
"Bu,bagaimana keadaan laki-laki itu?Apa dia sudah sehat atau belum?
Deg..
"Dia.." ucapan ibunya tertunda saat mendengar suara
Krucuk.... krucuk... (suara perut berbunyi tanda lapar)
Keduanya melihat ke arah sumber bunyi
"Kamu lapar Tia? tanya Arlita.
Gadis kecil itu pun cengengesan lalu mengangguk.
" Udah kamu cari makan di dapur isi perut kamu itu biar ngga bunyi seperti tadi".ucap Arlita lagi sedangkan sang ibu hanya tersenyum melihat interaksi keduanya.
Gadis itu mengangguk lalu dia pun turun dari tempat tidur lalu dengan langkah tergesa-gesa dia pun melangkah menuju keluar kamar.
"Mutia ke bawah dulu ya".pamitnya.
Ibu dan kakaknya pun mengangguk iya.
Setelah gadis kecil itu pergi Arlita pun kembali meminta jawaban atas pertanyaannya tadi, karena dirinya hanya ingin tau tentang keadaan laki-laki itu sekarang.
"Kak, apakah keadaan kakak akan baik-baik saja jika ibu membicarakannya? tanyanya dengan perasaan takut dirinya hanya ingin memastikan bahwa traumanya yang derita sang putri sudah sembuh.
Arlita menggenggam ke dua tangan ibunya dan mengusapnya lembut.
" Kakak baik-baik saja bu,mungkin di hati ini masih ada sedikit rasa sakit tapi kakak sudah ikhlas memaafkannya, ya jujur walaupun rasa kecewa yang ada di hati kakak ini masih cukup besar jadi butuh waktu lama untuk menyembuhkan nya."
Wanita itu tersenyum lalu dia pun menatap anaknya dengan hati yang tidak bisa di mengerti.
__ADS_1
Akhirnya ibunya tidak ada pilihan lainnya selain berkata dengan sejujurnya
"Keadaannya sudah jauh lebih baik,apalagi sekarang ini dia sudah ada yang merawatnya".
Gadis cantik itu mengerutkan keningnya.
" Siapa?
"Seorang perawat pribadi".jawab sang ibu.
" Syukurlah akhirnya dia tidak sendirian ".katanya dengan sedikit khawatir.
"Kamu harus bangga dengan suamimu, berkat dia kini keadaannya sudah jauh baik".
" Maksud ibu? tanyanya tidak mengerti.
"Pramudya yang membantu mencarikan Dokter yang bagus dan dia juga yang telah mencarikan perawat pribadi untuknya, suamimu melakukannya untuk kesembuhannya agar istri cantiknya ini tidak sedih".ucap ibunya jujur.
"Bu,maaf boleh kakak bertanya sesuatu yang sangat pribadi?
" Tentu. Kakak mau menanyakan apa?ucapnya lembut.
Arlita terdiam sejenak untuk menyiapkan kata-kata yang tidak akan menyinggung hati sang ibu. Dia pun masih menggenggam kedua tangan ibunya dengan erat.
"Apakah di hati ibu masih ada rasa untuknya?
" Apakah di hati ibu tidak ada rasa sakit lagi?
"Dan jika seandainya ibu dan dia masih berjodoh apakah ibu akan menerimanya kembali?
Terdiam, kini keduanya pun terdiam. Sesaat Arlita melihat ke arah ibunya yang masih menundukkan wajahnya.
__ADS_1
" Jangan di jawab kalau ibu tidak ingin menjawabnya."
Wanita itu mendongakkan wajahnya tepat di depan wajah putrinya lalu dia pun menjawab pertanyaan putrinya itu
"Jujur dari hati ibu yang paling dalam sebenarnya rasa itu masih ada tapi semuanya kini seakan- akan sudah sedikit hilang.
Semakin lama ibu merasakan kalau ibu sudah sangat terbiasa dengan hati ibu, ibu kini hanya ingin berdamai dengan masa lalu supaya penyakit ibu ini sembuh demi kalian anak-anak ibu dan calon cucu ibu.
Ibu harus kuat untuk kalian karena harta ibu hanya kalian ".
" Dan untuk urusan jodoh kalau memang kami masih berjodoh, ibu hanya menyerahkannya kepada Allah karena hanya dialah yang bisa membolak balikan hati manusia jadi ibu hanya bisa berserah kepadanya. "
Arlita pun tersenyum.
"Kalau nanti dia kembali dengan ibu kakak akan membuatnya untuk berkerja keras dulu dengan membuktikannya dengan beberapa syarat, jika dia lolos dari ujian maka kakak akan mempertimbangkannya".
Ibunya pun tertawa.
" Kakak lucu, masa ada acara test segala memang ibu ini siapa".ucapnya sambil sedikit tertawa.
Arlita langsung memeluk tubuh ibunya lalu dia pun berkata
"Karena Ibu adalah wanita spesial dalam hidup kakak jadi kakak hanya ingin yang terbaik untuk hidup ibu sekarang.
Sampai kapan pun kakak akan selalu menjaga ibu.
Karena kakak tidak mau melihat ibu bersedih dan penyakit ibu kambun lagi. Jadi mulai sekarang berjanjilah kepada kakak ibu harus selalu bahagia".
Wanita itupun terharu mendengarnya lalu tanpa terasa dia pun menangis.
"Terima kasih putriku.Kamu adalah obat yang sangat mujarab yang menyembuhkan sakit hati ibu, ibu sayang kakak sangat sayang".batinnya berkata.
__ADS_1
bersambung