
Suasana rumah kediaman Arlita dan Pramudya kini sudah begitu ramai.Tempat acaranya sudah di hias dan semua tamu pun kini sudah berdatangan memenuhi tempat acara empat bulanan Arlita.
Acaranya yang di adakan pun masih sama dengan acara empat bulanan si kembar jadi kini semuanya sudah jauh lebih santai karena belajar dari sebelumnya.
Terdengar suara alunan ayat suci Al-Quran yang di baca kan oleh sang suami membuat hati Ibu hamil itu mendadak begitu terharu.
Suaminya sering sekali membaca Al-Quran sesudah selesai mengerjakan sholat jadi baginya saat mendengar suara suaminya yang sedang membacanya membuat nya tanpa terasa menitikkan air matanya.
"Alhamdulilah.Ya Allah engkau telah memberikan hamba seorang laki-laki yang terbaik yang kini sudah menjadi suami dan Ayah untuk anak-anak hamba semoga kebahagiaan ini dapat kami rasakan sampai akhir nanti. Aamiin".
Pembacaan ayat suci Al-Quran sudah selesai dan kini di lanjutkan dengan acara lainnya hingga tanpa terasa waktu terus saja bergulir sampai acara empat bulanan pun berakhir dengan penyerahan santunan kepada anak yatim piatu, para janda dan juga para Dhuafa.
Semua tamu pun satu persatu kini sudah berpamitan pulang hingga kini tinggallah hanya keluarga inti saja dan juga para sahabatnya.
Setelah melepaskan kangen kini mereka pun juga berpamitan pulang.
Arlita duduk di sofa sambil selonjoran dengan kedua kakinya di atas nya. Sang Ibu pun sedang kini mengurut kakinya yang pegal.
"Makasih ya Bu".kata Arlita sambil melihat kearah Ibunya.
Wanita itupun tersenyum
" Sama-sama sayang ".
" Apakah Ibu menginap?
"Iya.Ibu akan menginap".
"Sama Ayah dan juga adik-adik?
Wanita itu pun mengangguk dan Ibu hamil itupun langsung tersenyum lebar.
Keduanya wanita berbeda usia itupun saling bertukar cerita dengan penuh kegembiraan.
9 bulan kemudian
__ADS_1
Usia kehamilan Arlita kini sudah memasuki usia 9 bulan dan kata Dokter HPL nya sekitar 2 minggu lagi dirinya akan melahirkan.
Semua persiapan untuk melahirkan pun kini sudah di siapkan di dalam tas.
Pramudya semakin hari semakin lebih banyak waktu di rumah.Setelah jadwal kuliahnya selesai dirinya pun langsung pulang ke rumah.
Kali ini laki-laki itu akan menjadi suami siaga untuk menjaga istrinya yang sedang hamil tua.
Laki-laki itu memutuskan kerja dari rumah karena dirinya kali ini tidak ingin meninggalkan istrinya, dirinya ingin selalu dekat dengan mereka.
Di dalam ruangan kerjanya kini Pramudya sedang memeriksa semua e-mail yang di kirimkan oleh orang kepercayaan nya.
Dirinya kini sibuk membukanya dan membacanya hingga dirinya terkejut saat seseorang membuka pintu dengan sedikit kasar
Brak
(suara pintu di buka dengan sedikit keras)
Laki-laki itupun langsung terkejut saat melihat sosok wanita separuh baya menghampiri nya dengan wajah yang sedikit khawatir.
"Bunda ada apa?tanyanya sesudah sampai.
"Lita." kata nya dengan napas terengah-engah karena tadi wanita berlari saat menuju ke ruang kerja anaknya.
"Bunda tenang dulu ya,ceritakan pelan-pelan oke".
Wanita itupun mengikuti perkataan anaknya lalu setelah tenang barulah dirinya berbicara
" Air ketuban Arlita pecah dan seperti nya istri kamu mau melahirkan ".
Laki-laki itu pun terkejut tapi kali ini dirinya mencoba untuk bisa bersikap lebih tenang.
" Sekarang Arlita nya di mana Bunda?
"Ada di bawah".
__ADS_1
Tanpa banyak kata laki-laki buru-buru mematikan laptopnya dan menutupnya.Lalu dia pun kembali mendekati Bundanya dan menggandeng tangannya untuk ke lantai bawah di mana istri nya kini berada.
Sampai di lantai bawah laki-laki langsung mendekati istrinya yang sedang duduk di sofa di temani oleh asisten rumah tangga nya.
"Sayang".
Wanita itupun menoleh dan mendapati suaminya kini sudah berjongkok dan menggenggam kedua tangannya.
" Mas".
"Apakah kamu sudah mau melahirkan?
" Sepertinya iya Mas ini air ketuban aku sudah rembes ".ucapnya sambil memperlihatkan baju daster yang di kenakan nya itu sudah basah.
Laki-laki itupun melihat nya
" Ya udah kamu ganti baju dulu biar aku temani ke kamar atau biar aki gendong saja".
"Ngga usah Mas, aku masih bisa jalan".katanya dengan wajah sedikit memerah.
Keduanya pun langsung masuk ke kamar.Arlita mengganti pakaiannya dan juga tidak lupa dia juga memakainya hijabnya barulah keduanya pun keluar dari sana menuju ke luar pintu menuju mobil yang sudah terparkir kan tepat di depan pintu masuk.
Pramudya memasukkan tas yang berisikan semua keperluan kelahiran anaknya.Istrinya kini sudah masuk di bagian penumpang di temani oleh Bundanya.
Mobil itupun bergerak meninggalkan rumah kediaman mereka lalu melaju menuju rumah sakit.
Pramudya kini lebih tenang saat menyetir mobilnya.Dengan sangat hati-hati dan bahkan kecepatan mobilnya pun kini tidak terlalu kencang agar si penumpangnya pun merasakan sedikit kenyamanan.
Laki-laki itupun melihat istrinya dari balik kaca depan
"Sabar ya sayang sebentar lagi kita sampai di rumah sakit".
Istrinya pun mengangguk
bersambung
__ADS_1