
Beberapa hari kemudian.
Di rumah kediaman keluarga besar Pramudya kini sedang ramai karena hari ini adalah acara empat bulanan kehamilan Arlita.
Semua orang kini sedang sibuk termasuk si bumil yang kini sedang memakaikan hijab instan di kepalanya.
Arlita memakai baju gamis berwarna biru laut dan hijab dengan warna yang senada membuat aura yang di miliki oleh si ibu hamil kian terpancar.
Pramudya memeluk tubuh istrinya dari arah belakang lalu mencium kepalanya yang sudah tertutup hijab.
"Kamu cantik sayang? puji nya.
" Kamu juga tampan suamiku".
Laki-laki itupun tersenyum dan semakin memeluk tubuh istrinya dengan erat.
"Makin sayang deh aku sama kamu".
" Hem.. ".balasnya sambil merapihkan hijabnya.
" Kok cuma hem aja".katanya protes.
"Lalu aku harus jawab apa suamiku?
" Jawab kalau kamu itu juga sayang juga sama aku".
Akhirnya si bumil pun mengalah lalu sambil tersenyum manis dia pun berkata
"Baiklah,aku juga sangat sayang kamu suamiku".
Pramudya kini tersenyum lebar saat mendengar kata-kata manis dari bibir istrinya.
" Ayo kita turun acara akan segera di mulai".ucap istrinya memberitahu.
Laki-laki itupun pasrah dan melepaskan pelukannya.
"Baiklah".
Kini kedua pasangan suami istri itu sudah berjalan keluar dari kamarnya menuju lantai bawah di mana kini acara sedang berlangsung.
Setelah sampai di tempat acara kedua pasangan muda itu mengikuti acara pengajian dan juga akan di akhiri dengan acara santunan untuk anak yatim.
Acara pun berlangsung dengan lancar sampai selesai.Kini hanya tinggallah keluarga inti yaitu sang pemilik acara yang sekarang ini sedang berkumpul.
"Alhamdulilah akhirnya acaranya lancar".kata bunda Pramudya sambil mengusap lembut tangan menantunya.
"Iya bun alhamdulillah".balasnya sambil tersenyum.
" Apa kamu lelah sayang?Kalau kamu memang sudah lelah lebih baik kamu beristirahat di kamar aja".ucapnya khawatir karena melihat wajah menantunya kelihatan begitu lelah.
"Hanya sedikit mengantuk saja bun".
" Ya udah kalau begitu kamu istirahat saja. Ayo bunda anterin ke kamar ".
__ADS_1
Gadis cantik itu pun mengangguk lalu dia berdiri dan melangkah menuju lantai dua dimana kamarnya berada.
Ceklek(suara pintu di buka)
" Ayo sayang masuk langsung istirahat aja".kata ibu mertuanya.
Menantu cantiknya pun mengangguk.Dia pun langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya.
"Bunda keluar dulu, kamu istirahat dulu".
" Iya bunda terima kasih".
"Sama-sama sayang".balasnya lalu wanita itu pun berjalan keluar kamar.
Di lantai bawah.
Pramudya yang tadi sibuk dengan tamu-tamunya kini pun sudah ikut bergabung dengan keluarga besarnya.
Sesaat matanya mencari-cari dimana istri cantiknya duduk tapi dia pun tidak melihat sang istri cantiknya.
Sang bunda yang tau apa yang sedang di cari oleh anaknya lalu mendekatinya
"Kamu mencari Lita?
" Iya bun, Lita kok ngga ada?tanyanya dengan nada gelisah.
"Lita ada di kamar bunda suruh istirahat".
Laki-laki itu pun terlihat kembali tenang setelah mendengarnya.
"Lagi ke kamar mandi bun nemenin Mutia".
" Oh gitu".
Tiba-tiba perasannya menjadi sedikit gelisah lalu dia pun berkata kepada bundanya
"Pram ke atas dulu mau lihat Lita."
" Iya".
Pramudya melangkahkan kakinya menuju lantai dua di mana kamar nya berada.Di buka pintu kamarnya dengan pelan.
Ceklek(suara pintu di buka dari luar)
Laki-laki itu mendekati tempat tidur sang istri yang kini sedang tertidur tapi tiba-tiba istri cantiknya memanggilnya.
"Sayang itu kamu?ucapnya.
Laki-laki itu tersenyum dan mendekati istrinya yang kini sudah duduk di tempat tidurnya dan mereka pun kini duduk berhadap-hadapan.
" Iya sayang ini aku"."Kamu tidak kenapa-kenapa kan? " Atau kamu butuh sesuatu?tanyanya setelah sampai dan dengan hati yang tidak tenang.
Istri cantiknya hanya tersenyum lalu menangkup wajah tampan suaminya lalu
__ADS_1
Cup
Istri cantiknya mencium bibir suaminya dengan lembut dan laki-laki pun membalasnya ciuman istrinya.
Keduanya pun larut dalam ciuman itu lalu ciuman itu terlepas saat mereka berdua mendengar suara pintu di ketuk dari luar.
Pramudya menghapus bekas bibir istrinya yang sedikit ada bekas saliva darinya.
"Aku buka pintu dulu".ucapnya sambil melangkah menuju pintu.
Istrinya pun mengangguk
Ceklek
Pramudya melihat ibu mertua nya dan ke dua adik iparnya sedang berdiri di luar.
Dia pun mempersilahkan meraka masuk.Mutia langsung berlari mendekati kakaknya dan memeluknya.
" Kakak Mutia kangen ".rengeknya manja.
" Kakak juga sayang, kangen banget sama kamu".
Faiz pun ikut memeluk tubuh kakaknya dari samping sedangkan sang ibu hanya terdiam dia begitu terharu saat melihatnya.
Kini giliran sang ibu yang mendekatinya lalu memeluknya.
"Ibu sehat?tanyanya setelah melepaskan pelukannya.
" Alhamdulillah ibu sehat".
"Alhamdulillah".balasnya senang.
" Kak Faiz keluar dulu".
"Bareng Iz".kata Pramudya.
Pramudya mendekati istrinya.
" Aku keluar dulu".
Istrinya pun mengangguk iya.
Keduanya pun berjalan keluar meninggalkan ketiga wanita yang berbeda generasi itu saling melepaskan kerinduan.
"Ibu".
" Kenapa sayang?Ada yang kamu butuhkan?
Gadis itu menggelengkan kepalanya tanda tidak.
"Bu,bagaimana kabar laki-laki itu? Apa dia sudah sehat atau belum?
Deg..
__ADS_1
" Dia..
bersambung