Suamiku Adalah Cinta Pertamaku

Suamiku Adalah Cinta Pertamaku
158


__ADS_3

Kedua pasutri itu keluar dari dalam kamarnya saat mendengar suara keributan dan keduanya pun berjalan menuju sumber suara yang ternyata berasal dari ruangan bermain sekaligus tempat tidur yang di jadikan satu dalam satu ruangan yang begitu luas agar anak-anaknya merasakan suasana nyaman saat berada di dalamnya.


Saat sampai di sana dia pun melihat ketiga anaknya sedang menangis.


"Ada apa sus?tanya keduanya setelah sampai.


" Ini Bu,ketiga nya berebutan mainan ".jawab suster ke 1.


Ketiga anak-anaknya yang melihat kedatangan kedua orang tua nya langsung berlarian memeluk Mamah dan Papahnya.


" Oh gitu."ucap Arlita sambil mengusap-usap punggung ketiganya bergantian.


"Cup.. cup.. cup. Jangan nangis lagi kan sekarang ada Papah sama Mamah".bujuk Pramudya menenangkan ketiga buah hatinya.


" Sus tolong buatkan susu seperti nya mereka mulai mengantuk."kata Arlita saat melihat ketiganya menguap.


"Baik Bu".jawab ketiga pengasuh sambil mengerjakan tugasnya untuk membuat susu.


Pramudya memeluk istri dan ketiga anaknya karena posisinya kini semua anaknya itu memeluk tubuh istrinya yang kini sedang duduk di lantai beralaskan karpet bulu tebal dan halus.


"Kalau lagi merajuk begini Mas yakin masih mau nambah momongan?tanyanya sambil melihat kearah suaminya.


"Itu".


" Capek loh Mas kalau lagi ngambek begini".keluhnya.


"Iya sih.Tapi aku masih ingin loh sayang".ucapnya tanpa bersalah dan membuatnya mendapatkan cubitan di pinggangnya.


" Aw.. sakit yang".katanya sambil mengusap pinggang yang tadi di cubit oleh istrinya.


"Makanya jangan bicara itu terus Mas".


" Ya gimana yang, aku kan memang pinginnya punya banyak anak biar rumah kita ramai. Lagipula aku ngga sekarang kok mintanya nanti setelah anak-anak sudah masuk Tk jadi sekarang kita pacaran dulu aja, gimana".katanya sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Ih kenapa sih Mas kamu kok semakin tua semakin genit aja".ucapnya sambil melihat ke arah suaminya yang tersenyum smirk.


" Maaf Bu ini susunya".ucap pengasuhnya sambil menyerahkan 3 dot susu.


Arlita pun menerimanya lalu memberikannya kepada anak-anak nya.


"Makasih sus".balasnya.


" Sama-sama Bu.".ucapnya sambil berjalan menuju tempat tidur anak dan merapihkan nya.


Ke dua pasutri itupun melihat ke arah ketiga anaknya satu persatu dan keduanya pun tersenyum sambil mengusap-usap rambut ketiganya secara bergantian.


"Ngga terasa ya yang anak-anak kita sudah besar. Padahal baru saja kemarin aku melihat mereka masih bayi tau tau sekarang sudah besar saja".ucap Pramudya.

__ADS_1


Arlita pun tersenyum.


"Kamu benar Mas, tanpa terasa kita sekarang sudah menjadi orang tua dari tiga anak lagi".


Keduanya pun melihat ketiga anak-anaknya kini sudah mulai tertidur.


" Biar aku saja yang pindahin kamu di sini saja ".ucap suaminya sambil menggendong si sulung Hemy dan menidurkan kan nya di tempat tidurnya.


Setelah itu dia pun menggendong si Tengah Hema dan terakhir si bungsu Fareka.


Keduanya pun tersenyum lalu mencium kening anak-anaknya satu persatu.


" Selamat tidur sayangnya Papah Mamah ".kata Pramudya.


Lalu tangannya pun langsung menggandeng tangan istrinya untuk keluar dari kamar tidur anaknya.


" Ayo sayang ".ucapnya.


Istrinya pun mengangguk.


" Saya titip anak-anak ya sus".ucapnya kepada pengasuh anak-anaknya.


Ketiganya pun mengangguk.


"Baik Bu".


" Hem."


Faiz pun menoleh dan dia pun melihat ada kakak iparnya yang sedang duduk tidak jauh darinya.


"Kak Pram. Sudah lama kak di sini?


" Belum lama sih. Kamu lagi sibuk?


"Iya kak. Ini lagi ngerjain tugas kampus".


" Gimana tempat kuliah kamu yang baru apa kamu betah?


"Faiz betah kak, makasih sudah bantuin Faiz".


"Sama-sama Iz.Dan kakak hanya minta satu hal sama kamu".


" Tentang apa kak".


"Kakak mau jika kamu ada waktu luang kamu ikut kakak ke perusahaan".


"Maksud kakak Faiz harus kerja di tempat kakak?

__ADS_1


"Iya kamu bisa kan?


Laki-laki muda itupun mengangguk


" Faiz mau kak".ucapnya senang.


"Baiklah mulai besok kamu bisa datang ke perusahaan kakak".


" Baiklah ".


Pramudya pun bangun dari duduknya lalu berjalan menuju ke arah pantry dan dia pun melihat istrinya yang sedang menaruh kopi di depannya.


"Kopi nya Mas".ucap istrinya


" Makasih sayang ".


" Sama-sama Mas".


Laki-laki itu pun langsung menyeruput kopinya itu dengan pelan-pelan karena masih panas.


"Mas tadi bicara sama Faiz?


" Iya".


"Kalau boleh tau Mas membicarakan apa?


"Aku mengajak Faiz untuk bekerja di tempat ku".


Arlita duduk di samping suaminya yang sedang asyik menyeruput kopinya.


" Maksud Mas,Faiz kerja di tempat Mas?


"Iya sayang. Aku ingin Faiz belajar dunia bisnis mulai dari sekarang biar nanti setelah selesai kuliah Faiz bisa membantu Ayah kamu".


Arlita terdiam sambil melihat kearah suaminya.


" Kenapa sayang, aku salah ya?


"Tidak Mas.Aku benar-benar sangat terharu, ternyata suamiku ini memang yang terbaik".


ucapnya sambil terus tersenyum.


" Kamu ini".katanya sambil mencubit hidung mancung istrinya.


Kedua pun berpelukan dan seakan akan dunia ini milik mereka berdua.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2