada Allah telah membuat hidupnya kini jauh lebih berwarna.
Udara pagi dan suara kicauan burung terdengar begitu merdu menambah suasana begitu
indah.
Sepasang anak manusia kini sedang berjalan menyusuri jalanan kompleks sambil. bergandengan tangan.Setelah keduanya berjalan cukup jauh dari rumah,Pramudya pun berinisiatif bertanya kepada istrinya saat merasakan genggaman tangannya terlepas.
"Kamu capek sayang?ucapnya sambil memeluk tubuh istrinya dari samping.
Istrinya pun mengangguk
" Iya aku capek.Bisa ngga kita istirahat sebentar?tanyanya sambil menatap wajah suaminya.
Laki-laki itu tersenyum lalu mengangguk.
"Kita duduk di sana".tunjuknya kearah kursi panjang.
" Ah... ".kata istrinya terkejut saat
tiba-tiba suaminya langsung mengangkat tubuhnya lalu dia pun menggendongnya menuju kursi.
" Sayang kenapa aku di gendong sih?
"Karena kamu sekarang sedang capek jadi aku tidak mau ambil resiko kamu dan calon baby kita kenapa-kenapa".
" Sayang jika seorang wanita sedang hamil cepat capek itu adalah biasa karena di dalam perutnya sedang membawa beban".
__ADS_1
"Aku tau sayang tapi aku ini adalah suamimu dan calon ayah dari anak yang koni ada didalam perutmu jadi aku bertanggungjawab untuk menjagamu dalam keadaan apapun".
" Tapi aku berat sayang nanti kamu capek sehabis menggendong aku".
"Ah.... ah... ah(laki-laki itu tertawa sumpah istrinya kali ini benar-benar tidak bisa di ajak romantis)
" Kok kamu tertawa sih?
"Habisnya kamu itu polos banget sayang".
Istrinya mendongakkan kepalanya melihat ke wajah suaminya yang sangat terlihat tampan.
" Memangnya aku sepolos itu ya?
"Tidak semuanya sayang ada satu hal yang tidak membuat mu polos."
"Oh ya hal apa itu?
" Kenapa malu bukankah kit berdua sudah terbiasa melakukannya? katanya sambil menarik turunkan sebelah alisnya.
"Dasar mesum".balasnya sambil menyembunyikan wajahnya di dada bidang sang suami.
Suaminya pun tersenyum karena melihat tingkah istrinya yang membuatnya semakin gemas.
Pramudya menurunkan istrinya setelah sampai di kursi panjang. Kini keduanya pun duduk sambil meminum air putih yang tadi mereka bawa dari rumah.
Pramudya sengaja membawa air minum untuk istrinya minum karena ibu hamil harus banyak minum air putih.
__ADS_1
Sementara di tempat berbeda.
"Apa kamu sudah mencari tau tentang tiga orang itu?
" Sudah Tuan.Ini".ucapnya sambil menyerahkan sebuah map coklat.
"Apa ini?
" Itu data-data ketiga orang yang sedang berada di rumah itu Tuan".
Laki-laki itupun mengambil map itu lalu dia pun memberikan orang suruhannya itu sebuah amplop cokelat yang di dalamnya sudah berisi uang sebagai bayaran atas kerja kerasnya dalam mencari informasi orang yang sedang di intainya.
"Terima kasih Tuan".ucapnya setelah menerimanya.
"Hem.Pergilah jika aku butuh jasamu lagi aku akan memanggilmu. "
"Baik Tuan, saya permisi".ucapnya melangkah keluar dari ruang kerja Tuannya dengan wajah yang begitu senang atas keberhasilan dalam menyelesaikan tugas rahasianya.
Selepas Laki-laki suruhannya pergi dia pun membukanya lalu dengan teliti dia pun membacanya.
Di taruh nya map itu di atas meja lalu Laki-laki itupun menyandarkan tubuhnya di kursi kerjanya sambil pandangannya lurus ke arah langit-langit.
"Aku akan merebut perhatian kalian lagi dan aku berjanji setelah mendapatkannya aku tidak akan membuat hidup kalian menderita lagi.
Aku tidak mau orang lain yang mendapatkan kasih sayang kalian, sungguh jika saat itu terjadi aku benar-benar sangat cemburu.
Aku berharap setelah kita kembali hidup bersama sebagai keluarga yang utuh, aku akan mengganti waktu yang telah terbuang."
__ADS_1
"Tunggulah kedatangan ku".ucapnya sambil mematikan rokok dan menaruhnya di dalam asbak.
bersambung