Suamiku Adalah Cinta Pertamaku

Suamiku Adalah Cinta Pertamaku
108


__ADS_3

Pagi di meja makan.


Arlita membantu Bi Inah untuk menyiapkan sarapan pagi, setelah selesai dia pun menyiapkan kotak bekal untuk sang suami.


Pramudya melihat sekeliling dan dirinya tidak menemukan si kembar.


"Kenapa kok tengak tengok terus cari siapa? tanyanya sambil menyerahkan sepiring nasi goreng kepada suaminya.


" Si kembar kok ngga kelihatan".ucapnya dan langsung memakan sarapan yang tadi siapkan istrinya.


"Oh si kembar".


" Iya kemana mereka?


"Ada di depan lagi berjemur sama oma dan neneknya".


"Syukurlah aku kira meraka kemana, jujur tadi aku panik ngga melihat si kembar".


Istrinya hanya tersenyum.


Selesai sarapan keduanya menuju keluar rumah di lihatlah kedua bayi kembar mereka kini sedang berjemur di temani oleh kedua neneknya.


Pramudya langsung menghampiri kedua wanita itu.


"Wah anak Papah lagi berjemur ya".


" Iya Papah".ucap istrinya menirukan suara bayi dan membuat semua orang yang ada di sana menjadi tersenyum.


"Kamu mau masuk kuliah Pram? tanya sang Bundanya.


" Iya Bun".


"Hati-hati bawa mobilnya".


pesannya.


" Baik Bun. Papah pergi dulu jangan rewel ya".ucapnya sambil mencium kening si kembar secara bergantian.


Setelah berpamitan dengan kedua wanita itu Pramudya berjalan menuju ke mobilnya di ikuti oleh istri cantiknya.


"Kenapa muka kamu itu ditekuk seperti kertas jadi ngga tampan lagi deh".goda istrinya.


"Aku ngga berangkat ya sayang, lagi bad mood nih".ucapnya sedikit merengek.


Arlita mengerutkan keningnya.


" Tumben biasanya kamu juga sangat semangat untuk kuliah".

__ADS_1


"Aku ngga mau sama si kembar".


" Sayang dengarkan aku, sekarang ini kamu telah menjadi seorang suami sekaligus telah menjadi seorang ayah jadi mulai sekarang kamu harus mempunyai semangat yang lebih besar agar kami bangga kepadamu, buktikan lah kalau kamu bisa melewati nya, jadi semangat lah suami ku sayang ".


ucapnya dengan nada sedikit menasehati.


Pramudya menarik tangan kanan istrinya dan mendorong nya masuk kedalam mobil dan membuat istrinya sedikit terkejut.


"Ikut aku sebentar".


"Mau kemana sayang".


" Ikut saja cuma sebentar ".ucap suaminya dan Arlita hanya menurutinya.


Mobil pun mulai bergerak meninggalkan halaman rumah.


" Sayang."panggilnya.


"Iya sayang".


" Sebenarnya kamu mau ajak aku kemana?


"Aku mau ajak kamu keliling komplek".


Istrinya menggeleng -geleng kan kepalanya tanda dirinya tidak percaya dengan sifat kekanak-kanakan suaminya.


"Iya sayang".


Tak berapa lama kemudian mobil yang dikendarai oleh Pramudya memasuki halaman rumah.


Di saat Arlita baru saja mau membuka pintu mobil suaminya langsung menarik tubuhnya dan tiba-tiba


Cup


Sebuah ciuman mendarat di keningnya lalu perlahan-lahan ciuman itu berpindah ke arah bibir manis istrinya.


Pramudya menciumnya dengan lembut dan pelan.


Tak lama ciuman itu terlepas saat keduanya mendengar salah satu bayinya menangis.


Arlita mendorong tubuh suaminya lalu dirinya mengulurkan tangan kanan suaminya.


"Salim dulu".ucapnya.


Suaminya pun tersenyum lalu menyambutnya.


" Assalamualaikum ".ucap suaminya.

__ADS_1


" Waalaikumsalam, hati-hati di jalan".


"Iya".


Arlita keluar dari dalam mobil dan melangkah masuk ke dalam rumah setelah mobil suaminya bergerak semakin menjauh meninggalkan halaman rumah.


Sampai di dalam dia melihat si cantik sedang menangis. Dia pun langsung mendekati salah satu bayinya yang menangis.


" Sudah pulang sayang".kata sang ibu.


Arlita hanya mengangguk.


"Sini biar kakak susui mungkin dia haus".


Sang ibu pun langsung menyerahkan si cantik kepada ibu muda itu dan dalam sekejap tangisan bayi nya berhenti setelah menemukan sumber asinya.


Kedua wanita yang berada di hadapannya pun terkejut saat melihat ibu muda itu telah bisa menenangkan bayinya.


Ternyata pengalaman nya telah mendewasakan nya.


Arlita melihat Ibu dan Bundanya yang menatapnya dengan perasaan penuh tanda tanya.


"Kenapa Ibu sama Bunda lihatin nya seperti itu?


Ibu dan Bundanya pun tersenyum.


"Ngga kami berdua ini masih bingung".jawab sang Bunda.


Arlita mengerutkan keningnya.


" Maksud Ibu sama Bunda apa sih?


Bunda mertuanya pun mengusap kening menantu cantiknya.


"Kamu itu adalah salah satu contoh untuk para ibu muda agar mereka bisa belajar mengurus suami juga bayi yang baru saja di lahir kan dan tidak semua bisa untuk melakukan nya sayang karena itu memerlukan waktu dan proses yang panjang sedangkan kamu tidak membutuhkan itu.


Dari mana kamu belajar mengurus bayi?


Arlita tersenyum.


"Lita tidak tau belajar dari mana tapi yang pasti sebuah pengalaman itu adalah salah satu guru terbaik untuk belajar".


Kedua wanita itu merasakan dada mereka begitu merasa bangga karena mendengar perkataan ibu muda itu.


" Pengalaman adalah guru terbaik".ucap Arlita dengan senyum merekah dan kedua wanita itu pun mengangguk mengiyakan.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2