
Pramudya mendorong kursi roda yang di duduki oleh istrinya menuju pintu keluar karena hari ini wanita yang sangat di cintai nya itu sudah di izinkan pulang setelah selesai melakukan pemeriksaan kesehatan nya dan juga bayinya ke dua nya dalam keadaan sehat.
Sang Bunda pun langsung membantu mengendong cucunya, bibirnya terus saja tersenyum hatinya begitu bahagia karena sekarang anggota keluarga nya bertambah lagi.
Sudut matanya sedikit basah dengan air mata yang tiba-tiba saja menetes. Keinginannya untuk mempunyai anak perempuan memang tidak di kabulkan oleh Allah tapi Allah kini sudah menggantinya dengan kehadiran ke dua cucu perempuan dan itu semakin membuat nya begitu bahagia.
"Mas".
" Ada apa sayang? Apa kami butuh sesuatu?tanyanya sambil menghentikan kursi roda istrinya.
Istrinya mendongakkan wajahnya ke atas sambil melihat wajah suaminya.
"Kenapa kedua orang tuaku tidak menjenguk ku?
Laki-laki itupun tersenyum saat mendengar pertanyaan istrinya.Pramudya pun langsung melangkah ke depan kursi dan menggenggam kedua tangan istrinya sambil mengusap-usap nya lembut.
" Sebenarnya tadi Ayah telepon Mas katanya mereka mau ke sini tapi aku bilang tidak usah karena hari ini kamu sudah di perbolehkan pulang dan aku meminta mereka menunggu di rumah saja sambil lihat si kembar. Dan mereka pun setuju jari sekarang ini di rumah kita semua orang sudah menunggu kepulangan kita di rumah".Laki-laki memberitahu istrinya itu dengan sangat-sangat lengkap.
Istrinya menarik napas dalam-dalam lalu di hembuskan dengan pelan.
__ADS_1
"Ternyata aku hanya salah paham. Terus terang tadi dalam hati aku ,aku sudah sedikit berburuk sangka padahal kan mereka adalah keluarga ku sendiri".ucap Arlita dengan wajah sedikit merasa bersalah.
Suami mengusap-usap punggung tangan istrinya untuk memberikan nya sedikit ketenangan.
"Tidak apa-apa sayang itu adalah hal yang wajar apalagi kondisi kamu yang baru habis melahirkan. Percayalah keluarga mu sangat menyayangimu.
Jadi sekarang kita sudah bisa melanjutkan perjalanan kita?
" Iya".ucapnya sambil kembali mendorong kursi roda istrinya untuk berjalan keluar dari rumah sakit.
Sampai di pintu keluar rumah sakit mereka langsung menuju mobil yang sudah menunggu kedatangan mereka.
Arlita duduk di kursi penumpang bersama dengan Bunda mertua nya yang menggendong bayinya.
Sementara di rumah
Semua orang sibuk menghias ruangan dengan berbagai macam hiasan mulai dari balon-balon yang sudah di tiup dan beberapa vas bunga -bunga segar di letakan di setiap sudut semakin menambah suasana begitu meriah seperti acar ulang thaun saja.
"Bagaimana semua sudah selesai?tanya seorang wanita separuh baya kepada semua orang yang berada di sana.
__ADS_1
Semuanya pun kompak mengiyakan.
" Alhamdulilah. Hanya tinggal menunggu kedatangan mereka saja ".katanya dengan senyuman mengembang dari sudut bibirnya.
Lalu kini wanita itu langsung menuju kamar si kembar. Di bukanya pintunya lalu dia pun masuk ke dalam kamar di kembar.Di lihat nya kedua pengasuhnya sedang memakaikan selimut kepada si kembar yang sekarang sedang tertidur pulas di dalam box tidurnya.Kedua pengasuhnya ikut menunggu sang majikan kecilnya yang kini sedang tertidur lelap sehabis meminum susunya.
Dan tak lama terdengar suara sebuah mobil berhenti tepat di depan rumah.
"Mungkin mereka sudah sampai".batinnya dalam hati lalu melihat kearah kedua pengasuh si kembar.
" Tolong jaga si kembar ya Mba".
"Baik bu".
Wanita itu pun berjalan kearah pintu luar lalu dengan cepat dia pun langsung membuka pintu dan melihat siapa sosok yang berada tepat di hadapan nya.
" Kalian ".
bersambung
__ADS_1