
Mobil yang di kendarai okeh Pramudya sudah memasuki halaman rumahnya. Suasana rumah begitu ramai dengan suara tawa anak-anak yang sedang bermain.
Kedua pasutri itu masuk kedalam rumah dan mendapati kedua orang tuanya sedang ikut menemani anak-anak nya bermain.Ketiga buah hatinya bermain di lantai dengan beralaskan karpet bulu lembut.Ketiga pengasuhnya pun ikut menemaninya.
Hingga terdengar suara orang mengucapkan salam
"Assalamualaikum".ucap keduanya.
Semuanya pun menoleh
" Waalaikumsalam ".balas semuanya.
Ketiga buah hatinya pun langsung berhenti bermain dan si kembar yang sudah bisa berjalan pun langsung mendekati keduanya dan mengulurkan kedua tangannya untuk minta gendong.
Tapi suami istri itu tidak langsung mendekati ketiga buah hatinya karena keduanya habis dari luar. Keduanya harus mencuci tangan terlebih dahulu agar terhindar dari virus.
Karena kedua orang tua nya tidak langsung menghampiri ketiganya dengan kompak nya ketiga pun menangis berbarengan dan membuat ketiga pengasuhnya langsung ikut menghiburnya dengan berbagai cara tapi ke entah mengapa bujukan dari ketiga pengasuhnya masing-masing tidak di hiraukan nya ketiga balita itupun masih menangis hingga sang Oma itupun akhirnya ikut turun tangan
"Sabar ya sayang Mamah sama Papah cuci tangan dulu nanti baru gendong kalian".ucap Bunda membujuk ketiganya tapi tetap saja ketiga nya masih menangis.
" Duh... duh cucu opah jangan menangis ya, sebentar lagi Mamah sama Papah ke sini".hibur sang opa.
Entah mengapa semua orang yang ikut membujuk ketiga balita itu hari ini benar-benar di buat pusing sampai ketiga pengasuh itu dibuat kebingungan karena tingkah ketiganya.Ketiga sudah memberikan dot susu tapi lagi-lagi ketiganya pun menepis nya.
Suara tangis masih terdengar di ruangan keluarga.Kedua pasutri itu mempercepat langkahnya menuju ruangan di mana ketiga buah hatinya berada.
Saat sampai pasangan muda itu melihat ketiga buah hatinya sedang menangis.
"Bun mereka kenapa?
" Mereka menangisi kalian, mungkin kangen "ucap Bundanya.
__ADS_1
" Cup.. cup... cup sini sama Papah ".kata
Pramudya langsung menggendong si sulung Hemy di tangan kanannya dan menggendong si tengah Hema dengan tangan kirinya karena keduanya sama-sama merengek ingin minta di gendong sang Papah dan dalam sekejap tangis merekapun sudah tidak terdengar lagi.
"Alhamdulillah akhirnya ketiganya pun terdiam".ucap sang Bunda dengan napas sedikit lega.
Laki-laki itupun tersenyum saat melihat tingkah ke dua anak kembarnya yang tidak mau mengalah.Hingga tiba-tiba terdengar suara si sulung memanggilnya
"Papah".ucap Hemy dan membuat laki-laki itu pun terkejut mendengarnya.
Di tengah rasa terkejutnya tiba-tiba saja Hema pun memanggilnya dengan sebutan Papah.
"Panggilan pertamanya dan kamu adalah orang yang pertama yang di panggil sama si kembar".ucap sang Bunda dan membuat Papah muda itu terharu.
" Benarkah".kata laki-laki itu tidak percaya.
"Iya kan kami selalu ikut menjaganya".ucap Ayah nya memberitahu.
" Kalian kangen sama Papah? tanya sambil menggendong si kembar lalu keduanya pun hanya mengoceh sambil menyemburkan liurnya hingga suaranya terdengar lucu dan membuat semua orang yang melihat nya menjadi tertawa karena melihat tingkat lucu si kembar.
Di saat laki-laki itu sibuk dengan si kembar,Arlita pun di sibukkan dengan si bungsu Asni yang juga merengek kepadanya dan diapun menggendongnya.
Pramudya dan Arlita pun menemani ketiga buah hatinya itu bermain hingga tanpa terasa waktunya untuk ketiga buah hatinya mandi.
Ketiga pengasuh itu langsung menggendongnya dan membawa ke kamar khusus bayi lalu memandikan nya.
Arlita memasuki kamar bayinya dan dia melihat ketiganya anaknya kini sedang meminum susu sambil memejamkan kedua matanya. Ketiganya pun kini tertidur.
"Mereka sudah tidur?tanaya Arlita sambil mendekati box bayi nya.
" Iya Bu. Sehabis mandi dan minum susu ketiganya kini sudah tertidur".
__ADS_1
Ibu muda itupun mengangguk kan kepalanya tanda mengerti.
Arlita mendekati box ketiga anaknya hingga di box yang terakhir tiba-tiba sebuah tangan melingkar di pinggang ramping nya.
Wanita itupun menoleh dan diapun melihat wajah suaminya yang sedang tersenyum kepadanya.
"Ketiganya sudah tertidur?
" Sudah".
"Kalau begitu sekarang kita ke kamar".
" Kamar?
"Iya.Karena sekarang ini kamu akan mengabulkan permintaan aku".
" Memangnya Mas mau apa?
"****".ucapnya sambil berbisik di telinga istrinya dan membuat pipi istrinya berubah menjadi sedikit merah.
"Ayo kita cepat ke kamar kita".katanya berjalan keluar sambil menarik tangan istrinya dan membawanya keluar kamar bayinya.
Ketiga pengasuh itu hanya tersenyum.
" Sepertinya kita akan kedatangan teman baru".ucap pengasuh satu.
"Benar itu Mba".ucap pengasuh dua dan di angguki oleh pengasuh ketiga.
Sungguh Ketiga pengasuh itupun sangat senang jika itu terjadi.
bersambung
__ADS_1