Suamiku Adalah Cinta Pertamaku

Suamiku Adalah Cinta Pertamaku
174


__ADS_3

Kandungan Arlita kini sudah memasuki bulan ke Sembilan dimana sebentar lagi anak yang ada di kandungan nya akan segera lahir.Hanya menunggu waktu saja.


Malam semakin larut dan Arlita tiba-tiba terbangun saat dia merasakan kalau dirinya kebelet pipis.Dia pun melihat jam dinding jam menunjukkan pukul tiga pagi.


Pelan-pelan dia pun menurunkan keduanya kakinya ke lantai.Setelah merasakan dirinya sudah benar-benar siap untuk bangun dia pun bangun dan berdiri. Disaat dirinya mau melangkah tiba-tiba dia merasakan kakinya basah.


"Apa ini, kok basah? tanyanya sambil melihat kearah kakinya.


" Astaghfirullahalazim, jangan-jangan air ketubanku rembes ".ucapnya sambil membekap mulut nya dengan kedua tangannya.


" Aku harus tenang, rileks".ucapnya dalam hati.


Setelah dirinya sudah merasakan sedikit tenang dia pun melihat kearah tempat tidur di mana suaminya kini masih tertidur lelap.


Dengan pelan dia pun mendekati suaminya dan menggoyang-goyangkan badannya


"Mas".panggilnya.


Laki-laki itupun langsung membuka kedua matanya dan dia pun melihat istrinya yang kini sedang berdiri di dekat tempat tidur.


"Mas".panggilnya lagi karena dia melihat suaminya kini masih terdiam.


" Ah iya sayang maaf, ada apa sayang? katanya sambil bangun dari tempat tidur dan ikut berdiri di samping istrinya.


"Sepertinya air ketubanku sudah rembes Mas".ucapnya sambil tangannya menunjuk kearah bawah bajunya.


Laki-laki itupun melihat nya


" Iya yang,mungkin kamu sekarang akan melahirkan.


"katanya sambil menuju ke arah lemari mengambil baju ganti untuk istrinya dan juga kerudung.


"Ganti baju dulu sayang, kita ke rumah sakit".katanya sambil memberikan baju ganti kepada istrinya. Wanita itupun menerimanya dan dia pun langsung menganti bajunya yang basah dengan di bantu oleh suaminya.


" Makasih Mas".ucapnya setelah selesai berganti baju.

__ADS_1


Laki-laki itupun mengangguk


"Sama-sama sayang, aku cuci muka dulu sebentar".izinnya dan istrinya pun menganggukkan kepala nya tanda iya.


Tak berapa kemudian laki-laki pun keluar dari kamar mandi dengan wajah yang sudah terlihat lebih segar. Dengan cepat dia pun langsung mengambil tas yang berisi perlengkapan untuk melahirkan dan juga perlengkapan untuk bayinya.


Setelah selesai dia pun menggandeng tangan istrinya dan mengajak nya keluar dari kamar untuk segera menuju mobilnya yang sudah di parkir kan di depan rumah.


"Masih kuat jalan yang?Kalau tidak kuat berjalan biar Mas gendong saja".katanya memberi usul.


"Tidak usah Mas,aku masih bisa".


Akhirnya keduanya pun berjalan hingga seseorang mendekati nya dan membantu istrinya jalan menuju ke pintu keluar di mana mobilnya kini terparkir.Memang sebelumnya Pramudya keluar sebentar untuk membangun kan kedua orang tuanya yang kebetulan sedang menginap.Dan ketiga anaknya pun kini di tinggal bersama dengan pengasuh mereka.


" Biar Bunda yang memapahnya".katanya dan laki-laki itupun langsung membuka pintu dan di sana sudah terdengar suara mesin mobilnya sudah menyala.


"Ayah".panggilnya.


" Iya.Biar Ayah yang menyetir".ucapnya dan Pramudya pun mengangguk.


Setelah selesai dia pun masuk kedalam mobilnya dan duduk di samping kemudi.


Papah muda itupun melihat kearah belakang di mana istri dan Bunda nya kini sedang duduk.


"Sayang apa perut kamu sudah berasa sakit?tanya suaminya dengan raut khawatir.


"Belum Mas tapi seperti nya pakaian ku basah lagi".katanya dan membuat Bunda mertuanya pun mengusap-usap tangan menantunya dengan lembut.


" Sabar ya sayang sebentar lagi kita sampai di rumah sakit ".ucap Bunda mertuanya.


" Iya Bunda".


Dan tak lama kemudian mobil itupun sampai. Pramudya langsung keluar dari dalam mobil. dan langsung membuka pintu penumpang di mana istrinya berada. Dengan cepat dia pun langsung menggendong tubuh istrinya masuk ke dalam rumah sakit dan menuju ruangan bersalin.


Sampai di dalam ruangan bersalin Pramudya langsung membaringkan di atas brankar.Dokter yang bertugas pun langsung menanganinya.

__ADS_1


"Bagaimana Dok keadaan istri saya?tanyanya setelah Dokter yang menangani nya iru selesai memeriksa keadaan istrinya.


" Pembukaan nya sudah sempurna Tuan dan pasien siap untuk melakukan persalinan ".


" Saya serahkan semuanya kepada Dokter ".ucapnya dan Dokter itupun mengangguk.


Arlita kini sudah merasakan sakit di setiap detik.Pramudya pun sebagai siaga terus memberikan support kepada istrinya hingga tak lama kemudian setelah melewati beberapa menit akhirnya terdengar lah suara tangisan bayi nya


Oek... oek... oek


" Alhamdulillah. Selamat ya Tuan dan Nyonya putri Anda sudah lahir".


"Alhamdulillah.Terima kasih Dokter."


"Sama-sama Tuan."


Pramudya langsung mencium kening istrinya dengan sayang.


"Terima kasih sayang".


" Iya tapi ini yang terakhir kalinya aku melahirkan ya Mas".


"Iya."


Arlita pun tersenyum


"Benar ya Mas janji?


" Iya aku janji".


"Awas kalau bohong".


" Beneran sayang ".jawab suaminya itu sambil membersihkan keringat di pelipis istrinya.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2