Suamiku Adalah Cinta Pertamaku

Suamiku Adalah Cinta Pertamaku
54.


__ADS_3

Hari ini adalah hari pertama ujian sekolah untuk anak-anak kelas 3 SMA.Mereka semua sudah jauh-jauh hari mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian sekolah karena mereka ingin mendapatkan nilai yang bagus untuk bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu kuliah di tempat yang mereka inginkan.


Semua siswa-siswi masih mengerjakan soal ujian dengan sangat teliti agar tidak ada kesalahan.


Tanpa terasa ujian sekolah sudah selesai,kini semuanya sedang menunggu hasilnya.


Pagi itu Arlita sudah sibuk di dapur untuk membuat sarapan untuknya dan sang suami. Setelah dirinya sudah bisa memasak jadilah dirinya yang mengambil alih nya.


Saat sedang memasak tiba-tiba dia di kaget kan dengan sebuah tangan yang melingkar di perutnya, siapa lagi kalau bukan tangan suaminya.


"Pram, aku lagi masak nanti gosong".protesnya tapi sang pelakunya sengaja menjatuhkan kepalanya di bahunya.


"Sebentar sayang,ini nyaman".


Arlita membiarkan suaminya bersandar di bahunya dan dia pun mematikan kompor takut masakannya gosong karena sudah matang lalu memindahkannya di piring.


" Kamu kenapa sih kok jadi manja banget?tanya istrinya heran.


"Entahlah".balasnya sambil menciumi leher jenjang istrinya yang terlihat karena rambut sang istri kini sedang di kuncir kuda.


" Udah kan peluknya, aku mau lanjut masak sayur dulu".


Suaminya hanya diam lalu perlahan-lahan melepaskan pelukan nya, tapi dia langsung menggendong istrinya dan membawanya masuk ke dalam kamar.


"Pram".


Laki-laki itu menurunkan istrinya tepat di dalam kamar mandi dan itu membuat istrinya bertambah bingung dengan di lakukan oleh suaminya.


" Pram kenapa kamu bawa aku ke kamar mandi?


Tanpa menjawab suaminya langsung memberikan sesuatu kepada istrinya.Arlita menerimanya.


"Testpack?


" Iya, aku mau kamu pakai ini sekarang".


"Baiklah tapi kalau hasilnya tidak memuaskan gimana?

__ADS_1


" Ngga apa-apa nanti kita coba lagi, lebih serius membuatnya kalau yang sekarang ini gagal".ucap suaminya dan itu membuat Arlita menjadi malu karena membicarakan hal yang sangat sensitif.


"Bisa ngga sih kamu bicaranya ngga ke sana terus".


" Ngga bisa sayang itu sudah mendarah daging jadi itu adalah kebutuhan harus di penuhi".ucapnya dan itu semakin membuat istrinya kesal.


"Sudah kamu keluar dulu, aku mau coba testpack ini dulu".


" Aku tunggu di sini aja ya".


"Pram aku malu".


" Kenapa malu aku sudah lihat semuanya sayang jadi ngga usah malu sama suami mu ini."ucapnya menjelaskan.


"Terserah lah" ucapnya pasrah.


Akhirnya dengan terpaksa mau tak mau Arlita melakukan test itu di hadapan sang suami bucin nya.Tidak beberapa lama menunggu akhirnya hasilnya pun kelihatan.


Wajah keduanya berubah menjadi ceria saat melihat garis merah itu menunjukkan dua garis.


"Alhamdulillah aku hamil Pram".ucapnya sambil memeluk suaminya.


Tanpa terasa mereka berdua menangis.


" Aku bahagia sayang, sangat bahagia".


"Aku juga.Jangan pernah tinggalkan aku Pram jangan seperti ayahku yang pergi meninggalkan kami".


"Aku tidak akan pernah meninggalkan kamu ngga akan pernah".ucapnya sambil mencium kepala istrinya dengan sayang.


Arlita makin mempererat pelukannya.


" Tapi sesuai kesepakatan kita kalau kamu hamil kamu akan menunda kuliah sampai kamu melahirkan nanti".


Istrinya menganggukkan kepalanya tanda iya lalu melepaskan pelukannya.


"Kenapa?

__ADS_1


" Aku lapar. Ayo kita makan".


"Baiklah istri ku sayang."


Akhirnya hari itu setelah mereka berdua selesai sarapan.


Pramudya memutuskan untuk membawa istrinya ke Dokter kandungan untuk memeriksakan kehamilannya.


Di dalam ruangan Dokter kandungan sepasang suami-istri itu mendengarkan semua penjelasan Dokter bahwa memang benar Arlita hamil sudah 4 minggu itu pun di buktikan dengan hasil usg di mana ada sebuah kehidupan yang sedang bersemayam di rahim istrinya.


Setelah diberikan obat berupa vitamin tanpa obat mual karena Arlita sama sekali tidak mengalami mual dan makan seperti biasa.


Dengan perasaan haru dan bahagia keduanya berjalan dengan senyum merekah atas apa yang telah Allah berikan kepada mereka berdua.Ya mereka akan menjadi orang tua baru di usianya masih sangat muda.


Sehabis dari Rumah sakit mereka berdua menuju ke rumah ibunya Arlita entah mengapa dirinya merasa begitu merindukan sang ibu.


"Aku kangen banget sama ibu dan kedua adikku juga".


"Kenapa sih mereka tidak main ke rumah kita, jadinya gini nih rindu berat".gerutunya.


" Mungkin ibu sibuk jadi tidak sempat ke rumah begitu juga Faiz sama Mutia mungkin sekarang mereka berdua sedang sibuk belajar kan sebentar lagi mereka ujian".


"Oh iya aku lupa".


Pramudya mengusap-usap rambut istrinya dengan sayang.


" Pram nanti kita menginap ya di rumah ibu, malam ini aku ingin tidur di kamar ku, rasanya aku kangen banget pengan tidur di sana".


"Baiklah malam ini kita menginap, aku juga ingin merasakan tidur di kamar istri cantik ku ini".


" Tapi kamu ngga boleh ngambil kesempatan ya,ingat apa kata Dokter tadi".ucap istrinya memperingatkan.


"Iya aku ingat sayang".


Pramudya tertawa melihat wajah tegang sang istri dan membuatnya sangat lucu lalu mencium bibirnya yang terus saja mengoceh.


bersambung

__ADS_1


"


Akhirnya


__ADS_2