Suamiku Adalah Cinta Pertamaku

Suamiku Adalah Cinta Pertamaku
157


__ADS_3

Arlita merebahkan tubuhnya di tempat tidur karena dia merasakan rasa kantuk kini sudah menyerangnya, bahkan dalam sekejap saja Ibu muda itupun tertidur pulas di kamarnya.


Ibu muda itu baru bisa tertidur pulas saat masalah adiknya telah selesai dan kini dirinya hanya fokus untuk menyelesaikan skripsinya agar dirinya cepat lekas wisuda dan kembali fokus kepada keluarga kecilnya.


Ceklek


(suara pintu di buka dari luar)


Seseorang pun masuk dan dia pun memindai sekeliling kamar dan bibirnya pun tersenyum saat melihat orang yang di carinya kkni sedang tertidur di atas tempat tidur dengan lelapnya.


Dia pun melangkah mendekati ranjang lalu dia pun mendekatkan wajahnya dan


Cup


Dia pun mencium kening wanita itu dengan lembut lalu mengusap-usap pipinya.


"Pasti kamu lelah ya sayang?ucapnya sambil melihat wajah lelahnya wanita nya setelah itu dia pun berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Suara gemercik air membuat wanita yang sedang tertidur itupun menjadi terbangun dan dia pun melihat jam dinding.


"Sudah jam 3 sore,aku harus bangun".ucapnya sambil menyingkap selimut dan bersamaan dengan seseorang yang keluar dari kamar mandi.


" Mas sudah lama pulangnya? tanya nya yang masih terduduk di tempat tidur sambil mengikat rambut panjang nya.


"Belum lama sayang".


"Maaf aku ketiduran jadi tidak menyambut Mas pulang".ucapnya dengan nada sedikit menyesal.


" Tidak apa-apa sayang aku ngerti kok".jawabnya sambil tersenyum masih dalam posisi berdiri.


"Aku ambilkan Mas pakaian ganti dulu".katanya sambil berjalan ke lemari untuk mengambil pakaian ganti suaminya.

__ADS_1


Laki-laki itupun menunggu nya san tak lama istrinya pun sudah kembali membawa pakaian ganti untuknya.


" Ini Mas".katanya sambil meletakkan pakaian itu di atas tempat tidur.


"Makasih sayang".


" Iya.Aku tinggal dulu".


"Mau kemana?


" Mau mandi Mas, aku belum sholat ashar".


"Oh.. aku kira kamu mau kemana".ucapnya sedikit malu.


Wanita itu mengerutkan tanda t keningnya tanda tidak mengerti dengan perkataan suaminya lalu berjalan ke arah kamar mandi.


Arlita pun keluar dari kamar dengan memakai handuk dan dengan tubuh yang sudah fresh.


" Mas".


"Hem".


" Aku mau ambil baju dulu Mas".


"Hem ambilah".


" Bagaimana aku bisa mengambilnya kalau Mas peluk aku seperti ini".protesnya tapi laki-laki itu tidak perduli kini tangannya sudah mulai gencar menggerayanginya.


"Mas geli".katanya saat dia merasakan bibir suaminya sedang mencium lehernya.


" Sayang aku kangen ".

__ADS_1


" Tapi ini masih sore Mas".


"Aku tidak perduli mau siang, sore ataupun malam bagi ku sama saja, sama-sama nikmat".


" Tapi aku belum sholat ashar Mas nanti keburu waktunya habis".


"Aku janji hanya sebentar saja mainnya".bujuknya.


Akhirnya Ibu muda itupun mengangguk dan laki-laki itupun tersenyum.


Tanpa menunggu lama keduanya pun akhirnya menikmati suasana sore itu dengan menikmati indahnya surga dunia.


Satu jam mereka baru merampungkan kegiatan nya, kini Ibu muda itu sedang berada di meja riasnya sambil memegangi hair dryer untuk mengering kan rambutnya.Wajahnya terlihat begitu lelah setelah melayani suaminya.


"Kata Mas tadi sebentar".ucapnya dengan nada sedikit kesal.


" Maaf sayang habisnya enak sih jadinya kebablasan deh".ucapnya sambi tersenyum.


"Mas nyebelin".


Laki-laki itupun mendekati kursi di mana istrinya kini sedang terduduk sambil tangannya memegangi hair dryer dan diapun langsung mengambil alih


"Sini biar aku bantu mengering kan nya".


Wanita langsung menyerahkan hair dryer kepada suaminya dan dia pun merasakan kini suaminya mengering kan rambutnya dengan penuh kelembutan.


" Makasih Mas".ucapnya setelah selesai mengeringkan rambutnya .


"Sama-sama istriku".


Keduanya pun tersenyum tapi keduanya pun terburu-buru keluar dari kamar saat mendengar keributan di ruang keluarga.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2