Suamiku Adalah Cinta Pertamaku

Suamiku Adalah Cinta Pertamaku
91


__ADS_3

Arlita masih berdiri mematung melihat seseorang yang berada di hadapannya begitupun seseorang yang berada di hadapannya.Kini mereka berdua hanya saling terpaku dengan semua perasaan meraka.


Tanpa kata Arlita pun langsung melepaskan tangannya yang masih di genggam oleh suaminya dan itu membuat sang suami menjadi heran dengan sikap istrinya itu.


"Apa yang sedang terjadi dengan istriku".tanyanya dalam hati.


Arlita terus melangkah mendekati seseorang yang berada di hadapannya dan tiba-tiba memeluknya.


" Ibu Lita kangen ".ucapnya sambil memeluknya dengan mata basah.


Wanita itupun tersenyum lalu memeluknya dengan erat.


" Ibu juga sayang dan sangat merindukan mu".balasnya sambil mengusap punggung sang putri.


Keduanya akhirnya sama-sama menangis menguraikan rasa rindu yang sudah lama terpendam.


Tiba-tiba wanita itu melepaskan pelukannya saat merasakan sesuatu di perut putrinya.


" Kamu hamil sayang?


Arlita pun mengangguk lalu dia pun berbalik menyuruh suaminya untuk mendekat.Laki-laki itupun mendekat.


"Ibu kenalkan ini suamiku".kata Arlita dan Pramudya langsung mencium tangan wanita itu dengan takzim.


" Pramudya bu".


Wanita itu pun tersenyum


"Vira".ucapnya dan itu membuat Pramudya kini tau sosok wanita yang berdiri di hadapannya adalah Dewi penolong istrinya.


" Wah ternyata ibu sudah punya menantu dan sebentar lagi akan menjadi nenek".


Kedua pasutri itupun tersenyum lalu mengangguk membenarkan.


"Ayo masuk kebetulan ibu ada bapak di dalam kita akan kasih bapak kejutan".


Arlita mengangguk lalu berjalan mengikuti langkah sang ibu sambil tangannya bergelayut manja.


Suaminya sangat senang saat melihat sang istri yang begitu bahagia karena kedatangan ibu angkatnya itu.


Ternyata benar apa yang di katakan oleh istrinya itu adalah kenyataan bahwa kasih sayang yang di berikan oleh orang tau angkatnya telah membuatnya kembali hidup.


Di ruangan keluarga kini sudah ramai,sesaat terdengar suara orang tertawa dari anak kecil.


"Bu kok ada suara anak kecil?

__ADS_1


Sang ibu pun hanya tersenyum mengajak keduanya berjalan masuk ke ruang keluarga di mana semua orang kini sedang berkumpul.


Sampailah mereka di ruang keluarga.


" Assalamu'alaikum ".


Semuanya pun menoleh ke sumber suara dan terlihat dua orang yang sedang mereka tunggu kedatangannya.


" Waalaikumsalam ".jawab mereka bersamaan.


Arlita melepaskan pegangan tangannya lalu bersalaman kepada ibunya dengan takzim di ikuti oleh suaminya yang berada tepat di belakang istrinya.


Seseorang hanya bisa melihatnya dengan rasa yang tidak bisa dia ucapkan.


" Mas.Kamu tidak rindu sama putri kita? tanya sang istri karena melihat ekspresi sang suami yang hanya diam mematung.


Lelaki separuh baya itu pun melangkah mendekati sang anak dengan rasa yang sulit di ucapkan.


"Arlita putri Bapak".ucapnya.


Arlita mendekati sang bapak angkat dan mencium tangan kanannya dengan takzim.


" Bapak".balasnya dengan rasa haru.


"Alhamdulillah Lita baik Pak dan ini kenalkan suami Lita Pramudya".


Laki-laki itupun melihat seorang laki-laki muda tersenyum kepadanya sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman.


" Pramudya Pak".


Dia pun mengangguk.


"Ternyata kita sudah tua ya sayang".katanya melihat kearah istrinya.Istrinya pun mengangguk tanda mengiyakan.


" Sebentar lagi kita bertiga akan menjadi Kakek dan Nenek".ucap Ibu Arlita.


"Wah kita bertiga memang benar-benar sudah tua".kata Laki-laki itu tertawa senang.


Semuanya pun masih melepaskan kerinduan mereka hingga tiba-tiba seorang anak kecil laki-laki berceloteh seperti nya anak kecil itu protes karena semuanya sedang fokus dengan kedatangan Arlita dan suaminya.


"Papa Mama".panggilnya sambil menaruh kedua tangannya di pinggang.


Semuanya pun menoleh melihatnya.Lalu sang ibu mendekatinya dan berjongkok menyamakan tinggi mereka.


"Kenapa sayang?

__ADS_1


" Mama udah ngga sayang Bima lagi ya?tanyanya dengan bibirnya yang mengerucut serta dengan pipi sedikit menggelembung terlihat begitu lucu.


"Sayang dong".


" Kalau sayang jangan peluk-peluk kak itu".katanya sambil tangannya menunjuk kearah Arlita.


"Sayang kamu ngga boleh begitu.Mamah kasih tau ya kalau kakak itu adalah kak Arlita."


Anak kecil itupun melihatnya


"Kakak Arlita?


Mamahnya pun mengangguk.


Arlita tiba-tiba terkejut saat anak kecil itu langsung berlari dan


memeluk kedua kakinya.


" Kakak".


Arlita pun berjongkok menyamakan tingginya dengan anak laki-laki itu.


"Hai ganteng siapa namamu?


" Namaku Bima, umur aku 3 tahun".


"Pintar".pujinya sambil mengusap-usap kepalanya lembut.


" Kok kakak ngga pulang-pulang ke rumah Papa Mamah?


"Maaf sayang kakak belum mempunyai banyak uang jadi harus nabung dulu yang banyak".


Anak laki-laki itu diam sebentar lalu dia kembali berkata


" Seharusnya kakak minta sama Papa dan Mamah kan mereka banyak uang".


Semuanya pun tertawa mendengarnya.


"Iya, ya harusnya kakak minta saja kenapa kakak bisa lupa".


Anak laki-laki itupun langsung memeluknya dan Arlita pun membalas pelukannya.


Pemandangan itu membuat semua orang menjadi terharu mereka semuanya hanyut dengan perasaannya masing-masing.


bersambung.

__ADS_1


__ADS_2