
Setahun kemudian
Tanpa terasa kini si kembar sudah berusia sudah 18 bulan dan si bungsu berusia 1 tahun.Sebenarnya Pramudya masih ingin menambah momongan tetapi Arlita diam-diam tanpa sepengetahuan suaminya Ibu muda itu menggunakan kb tujuan nya adalah untuk mencegah dirinya hamil lagi dalam waktu dekat.
Ibu muda itu tidak mau ke tiga anaknya itu kekurangan kasih sayang saat dirinya hamil nanti, mungkin nanti setelah ketiganya sudah sedikit besar barulah dia pikirkan lagi untuk menambah momongan.
Sekarang ini Ibu muda itu berencana akan mendaftar kuliah yang sempat tertunda karena hamil.Tahun ini dirinya mendapatkan kesempatan itu jadi Ibu muda itu akan mempergunakan waktu mengejar cita-cita nya yang tertunda karena hamil.
Arlita mematut dirinya di depan cermin besar, dia memindai pakaian nya apakah sudah rapi atau belum.Penampilan Ibu muda itu begitu cantik karena hari ini dirinya memakai celana panjang kulot berwarna coklat di padukan dengan kemeja lengan panjang berwarna putih dan juga kerudung pasmina yang berwarna coklat susu semakin membuat Ibu muda itu terlihat seperti seorang gadis saja dan membuat seseorang yang berdiri tidak jauh dari dirinya itu semakin waspada.
Bagaimana tidak istri cantiknya itu semakin hari semakin cantik saja.Bahkan tubuhnya tidak berubah setelah dua kali melahirkan.
Sekarang ini laki-laki itu sedang melihat penampilan sang istri yang seperti gadis remaja semakin membuatnya frustasi.Apalagi jika ada laki-laki yang suka dengan istri nya itu.
Arlita memoles bibirnya dengan Lipmatte tipis dan semakin membuat seseorang itu semakin kesal.Dengan tiba-tiba Pramudya langsung memeluk tubuh ramping istri nya dan tanpa berkata-kata lagi diapun langsung mencium bibir tipis istrinya dan dia pun memegangi tengkuk istrinya agar istrinya itu tidak bisa bergerak saat dirinya menciumnya.
Hingga beberapa menit kemudian tangan sang istri menepuk-nepuk dada suaminya hingga perlahan-lahan ciuman itupun terlepas.
"Ah... ah... ah(napasnya terengah-engah)
" Mas mau bunuh aku?ucapnya dan membuat laki-laki itu hanya terkekeh mendengar nya.
"Tentu saja tidak sayang".
" Terus kenapa tiba-tiba Mas cium aku dengan sedikit brutal tadi?ucapnya masih melihat laki-laki yang masih berdiri sambil memeluk nya.
"Karena aku cemburu".
" Ah.. cemburu? Cemburu sama siapa Mas?
"Aku hanya sedang antisipasi saja takut nanti di tempat kamu kuliah kamu akan bertemu dengan banyak laki-laki ."
__ADS_1
Arlita mengusap-usap wajah suaminya lalu tangannya turun ke bagian dada suaminya yang masih tertutup kemeja itu dengan tatapan penuh arti.
"Walaupun ada laki-laki yang suka sama aku itu adalah hak mereka tapi percayalah di hati aku hanya ada satu nama laki-laki yaitu Pramudya Gilang Perdana.Laki-laki itu adalah malaikat yang tidak bersayap yang di kirim kan Allah untuk aku. Jadi tidak akan ada laki-laki yang lain dalam hidupku, cukup kamu saja. "ucapnya dan membuat laki-laki itu tersenyum lebar.
" I love you ".katanya sambil mengecup kening istrinya lama.
" I love too".
Keduanya pun tersenyum.
Sungguh keduanya kini terlihat seperti pasangan ABG padahal mereka sudah mempunyai 3 anak.
Pramudya menggandeng tangan istrinya saat berjalan menuju ruang makan untuk sarapan.Pandangan Arlita menjadi begitu senang saat melihat ke 3 buah hatinya kini sedang duduk di tempat dudukan khusus bayi mereka kini sedang di suapin makan dengan pengasuh mereka masing-masing.
"Pagi anak-anak Mamah".sapanya sambil mencium ketiga anaknya secara bergantian.
" Ma.... ma.. ".celotehnya sambil kembali memakan makanan nya.
tanpa terasa anak yang dilahirkan kini sudah semakin besar."
"Mereka tidak rewel kan Mba? tanyanya kepada ketiga pengasuh anaknya.
" Tidak Bu, semuanya anteng ".
" Alhamdulillah ".
"Makanlah sayang nanti kamu telat".kata suaminya.
" Iya. "
Sehabis selesai sarapan kedua pasutri itupun berjalan keluar rumah. Di depan Arlita melihat kedua mertuanya sedang berjemur.Arlita pun mendekati keduanya lalu bersalaman.
__ADS_1
"Kamu sudah mau berangkat? tanya Ayah mertuanya.
" Iya".
"Hati-hati di jalan ya".pesan Bunda mertuanya.
"Iya Bunda.Lita titip mereka".
Wanita itupun tersenyum.
" Iya".
"Makasih Bunda".ucapnya sambil memeluk Bunda mertuanya.
" Sama-sama".
Terdengar suara mobil menyala dan sosok suaminya kini sudah duduk manis di kursi kemudi sambil tersenyum kepadanya.
"Anak Bunda genit".kata Arlita kepada Bunda mertuanya.
"Iya kamu benar padahal sudah punya buntut tiga tapi kelakuan nya seperti anak ABG".bisik Bunda mertuanya.
Sontak keduanya pun tertawa.
" Lucu ya Bunda. Lita jalan dulu
Assalamualaikum ".
" Waalaikumsalam, hati-hati".
Keduanya pun mengangguk lalu mobil itupun bergerak meninggalkan halaman rumah menuju ke jalan raya.
__ADS_1
bersambung