
Pramudya menggandeng kedua tangan putri kecilnya sedangkan Arlita pun menggandeng tangan anak laki-laki nya.Kini kedua pasutri itu menaiki pelaminan untuk menyalami pasangan pengantin yang baru beberapa jam menikah itu.
Senyum berkembang dari Ibu muda itu saat mendekat kearah mempelai perempuan.
"Selamat akhirnya sahabat aku menikah juga".ucapnya sambil berpelukan.
" Makasih,sahabat ku".balasnya sambil memeluk erat sahabatnya.
"Gue pamit dulu para bocil seperti nya sudah kelelahan".ucap Arlita setelah selesai berfoto bersama.
" Iya. Hati-hati di jalan".balas Tea sambil menggenggam tangan sahabatnya.
"Oke".
Kini keluarga kecil itupun sudah berada di dalam rumah setelah hampir seharian mereka berada di tempat acara.
Si para bocil pun kini sedang tertidur di temani oleh para pengasuhnya.
Sementara itu si bumil pun kini sedang berbaring di atas kasur empuk nya dengan kepala nya bersandar di sisi tempat tidur sambil kakinya di pijat oleh suaminya.
"Bagaimana yang pijatan ku enak ngga?tanyanya di sela-sela memijatnya.
" Enak Mas.Sepertinya Mas berbakat deh jadi tukang pijat".
"Aku tuh memang berbakat sayang tapi sayang nya aku bisa begini nya cuma sama kamu aja".
__ADS_1
" Loh kok bisa begitu?
"Tentu saja karena cuma kamu bisa menikmati nya".ucapnya sambil tersenyum smirk.
Sesaat wanita hamil itupun berpikir mencoba mencerna ucapan suaminya hingga tiba-tiba dia pun akhirnya mengerti dengan ucapan suaminya.
" Dasar mesum".katanya sambil melemparkan sebuah bantal kearah suaminya yang masih terduduk di dekat kaki istrinya.
"Ah... ah.. ah".tawanya sambil menangkap bantal yang di lempar oleh istrinya.
" Ih Mas nyebelin,semakin tua semakin mesum saja.Malu Mas sama umur".
"Yang kamu tuh kalau lagi marah itu lucu banget".
" Ya sudah mulai sekarang aku akan sering-sering marah sama Mas".
" Ya kan Mas bilang tadi kalau aku itu lucu kalau lagi marah jadi mulai sekarang aku akan sering-sering marah sama Mas".
"Yang jangan gitu yang aku tadi hanya bercanda.Maaf ya".
katanya dengan tatapan menyesal.
Wanita itu masih terdiam dan itu membuat dirinya benar-benar dalam masalah
" Yang kok diam aja, kamu masih marah sama aku? Ucapnya dma lagi-lagi istrinya masih diam saja.
__ADS_1
"Yang.Maaf ya".katanya lagi dan membuat wanita yang sedang diam itupun menjadi tertawa karena tidak tahan melihat tingkah laki-laki yang menjadi suaminya itu terlihat seperti anak kecil.
" Ah.. ah.. ah".tawanya dan membuat laki-laki itupun terkejut.
Dia pun berhenti memijat kaki istrinya.
"Sayang kamu ngerjain aku?
" Iya. Habisnya Mas sangat menyebalkan sih".
"Awas kamu ya, aku akan beri kamu hukuman".
"Ngga bisa begitu Mas, memangnya aku salah apa sama kamu?
" Salah kamu itu adalah sudah membuat aku merasa bersalah he ngga taunya hanya ngeprank aku".katanya kini sudah berada di atas tubuh istrinya sambil tersenyum smirk.
"He mana bisa begitu, kan tadi Mas yang mulai duluan".
protesnya.
"Tapi kenapa kamu tadi ikut-ikutan ngerjain aku?
" Ya biar kita sama-sama impas".
"Oh jadi begitu".katanya sambil tangan kanannya mengusap bibir ranum istrinya dan membuat pipi wanita yang yang berada di bawah nya kini menjadi sedikit merona merah namun tiba-tiba laki-laki itupun mendekati telinga istrinya
__ADS_1
" Sekarang terimalah hukuman mu sayang ".ucapnya dan wanita yang menjadi istrinya itupun akhirnya pasrah menerima hukuman dari suaminya.
bersambung