Suamiku Adalah Cinta Pertamaku

Suamiku Adalah Cinta Pertamaku
96


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang sangat melelahkan untuk Pramudya bagaimana tidak di saat tubuhnya butuh istirahat tiba-tiba handphonenya berdering tapi dia tidak mengangkatnya hingga suara handphone itupun kembali mati lalu berdering lagi.Dan itu membuat istri cantiknya yang sedang ingin tidur siang di samping nya menjadi terganggu.


"Sayang handphone kamu berbunyi tuh".ucapnya sambil menggoyangkan bahu suaminya.


"Ada apa sayang aku ngantuk berat nih".


"Bangun dulu sebentar handphone kamu berbunyi terus".


Akhirnya laki-laki itupun terpaksa bangun dan kini dirinya sedang duduk di tempat tidur lalu kepalanya di sandarkan di dashboard ranjang dan melihat nama panggilan yang tertera di handphonenya sambil mengerutkan dahinya.


" Siapa yang telepon sayang?tanyanya lalu dia pun ikut duduk di samping suaminya.


"Bunda".


"Bunda.Telpon balik aja sayang siapa tau penting".


Suaminya pun mengangguk lalu menekan nomor Bundanya dan tersambung.


" Assalamualaikum Bunda.


"Waalaikumsalam".Balas seseorang di seberang.


" Ada apa Bun?


,,Kamu sama Lita masih mau menginap apa sudah mau pulang?


"Rencananya besok kami pulang bun. Memangnya kenapa Bun?


"Oh gitu.Bunda sama Ayah mau ke rumah besar di sana sedang ada pertemuan keluarga mungkin Bunda sama Ayah akan menginap."


"Baik Bun, ya sudah hati-hati di jalan".


" Iya.Salam untuk menantu Bunda ya, katakan kepadanya Bunda rindu".


"Ya.Assalamualaikum".


" Waalaikumsalam ".


Akhirnya sambungan telepon itu pun terputus.Pramudaya langsung menaruh handphonenya di atas meja.


Pramudya langsung melihat wajah istrinya lalu tersenyum.


" Sini bobok lagi yuk".katanya sambil menyuruh kepala istrinya untuk tidur di tangannya yang akan di jadikan bantal kini sudah di rentangkan.


Istrinya pun menurut lalu kini dirinya tertidur dengan ber bantal tangan kanan suaminya.

__ADS_1


"Sayang tadi Bunda ngomongin apa? tanyanya sambil tangannya mengusap wajah suami tampan nya lalu menyentuh ke dadanya.


" Sayang jangan mancing-mancing deh".ucapnya dengan menahan gairahnya.


"Memangnya aku ngapain?Aku itu cuma begini doang".katanya sambil terus menjahili suami tampannya.


" Sayang jangan salahkan aku jika aku memakan kamu".


Tapi yang terjadi istrinya sama sekali tidak mendengarkan nya dirinya terus saja menjahili dan menggodanya.


Pramudya kini telah merubah posisinya menjadi mengukung istrinya dan membuat wajah istrinya sedikit terkejut dengan apa yang dia dilakukan.


"Sayang".ucapnya dengan suara beratnya.


Arlita melihat wajah suaminya yang sudah begitu bergairah


" Boleh ya sayang, aku janji akan melakukannya dengan pelan-pelan".rayunya dengan sorot mata yang penuh harap.


Istrinya pun mengangguk. Pramudya tersenyum dan kini kedua pasangan itu akhirnya menikmati surga dunia.


Hampir 30 menit Kedua insan yang sedang di mabuk cinta itupun menyelesaikan hasratnya karena laki-laki itu tidak ingin membuat istrinya kelelahan saat berhubungan jadinya dia pun menyelesaikan permainan itu dengan cepat.


Seperti sekarang ini laki-laki itu membantu mengeringkan rambut panjang istrinya dengan hairdryer.


" Ngga kok sayang".


"Maaf sayang akhir-akhir ini aku tidak bisa mengontrol hasratku".


Istrinya pun tersenyum.


" Kenapa kok kamu malah tersenyum memangnya ada yang lucu dengan kata-kata aku barusan".


Istrinya memegangi tangan kiri suaminya yang tidak memegang hairdryer lalu menepuknya pelan.


"Sebenarnya sih ngga ada yang lucu tapi suami es ku ternyata sekarang sudah mesum".ucapnya lalu diapun sedikit tertawa dan membuat suaminya menjadi sedikit malu.


"Cuma sama kamu mesumnya".jawabnya dengan suara pelan di dekat telinga istrinya dan membuat tubuh istrinya sedikit meremang.


Istrinya pun mengangguk.


" Iya kamu benar suamiku.Jangan pernah berpaling ya".


Pramudya mematikan hairdryer karena rambut panjang istrinya sudah kering.


"Aku milikmu selamanya akan tetap seperti itu".

__ADS_1


" Janji".


"Seperti biasanya aku tidak akan berjanji tapi aku akan langsung membuktikannya langsung kepadamu bahwa aku akan selalu mencintaimu sampai akhir hidupku".


" Terima kasih suamiku, sungguh aku sangat terharu".ucapnya lalu berbalik dan memeluk pinggang suaminya karena posisinya dirinya kini sedang duduk di kursi rias lalu suaminya berdiri di belakangnya


"Sama-sama sayang.Tadi Bunda nitip salam buat kamu katanya Bunda kangen sama kamu".


"Benarkah, aku juga sangat rindu sama Bunda.Aku jadi ingin pulang sekarang".


" Jangan sekarang Bunda sama Ayah lagi pergi ke rumah besar dan mungkin akan kembali besok".


"Oh gitu, ya udah kita nginap di sini aja lagi besok baru kita pulang".


" Siap istri ku sayang ".


Sementara di ruang keluarga ada seseorang yang sedang bertamu ke rumah itu. Faiz melihatnya


"Kenapa Anda ke sini?tanyanya kepada seseorang.


Laki-laki itupun terdiam dia melihat wajah anaknya.


"Kak Lita lagi ada di rumah ini, bisa tidak Anda untuk tidak ke sini dulu".ucapnya dengan nada sedikit tinggi hinga sang ibu pun ikut berbicara


" Faiz yang sopan itu Ayah kamu".kata ibunya menasehati.


"Kenapa sih bu, ibu selalu membelanya? Bukankah ibu tau Depresi kakak bisa kambuh jika melihatnya".


Ibunya pun terdiam sejenak membenarkan lalu dia pun melihat laki-laki yang kini berstatus mantan suaminya laku berkata


" Maaf mas apa yang di katakan oleh itu adalah benar jadi untuk menjaga kesehatan Lita lebih baik mas pulang dulu,aku benar-benar takut terjadi apa-apa sama kandungannya".


laki-laki pun menunduk tanpa terasa dia pun menangis.


"Maafkan saya, saya permisi".ucapnya lalu dia pun melangkah keluar dari rumah itu dengan hati yang hancur atas penolakan anak-anaknya.


" Maaf mas, kami belum bisa memaafkan mu sebelum putri kesayangan mu memberi maafnya".batinnya berkata dengan hati yang lirih.


Faiz mendekati ibunya.


"Maafkan Faiz bu".


Wanita itupun mengangguk iya.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2