Suamiku Adalah Cinta Pertamaku

Suamiku Adalah Cinta Pertamaku
170


__ADS_3

Seminggu kemudian


Arlita kini sedang duduk di sofa sambil melihat ketiga anaknya bermain.Walaupun kini dirinya sedang kondisi hamil tapi dirinya tidak sekalipun meninggalkan kewajiban nya untuk menemani buah hatinya bermain.


Untung saja kehamilannya kali ini tidak mengalami ngidam yang berlebihan sehingga dirinya bisa melakukan aktivitas seperti biasa.


Ibu muda itupun melihat jam dinding kini sudah menunjukkan pukul empat sore dan dia pun mengingat hari ini adalah hari pernikahan Gea dan Gio. Dia pun memanggil ketiga pengasuh anaknya yang sedang berada tidak jauh dari tempat mereka bermain.


"Mba anak-anak tolong di mandikan ya dan pakaikan pakaian yang tadi saya kasih dan jangan lupa bawa semua keperluan untuk anak-anak karena setelah acara kita akan pergi".ucapnya kepada tiga pengasuhnya dan ketiganya pun mengangguk.


" Baik Bu".jawabnya lalu ketiga pengasuh itupun mendekati anak majikannya tapi ke tiga bocah itu langsung berlari memeluk Mamahnya dan membuat Arlita pun langsung memeluk ketiga nya.


"Loh anak Mamah kenapa? Tanyanya sambil mengusap kepala anaknya secara bergantian tapi ketiganya semakin mempererat pelukannya.


" Mau Mamah yang mandiin? tanyanya kepada ketiga anaknya dan ketiga nya pun mengangguk. Arlita pun tersenyum


"Baiklah.Ayo Mamah mandikan".


katanya dan membuat ketiga anaknya langsung berdiri lalu di ikuti oleh Mamahnya. Ke empat nya pun langsung menuju ke kamar anaknya.


Sampai di dalam kamar mandi Ibu muda itupun langsung di buat kagum oleh ketiga anaknya bagaimana tidak ketiga anaknya kini sudah bisa membuka pakaian yang di pakainya lalu menaruhnya di keranjang pakaian kotor.Sungguh inilah yang membuat Ibu muda itupun terharu melihat perkembangan ketiga anaknya.


" Anak Mamah pintar ".pujinya dan membuat ketiga bocah itupun tersenyum senang.


" Terima kasih Mamah".jawab ketiga nya.

__ADS_1


"Sama-sama sayang. Mau Mamah bantu menyabuni?tanyanya dan ketiga nya pun mengangguk.


Akhirnya kini Ibu muda itupun menyabuni tubuh ke tiga anaknya secara bergantian.


Terdengar suara gelak tawa ketiga nya saat Mamah mereka menyabuninya lalu membilasnya dengan air bersih.


Acara mandi pun selesai kini Arlita sedang memakai kan handuk kepada ketiga anaknya.


ceklek


(suara pintu di buka)


Terlihat seseorang sedang duduk di tepi ranjang sambil melihat kearah mereka


laki-laki itu dan membuat tubuh sang Papah muda itupun jatuh terlentang di atas kasur.


Ketiga nya langsung memeluk erat tubuh Papahnya dan sang Papah muda itupun akhirnya tidak bisa bergerak.Sang istri pun ikut duduk di sisi ranjang.


"Ayo anak-anak Mamah pakai baju dulu sama Mba ya".katanya sambil melihat kearah suaminya yang terlihat susah untuk bergerak.


Papah muda itupun menarik napas dalam-dalam lalu dia pun menghembuskan nya pelan-pelan.


" Baik Mamah ".ucap ketiga nya sambil turun dari atas tubuh Papah nya.


"Terima kasih sayang".ucapnya sambil bangun dan duduk di dekat istrinya.

__ADS_1


"Sama-sama Mas".


Laki-laki itupun tersenyum saat melihat ketiga anak-anak nya dan juga istrinya.


" Kenapa Mas senyum-senyum gitu?


"Aku itu lagi lihat anak-anak yang,tidak berasa mereka bertiga sudah besar dan tubuh mereka sangat berat.Kalau tadi kamu tidak nolongin aku pasti aku sekarang sudah jadi peyek kali".katanya dan istrinya langsung mencubit pinggang laki-laki itu.


" Aw.. aw.. sakit sayang ".ucapnya sambil mengusap pinggang nya yang terkena cubitan dari istri nya.


"Makanya Mas jangan ngomong seperti itu".


" Lah emang nya aku salah ngomong yang, bukan kah mereka itu sudah besar ya jadi beratnya juga sudah bertambah lalu salah aku di mananya?tanyanya sambil tangan kanannya mengusap perut istrinya yang telah terlihat membuncit.


"Sudah ngga usah di bahas lebih baik kita kembali ke kamar untuk bersiap-siap".


" Bersiap-siap untuk apa?


"Ya bersiap-siap untuk pergi ke resepsi pernikahan Gio dan Gea, memangnya mau kemana lagi".


" Eh aku kira mau bersiap-siap untuk tempur sayang ".ucapnya sambil berbisik di telinga istrinya dan membuat wajah istrinya menjadi merona merah karena mendengar ucapan absurd suaminya.


" Dasar otak omes".balasnya dan laki-laki yang menjadi suaminya itu menjadi tertawa.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2