Suamiku Adalah Cinta Pertamaku

Suamiku Adalah Cinta Pertamaku
113


__ADS_3

Acara akad nikah telah selesai kini semua orang sedang bersalaman mengucapkan selamat kepada pasangan pengantin.Walaupun pernikahannya ini bukanlah pernikahan yang pertama mudah-mudahan pernikahan ini adalah yang terakhir untuk pasangan pengantin baru itu.


Setelah semua tamu mengucapkan selamat kini giliran Arlita dan suami yang mendekati pasangan pengantin baru itu.


Arlita memeluk ibunya dengan erat.


"Selamat ya Bu".ucapnya setelah melepas pelukan nya.


" Terima kasih kak".jawab Ibunya dan Putri nya tersenyum.


"Kenapa, apa ada yang salah sama Ibu?


" Tidak ada yang salah sama Ibu tapi hari ini Ibu sangat cantik".puji putrinya dan membuat wajah Ibu sedikit memerah.


"Ibu nervous ya?Ibu inikan bukan pertama kali jadi ngga usah malu-malu seperti remaja saja".ucapnya sambil mengedipkan sebelah matanya dan membuat wanita itu sedikit malu.


" Kakak ".


" Iya,iya kakak diam oke".


Wanita itupun terdiam menatap ke arah putri cantiknya ada rasa bangga dan bahagia melihat putrinya.


Sekarang ini putrinya telah menjadi seorang istri dan juga seorang Ibu di usianya yang masih muda yaitu 19 tahun.


"Bu Kakak ke Ayah dulu".pamitnya wanita itu pun mengangguk.


Arlita melangkah mendekati laki-laki yang sedang mengobrol dengan sang suami entah apa yang mereka bicarakan Arlita sama sekali tidak ingin mengetahuinya.


"Ayah".panggilnya.


Laki-laki itupun menoleh dan melihat putri sulungnya itu mendekat ke arah nya.


"Iya kak ada apa?

__ADS_1


Arlita tidak berkata apa-apa dirinya langsung memeluk laki-laki itu dan membuat suaminya sedikit menjauh sepertinya ada hal yang ingin di bicarakan oleh Istrinya itu.


Tak beberapa lama akhirnya Arlita melepaskan pelukan nya.


" Terima kasih karena sudah kembali".ucap Arlita dengan mata sedikit basah.


Laki-laki itu pun menganggukkan kepalanya tanda iya.


"Jangan pernah lakukan kesalahan yang sama untuk kedua kalinya karena aku tidak akan pernah memberikan kesempatan lagi, ini adalah kesempatan terakhir yang aku berikan kepada Ayah jadi tolong jangan sia-siakan kesempatan yang aku berikan.


Jangan pernah menyakiti ibu dan menyia-nyiakan anakmu lagi karena mereka tidak bersalah jadi jangan jadikan mereka tumbal dengan sikap egois Ayah.


Belajarlah dari kesalahan yang lalu agar Ayah bisa memperbaiki semuanya dari awal."Ucapnya panjang lebar dan membuat laki-laki itu tertunduk karena merasa malu kepada anaknya yang menasihatinya.


"Oh iya,Ayah ada yang ingin aku tanyakan kepda Ayah".


"Tanyakanlah Ayah akan menjawabnya".


" Apakah Ayah akan membawa ibu dan kedua adikku tinggal di rumah Ayah itu".


"Terus Ayah akan ajak ibu dan kedua adikku tinggal dimana?


" Tenang saja Ayah sudah menyiapkan rumah baru untuk kami tinggal nanti".ucapnya dan membuat Arlita menjadi sedikit tenang.


"Baiklah.Ayah aku mau tinggl. dulu mau melihat si kembar".


"Iya".balasnya.


Arlita melangkah mendekati si kembar yang sudah terbangun lalu dia pun mengendong si sulung yang menangis karena lapar.


Arlita membawanya ke dalam kamar untuk di susui setelah selesai menyusu si sulung pun tertidur lagi.Hingga sang suami ikut masuk sambil menggendong si Hema kecil yang juga kehausan.


"Bawa sini Mas biar aku susui".ucap Arlita saat melihat suami nya membawa putri kecilnya.

__ADS_1


" Hemy nya sudah tidur sayang? tanyanya sambil menyerahkan putri nya ke Mamahnya.


"Sudah".


Arlita langsung menyusui Putri nya lalu Putri menyedot nya dengan rakus dan membuat laki-laki yang sedang duduk di sampingnya itu menjadi sedikit kesal karena kedua anak kembarnya sudah mengambil kepunyaannya.


Arlita melihat wajah suami nya yang terdiam.


" Kenapa Mas ada yang salah?


Laki-laki itu masih terdiam menyaksikan Putri nya itu masih terus menyedot benda kesayangannya.


Arlita melihat arah pandangan suami nya hingga dia baru menyadari kalau sedari tadi suami terus melihat ke rah dadanya.


"Mas".kata Arlita sambil mencoba menutupi nya dengan sebelah tangannya.


" Aku akan biarkan kedua anakku meminjaminya selama dua tahun dan sehabis itu kembali menjadi milikku seutuhnya ".


" Ih dasar mesum yang di ingat itu aja".


"Memang iya dan kamu harus ingat sayang ini sudah hampir lebih dari satu bulan loh aku berpuasa jadi sepulang dari sini aku kan berbuka puasa jadi bersiap kan dirimu oke".ucap suami nya dan membuat istrinya mendadak sedikit merinding mendengarnya.


" Mas itu aneh deh yang nikah siapa tapi malah kamu yang mau


berbuka puasa ".


" Biarin kan sama istri sendiri".


Arlita hanya terdiam sambil melihat Putrinya yang masih menyusu kepadanya.


"Lihatlah sayang tingkah Papah mu,tingkahnya seperti anak kecil".


Pramudya tidak menggubrisnya karena di pikiran nya hanya ada kata "saatnya berbuka puasa".

__ADS_1


bersambung


__ADS_2