
Arlita membuka ke dua matanya, di lihatnya langit-langit kamar tempatnya kini tertidur.
Ternyata kini dirinya sedang tertidur di kamarnya di dalam rumah mereka sendiri.
Pelan-pelan di bukanya selimut nya lalu dia pun menurunkan kedua kakinya ke lantai.
Gadis itu melangkah menuju ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri dan sekaligus untuk melaksanakan sholat ashar karena waktu sudah menunjukkan lima sore.
Setelah selesai melaksanakan sholat Arlita melipat sajadah dan mukenanya, dia pun berjalan ke arah jendela lalu membukanya dan menuju balkon dan duduk di kursi yang tersedia di sana.
Pandangan matanya menatap ke arah taman bunga yang berada tepat di bawah kamarnya.
Sementara itu Pramudya berjalan menuju ke arah kamarnya lalu dia pun membuka pintu kamar dengan pelan agar tidak menimbulkan bunyi dan mengganggu istrinya tertidur.
Tapi saat dia melihat ke arah tempat tidur di mana tadi istrinya sedang tertidur dia tidak menemukannya.
Dengan cepat dia pun berjalan ke arah kamar mandi untuk mencarinya tapi dirinya tidak menemukan istrinya.
"Kamu di mana sayang".ucapnya dengan nada khawatir.
Lalu dia pun melangkah ke arah jendela dan membukanya lalu dia pun melihat seseorang yang dari tadi di carinya sedang duduk sambil menutup kedua matanya serta k dua kakinya yang di selonjor kan di atas kursi panjang.
Pramudya mendekatinya dan ikut berjongkok di tepat di samping istrinya.
Dia mengusap-usap pipi istrinya yang mulus tanpa jerawat ,mengecup keningnya dan akhirnya membuat istrinya membuka ke dua matanya.
"Sayang".katanya
" Kamu tau, aku panik tadi saat aku tidak temukan kamu di dalam kamar".ucapnya dengan nada sedikit gemetar.
__ADS_1
"Maaf".
" Ya, tapi jangan begini ya sayang sumpah aku tadi benar-benar frustasi".katanya sambil menggenggam kedua tangan istrinya.
Arlita merasa sangat bersalah karena telah membuat suami tampannya itu khawatir.Dia pun bangun dari duduknya dengan pelan-pelan lalu langsung memeluk suaminya yang masih berjongkok.
"Terima kasih karena sudah hadir di hidupku.
Terima kasih telah menjadi suami ku.
Suami yang telah begitu banyak memberikan aku cinta sampai bisa aku tidak bisa untuk membalasnya.
Terima kasih suami ku sayang, aku benar-benar sangat mencintai mu.Jadi aku mohon tetaplah menjadi seperti ini jangan pernah berubah".
Pramudya mencium ubun-ubun sang istri
"Sama-sama sayang.Seharusnya aku yang harus berterima kasih karena kamu telah memberikan aku calon malaikat kecil yang sebentar lagi akan hadir di tengah-tengah kita.
Istrinya pun mengangguk
"Ya".
" Masuk yuk udah mau magrib tidak baik wanita hamil duduk luar".ajaknya sambil berdiri.
"Baiklah,bantu aku berdiri".pintanya manja.
" Baiklah istri ku sayang".
Dengan hati bahagia keduanya pun masuk kembali ke dalam kamar.
__ADS_1
"Sayang aku lapar".ucapnya setelah duduk sofa kamarnya.
" Baiklah aku ke bawah dulu biar aku ambilkan.Hari ini kita makannya di kamar aja".
"Baiklah".
" Aku ke bawah dulu ".
Istrinya pun mengangguk.
Setelah beberapa lama menunggu akhirnya suaminya sudah kembali lagi ke dalam. kamar dengan membawa sebuah nampan yang di atasnya sudah tersedia nasi, lauk pauk jiga makanan penutup.
"Sepertinya ini enak".katanya saat Pramudya meletakkan nampan di atas meja.
" Biar aku suapi".
"Tapi."ucapnya terhenti.
" Sudah ayo buka mulut mu", ucapnya lalu istrinya pun membuka mulutnya dan suami pun langsung menyuapinya seperti anak kecil.
"Anak pintar".
" Aku ini istrimu bukan anakmu".ucapnya dengan sedikit menggerutu.
Suaminya pun tersenyum.
"Iya kamu adalah istriku bukan anakku".
Keduanya pun tertawa.
__ADS_1
bersambung.