
Pramudya sejenak terdiam di pintu saat dirinya tidak sengaja mencuri dengar pembicaraan istrinya dan Ibu mertuanya.
Hatinya saat ini benar-benar merasakan tidak tenang. Pelan-pelan dia pun membuka pintu ruang rawat istrinya setelah dirinya tidak mendengar pembicaraan dari dalam sana.
Benar saja saat dirinya masuk terlihat istrinya kini sedang tertidur lelap di atas ranjangnya lalu laki-laki itu melihat ke arah Ibu mertuanya yang kini sedang duduk di kursi dekat ranjang istrinya.
"Assalamualaikum Bu".salamnya sambil mencium tangan kanan Ibu mertuanya dengan takzim.
Wanita itupun tersenyum lalu membalas salam dari menantunya
" Waalaikumsalam,kamu sudah sampai Pram?
"Iya Bu".jawabnya sambil melihat kearah istrinya.
Sejenak laki-laki melihat kearah istrinya yang kini tertidur, wajah istrinya kini terlihat begitu pucat karena masih mengalami morning sickness jadi asupan gizi yang masuk ke tubuhnya seketika itu juga pun keluar melalui muntahan.
Sungguh membuat laki-laki itu merasakan rasa bersalah terhadap istrinya.
Ibu mertuanya pun melihat sang menantu yang berdiri,dirinya masih terdiam dan membuat Ibu mertuanya pun mengajaknya berbicara
"Kamu sudah usah khawatir tentang Lita Pram.Morning sickness yang di alami oleh Ibu hamil itu adalah biasa nanti morning sickness itu akan hilang dengan sendirinya".
" Berapa lama Bu morning sickness ini akan berakhir?
Terus terang Pram saat ini benar-benar sangat takut sekali".
Wanita itupun tersenyum kepada menantunya.
"Setelah melewati trimester pertama kemungkinan morning sickness akan semakin berkurang".
__ADS_1
Laki-laki sedikit bernafas lega dan itu terlihat dari sikapnya yang kini terlihat begitu tenang.
" Terima kasih Bu, sekarang Pram jauh lebih tenang ".
"Syukurlah!Kamu sudah makan?
Ibu bawa makan siang untuk kamu dan Lita".
" Pram tidak napsu makan Bu".
"Kamu harus makan! kalau kamu tidak makan dan nanti tiba-tiba kamu sakit siapa yang menjaga putri Ibu".
Laki-laki itu pun terdiam sebentar dan akhirnya dia pun menuruti perintah Ibu mertuanya
untuk makan mengisi perutnya yang kosong karena belum di isi dari tadi pagi.
Semenjak istrinya sakit dan di rawat di rumah sakit,laki-laki itu seringkali mengabaikan makan karena dirinya tidak berselera untuk makan.
"Terima kasih ya Allah engkau telah memberikan laki-laki yang baik untuk putri ku. Dia adalah laki-laki yang sangat-sangat menyayangi istrinya Alhamdulilah".ucapnya dalam hati dan tanpa terasa air matanya jatuh dari pelupuk matanya dan dia pun langsung menghapusnya agar tidak terlihat oleh menantunya.
Pramudya makan dengan lahap dan tak lama kemudian makanan itupun habis.
"Terima kasih Bu. Masakan Ibu sangat enak".pujinya dan wanita itupun tersenyum.
" Alhamdulilah. Piringnya biarkan saja nanti Ibu yang membereskan nya".katanya saat melihat laki-laki itu mencoba merapihkan piring sehabis dirinya makan dan laki-laki itupun akhirnya melepaskan piring dan menaruhnya di meja kembali.
Kini Pramudya pun berjalan mendekati ranjang sang istri yang masih tertidur lelap.
"Terima kasih ya Bu sudah menjaga Lita ".
__ADS_1
" Tidak perlu berterima kasih Pram kan istri kamu itu adalah anaknya Ibu jadi itu suatu keharusan jadi kamu tidak usah sungkan ".
"Iya apa yang Ibu katakan itu adalah benar. Jadi Ibu pulangnya di jemput atau Pram anterin?
"Ibu tunggu di jemput Ayah Lita, mungkin sebentar lagi sampai".ucapnya dan laki-laki itu pun menganggukkan kepalanya tanda iya.
Dan tak lama pintu pun terbuka dari luar dan masuklah laki-laki separuh baya itu sambil menenteng dua kantong kresek besar.Pramudya langsung mengambil dua kantong kresek itu dan menaruhnya di atas meja.
"Assalamualaikum".salamnya
"Waalaikumsalam".jawab keduanya.
Kedua orang itupun saling bergantian bersalaman.
"Mas bawa apa kok banyak banget?tanyanya sambil melihat kearah meja di mana dua kantong kresek berada di atas nya.
" Aku bawa makanan kesukaan si kakak dan juga buah-buahan segar untuknya ".
Kedua orang itu pun tersenyum.
" Bagaimana keadaannya sekarang?tanyanya sambil. melihat kearah putrinya yang masih tertidur.
"Si kakak keadaannya sudah jauh lebih baik sekarang".
" Alhamdulillah ".
Dan ketiga nya pun larut dalam pikiran masing-masing.
bersambung
__ADS_1
"