
Lelah!Rasa itu yang kini sedang dialami oleh Arlita.Kehamilan nya yang kedua kali ini telah membuat tubuhnya begitu cepat lelah apalagi kini dirinya harus mengalami morning sickness dan membuatnya harus mendapatkan penangan medis.
Hingga disinilah kini dirinya kini sedang terbaring di ranjang rumah sakit dengan jarum infus di tangan kanannya.
Ibu muda itu tadi di temukan pingsan di kamarnya.Sang suami yang pertama kali menemukan istrinya dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Dan laki-laki itu langsung membawa istrinya ke rumah sakit karena laki-laki takut terjadi sesuatu kepada istrinya.
Dan di sinilah kini dirinya berada di ranjang sebuah rumah sakit.Laki-laki itupun memang mengakui bahwa kehamilan istrinya yang kedua kali ini sangat berbeda dari kehamilan pertamanya dimana istrinya sama sekali tidak mengalami morning sickness.
Pramudya melangkah mendekati ranjang di mana tubuh istrinya kini berbaring.Ada rasa sedih di kedua sorot matanya.
Dia pun duduk di kursi dekat ranjang sang istri, di genggam nya tangan istrinya lalu menciumnya.
"Maafkan aku sayang sudah membuat kamu seperti ini!
Seandainya aku bisa menggantikan rasa sakit kamu mungkin kamu tidak akan merasakan sakit lagi".ucapnya dengan rasa sedih.
Hingga tiba-tiba kedua mata istrinya kini terbuka dan pertama-tama kedua matanya melihat sekeliling ruangan itu.
Dia mengerut kan keningnya dan kini pandangan matanya melihat sosok suaminya.Laki-laki itu tersenyum sambil masih menggenggam tangannya yang tidak ada jarum infusnya.
"Sayang kamu sudah bangun?
__ADS_1
"Ini di mana?
"Di rumah sakit".
" Rumah sakit?
"Iya sayang".
"Memangnya aku kenapa kok bisa di berada di sini?
" Kamu pingsan sayang! jadi karena aku takut kamu Kenapa-kenapa jadi aku bawa kamu ke sini".
Arlita pun terdiam sambil sekilas dirinya teringat kejadian sebelum dirinya tak sadarkan diri di kamarnya.
Pramudya melihat raut wajah istrinya mendadak berubah dan dia pun langsung bertanya
Arlita melihat ke arah suaminya lalu dia pun tertunduk sedih dan ekspresi itu telah membuat laki-laki itu mendadak begitu khawatir.
Lalu dia pun langsung memeluk tubuh istrinya yang seketika itu juga wanita itupun tiba-tiba menangis.
"Kenapa sayang? ucapnya sambil mencium ubun-ubun istrinya itu dengan lembut.
Istrinya semakin terisak mungkin ini adalah perubahan hormon saat kehamilan yang membuat mood istrinya tiba-tiba berubah dari senang berubah menjadi sedih.
__ADS_1
Laki-laki itu hanya bisa terdiam melihat istrinya kini sedang menangis.Tangan kekarnya mengusap-usap punggung istrinya dan menghapus air matanya.
Hingga tangisannya kini sudah mulai mereda dia pun mendongakkan kepalanya dan melihat sosok laki-laki yang sangat mencintai nya itu.
"Maaf".
Keduanya kini saling bertatapan dan istrinya pun langsung kembali menunduk laku dia pun langsung menjatuhkan kepalanya di dada bidang itu.
" Maaf untuk apa? tanyanya lembut.
"Karena aku lagi-lagi telah membuat kamu khawatir".
Laki-laki itupun tersenyum saat mendengar perkataan istrinya.
" Aku tidak pernah merasa seperti itu.Kamu adalah istri ku, kamu adalah tanggung jawab ku. Ini berlaku selama lama-lamanya dan akan tetap menjadi seperti itu,jadi kamu jangan sampai lupa ya".ucapan laki-laki itu dan membuat istrinya semakin terisak.
"Sayang!
" Ya".
"Kita jalani ini sama-sama ya!ucapnya sambil terus memeluk erat tubuh istrinya dan wanita itupun mengangguk.
" Aku sayang kamu dan sangat-sangat mencintai kamu istri ku jadi jangan pernah merasa sendiri. Mulai sekarang kamu harus selalu berbagi tentang apapun karena aku akan selalu ada di sini untukmu".
__ADS_1
Istrinya pun mengangguk iya.
bersambung