Suamiku Adalah Cinta Pertamaku

Suamiku Adalah Cinta Pertamaku
37.


__ADS_3

Akhirnya mereka berempat pun sampai di rumah orang tua Pramudya.Rasa lelah sehabis berjalan tadi tidak mereka hiraukan karena suasana hati mereka telah berganti keceriaan walaupun ada seseorang yang menguntit mereka tadi.


Arlita melihat di ruang tamu ada Ibunya dan kedua mertuanya sedang membicarakan sesuatu entah apa.


Ibunya melihatnya lalu menyuruhnya untuk ikut duduk disampingnya.diapun langsung ikut duduk.


Pramudya, Faiz dan Mutia juga ikut duduk di sofa.


"Gimana jalan-jalannya menyenangkan tidak?


"Menyenangkan Bu".


"Syukurlah Ibu ikut senang mendengarnya".


" Ibu tadi di taman ada Ayah".ucap Mutia.


Sang Ibu melihat kearah putrinya.


"Apa itu benar kak? tanya sang Ibu.


" Iya Bu, tadi Laki-laki itu ke sana".


Sang Ibu berusaha untuk memaklumi dengan bersikap seperti biasa karena sang putri tidak memanggil laki-laki itu dengan sebutan Ayah.


"Tapi dia hanya melihat kami dari jauh Bu".ucap Faiz.


Wanita paruh baya itupun kembali diam. dalam hatinya berkata" sebagai seorang ibu dirinya sangat tahu sejauh mana luka di hati ketiga anaknya,


Perasaannya mengatakan bahwa apa yang kini dirasakan oleh anak-anaknya luka yang sangat terdalam terutama sang putri sulung itulah mengapa mereka sampai sekarang belum bisa menerima kehadiran Ayah mereka yang begitu tiba-tiba.


apa lagi sekarang ini dia kembali melihat dari mata putri sulungnya yang masih belum bisa memaafkan kesalahannya namun kini tiba-tiba di hadapkan oleh kenyataan sang Ayah yang terang-terangan kembali mengusik hidup mereka.


Ibunya menggenggam tangan putri sulungnya dengan erat mencoba menguatkan hati putrinya.sebenarnya sekarang ini dirinya sangat takut jika traumanya putrinya akan kembali lagi.

__ADS_1


"Kakak baik-baik saja kan?


Arlita hanya terdiam. itu membuat semua orang menjadi sangat takut karena Arlita terdiam tanpa ekspresi.


Pramudya langsung mendekati istrinya dan menggenggam kedua tangannya.


"Sayang".panggilnya lembut.


Arlita melihat kearah suaminya.


" Tenang ya aku di sini".ucapnya sambil mencoba untuk terus mengajaknya berbicara memberikan minum lalu setelahnya dia mencoba memberikan obat kepada istrinya.istrinya menerimanya lalu meminumnya.


Melihat keadaan Arlita yang sudah sedikit tenang Pramudya mengajaknya berbicara lagi.


"Kamu tidak apa-apakan?tanyanya lagi.


Sejenak pikiran Arlita pun kembali.dia mencoba untuk bersikap tenang untuk menekan emosinya.


"Syukurlah,kamu membuat kami khawatir tadi".


" Maaf".katanya lagi.


"Iya, tapi jangan buat kami khawatir seperti tadi aku benar-benar takut. "


istrinya menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan.


" Tetap semangat ya kakak!Ibu tahu kakak ini sulit tapi kakak adalah putri sulung Ibu yang sangat kuat. "


Arlita tersenyum.


Melihat apa yang terjadi barusan membuat kedua orang tua Pramudya merasa prihatin. mereka seakan merasakan keadaan menantunya sekarang ini.


Kedua mertuanya kini bahkan melihat langsung bagaimana seseorang begitu mengalami trauma yang begitu dalam.

__ADS_1


Entah bagaimana dulu sang menantu bisa melewati masa-masa sulitnya hanya seorang diri.Menjalani hidup yang sangat begitu keras tapi dia tidak pernah menunjukkan kesedihannya selama ini.benar-benar menantu hebat.


Pramudya masih menggenggam tangannya mencoba memberikan kekuatan kepada sang istri.


Arlita melihat ke arah kedua mertuanya.


"Maafkan Lita Ayah Bunda,inilah sisi lain Lita bahkan sekarang ini Lita tidak bisa menyembunyikan nya lagi!Lita bukan menantu yang baik! Lita ini bukan wanita yang sempurna untuk Pramudya!bahkan Lita selalu saja menyusahkan anak Ayah sama Bunda! maaf, maafkan Lita".


ucapnya sambil tertunduk dengan air mata yang mulai keluar dari kedua buah matanya.


Sang mertua terharu mendengar


kan sang menantu berkata seperti itu.sedangkan sang Ibu dan kedua adiknya sangat terlihat sedih.tanpa terasa mereka pun menangis.


"Kemarilah Nak! perintah Ayah mertuanya.


Arlita berdiri di bantu oleh suaminya lalu mendekati kedua mertuanya.Bunda Pramudya memeluknya dengan erat dan sang Ayah mertuanya mengusap-usap punggungnya dengan lembut mencoba menenangkannya.


" Jangan meminta maaf sayang kami berdua tidak mempermasalahkan itu!kehadiranmu sangat berarti buat putra kami!ucap sang ibu mertuanya


Pramudya bisa sesukses seperti sekarang ini semua berkat kamu. dia begitu semangatnya dalam memulai bisnisnya dengan satu tujuan yaitu ingin menjadi orang yang bisa membahagiakan kamu jika nanti kalian berjodoh."


"Itu benar sayang apa dikatakan oleh Ayah semuanya adalah benar.selama 5 tahun ini dia selalu mencari-cari tahu keberadaan kamu, semua tempat sudah dia datangi tapi kamu belum diketahui berada dimana.mungkin Allah telah menjadikan kamu jodoh Pramudya melalui Restauran yang dimilikinya. dan tidak tahunya kamu kerja di sana.


itu yang dinamakan jodoh pasti bertemu ".ucap Ibu mertuanya lagi.


Arlita tersenyum" Terima kasih Ayah Bunda".


"Sama-sama sayang".


Pembicaraan mereka berlangsung singkat karena mereka sekarang sudah bersiap-siap untuk mengantarkan sepasang pengantin baru itu ke rumah baru mereka.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2