
Pagi itu Arlita sibuk di dapur untuk membuat sarapan pagi.
Biasanya Bi Inah membantunya di dapur tapi sekarang ini tidak, di karena kan sang asisten rumah tangganya izin untuk pulang kampung karena anaknya sedang sakit.
Saat dia sedang menumis bumbu untuk membuat capcai baso tiba-tiba dia terkejut saat sebuah tangan melingkar di pinggangnya.
"Pram kamu ngagetin aku aja".
Laki-laki itu hanya cengengesan dan menjatuhkan kepalanya di bahu sang istri, dia tidak menghiraukan istrinya berbicara yang dia lakukan adalah semakin memeluk wanitanya dengan erat lalu mencium leher jenjang nya karena sang istri menguncir rambutnya tinggi.
" Pram aku lagi masak".ucapnya risih.
"Peluk sebentar sayang".ucap suaminya manja.
Akhirnya Arlita membiarkan suaminya memeluknya, setelah selesai dia pun melanjutkan memasak yang tertunda tadi.
"Akhirnya selesai juga".
Suaminya yang sudah duduk di kursinya hanya tersenyum.
"Maaf sayang aku sudah gangguin kamu masak, terus terang sayang aku tuh kangen banget kalau ngga peluk kamu itu berasa ada yang kurang gitu".
Istrinya hanya bisa mendengarkan nya,mungkin suaminya lagi mode ngidam kali itu pikiran Arlita kini.
" Ya udah kita makan dulu".
Suaminya mengangguk.
Setelah selesai makan Pramudya membantu sang istri untuk membereskan meja makan dan menaruh sisa lauknya.
Sedangkan istrinya kini sedang mencuci piring bekas mereka makan.
Setelah selesai mereka duduk di ruang tv untuk bersantai sambil menonton tv.
"Kamu mau kuliah di mana suami sayang".
Laki-laki itu langsung memeluk istrinya dan mengusap perutnya dengan sayang.
__ADS_1
" Panggil aku seperti itu, aku senang mendengar nya".
"Ya tapi jawab dulu kamu mau kuliah di mana? tanya istrinya penasaran.
"Pengennya di Universitas Negeri ya mudah-mudahan hasil test aku lulus dan kalau ngga aku akan mencari Universitas swasta tapi yang bagus".
"Aku yakin hasil test suami ku sayang ini pasti lulus, aku yakin itu".
" Terima kasih sayang, makin cinta deh aku".
"Masa sih".
" Benar sayang.Semenjak kamu hamil kamu semakin bertambah cantik itu membuat aku ngga bisa jauh dari kamu, maunya peluk terus ".
" Aku tau, sepertinya kamu lagi ngidam ya?
Pramudya menegakan kepalanya dan melihat ke arah istrinya.Di pandangi nya wajah istrinya yang semakin terlihat cantik setelah hamil itu semakin membuat nya betah berlama-lama memeluk istrinya.
Di rapihkan anak rambut yang menutupi wajah istrinya lalu menyelipkan di belakang telinga.
"Memangnya seperti itu?tanyanya tidak percaya.
"Sampai kapan?
" Entahlah, nanti kalau aku periksa lagi kita tanyakan sama Dokter ya".
" Baiklah".
Arlita duduk disebelah suaminya yang masih sibuk mengusap-usap perut istrinya yang masih rata.
"Yang".
"Iya".
" Sekolah kan sebentar lagi selesai gimana kalau kita mengadakan resepsi".
"Tapi setelah aku pikir-pikir kita tidak usah mengadakan resepsi, aku sedikit risih jika terlalu banyak orang".
__ADS_1
Suaminya pun mengerti dengan apa yang di ucapkan istrinya tadi.
" Baiklah, aku akan mengikuti apa yang kamu putuskan".
Istrinya tersenyum.
"Makasih suamiku sayang".
" Sama-sama istri ku sayang".
"Pram besok boleh ngga aku pergi dengan Tea dan Gea?
" Kalian mau kemana?
"Kami mau hang out ke Mall mumpung kandungan aku belum besar dan mereka berdua belum masuk kuliah,boleh ya".
"Tapi".ucap suaminya belum sempat di ucapkan Arlita sudah memotongnya.
" Please,setelah menikah aku jarang sekali jalan sama mereka berdua. Aku kangen tau,ya walaupun aku dulu perginya pada saat aku libur kerja aja".
Pramudya melihat wajah istrinya cantiknya sedang merajuk menjadi tidak tega. Akhirnya dengan berat hati dia pun mengizinkannya.
"Baiklah tapi kamu tidak boleh terlalu capek karena sekarang kamu tidak sendiri di sini ada nyawa yang sedang tergantung sama kamu".
" Iya aku janji jika aku sudah capek aku akan beristirahat, janji".ucap istrinya sambil mengangkat jarinya membentuk huruf v.
Suaminya mencium pucuk kepala istrinya dan setelahnya mengusap-usap perut istrinya.
"Anak ayah jangan menyusahkan bunda ya jadilah anak yang baik dan sehat-sehat selalu.Ayah dan bunda selalu menunggu kehadiran mu sayang".
"Iya ayah".ucap istrinya menirukan suara anak kecil.
Pramudya tertawa lalu mencium bibir istrinya lembut.
" I love you sayang ".ucapnya setelah mencium bibir istrinya.
" I love you too".
__ADS_1
Mereka berdua tersenyum dengan hati yang sangat bahagia.Arlita kini telah sepenuhnya percaya bahwa suaminya telah memberikan nya cinta yang begitu banyak setiap hari hingga membuat dia merasa menjadi wanita yang paling sempurna sekarang.
bersambung