
Suasana di dalam sebuah kamar rawat khusus VIP terlihat begitu ramai.Pramudya tersenyum mendekati sang istri yang masih terbaring di tempat tidur.
"Kenapa?tanya suaminya saat melihat wajah cemberut istrinya.
"Mengapa kedua bayi kita semuanya wajahnya sangat mirip kamu sedangkan aku yang mengandungnya selama sembilan bulan tidak kebagian apa-apa".
Laki-laki itu mengusap tangan istrinya sayang.
" Kamu tau ngga, aku mendengar seseorang mengatakan sesuatu."
"Mengatakan apa?
"Orang itu berkata jika seorang istri melahirkan dan anak yang di lahir kan olehnya itu wajahnya begitu mirip dengan suaminya itu menandakan bahwa istrinya itu begitu sangat mencintai suaminya jadi mungkin kamu memang sangat mencintai aku".
" Itu sih kata-kata kamu, ya kan jujur sama aku ".
Laki-laki itu tersenyum.
" Kamu tidak percaya?
"Ngga".
" Baiklah,kalau begitu nanti kita buat lagi yang wajahnya mirip sama kamu kan aku cinta banget sama kamu ".ucapnya dan membuat wajah istrinya memerah manahan malu lalu memukul dada suaminya
" Sayang aku baru saja melahirkan dan kamu sudah bahas hal itu.Dasar otak mesum".
"Benarkah?Tapi kamu suka kan dan juga cinta kan?
" Memangnya kamu ngga cinta sama aku? ucapnya mengalihkan pembicaraan.
"Satu kata itu tidak perlu kamu tanyakan lagi sayang karena rasa cinta aku ini sangat besar jadi tidak bisa aku ucapkan dengan kata-kata".
Keduanya sedang asyik bercanda tiba-tiba terdengar suara tangisan bayi tapi setelahnya bayi itu pun tertidur kembali.
"Kenapa dengan si ganteng Bun? tanya Pramudya mendekati bayi laki-lakinya yang di gendong sang ibu.
__ADS_1
" Tidak apa-apa mungkin hanya terkejut saja, ini sudah tidur lagi".
"Syukurlah".ucapnya tenang.
Joko mendekati Pramudya
" Kenapa?
Laki-laki cuma cengengesan
" Pram bayi kembar loh cakep-cakep semua".puji Joko.
"Ya jelas cakep kedua orang tuanya juga tampan dan cantik".
" Geer ".
Keduanya pun tertawa.
Sementara di depan pintu kamar rawat itu terlihat seseorang sedang mendengarkan suara gelak tawa.
Dia pun berbalik dan pergi meninggalkan ruangan itu.
Kebahagian yang kini di rasakan oleh pasangan muda itu kian bertambah dengan kehadiran dua malaikat kecil.
"Kalian berdua sudah memberikan nama kepada ke dua anak kalian? tanya sang ayah.
Kedua suami istri itupun menggelengkan kepala tanda keduanya belum memberikan nama kepada kedua bayi kembar mereka.
Ayahnya hanya mengangguk.
" Tapi Pram lagi mencari-cari nama yang cocok dan pas untuk si kembar ".jawab Papah muda itu.
" Jangan terlalu lama kasihan si kembar".kata sang bunda ikut menimpali.
"Iya bunda".
__ADS_1
Jam menunjukkan pukul 5 sore waktu untuk kunjungan pun sudah habis kini tinggallah pasang suami istri di kamar itu karena kedua anak kembar mereka yang kini sudah kembali berada di ruangan khusus untuk bayi.
" Sayang bantu aku mau ke kamar mandi".
Suaminya pun langsung mendekatinya dan membantu nya menuju ke kamar mandi.
"Kamu ngapain bawa baju ganti ke kamar mandi?
" Aku mau mandi gerah sayang tubuh aku sudah lengket banget".
"Ah apa kamu mau mandi, emangnya sudah ngga sakit tadi kan kamu baru habis melahirkan pasti masih perih sayang".
Istrinya tersenyum.
" Ini sudah tidak terlalu sakit sayang jadi aku sudah tidak apa-apa".
"Benarkah".
" Iya".
"Ya sudah,tapi mandinya pakai air hangat aja langsung dari shower aja ya".
" Iya suami ku sayang,sudah kamu keluar dulu aku mau mandi".
"Aku tungguin kamu di dalam aja ya, aku takut nanti kamu kenapa-kenapa".
" Ngga boleh yang ada aku jadinya ngga mandi-mandi kalau kamu ikut masuk ke dalam ".protesnya.
" Tapi".katanya terpotong karena istrinya sudah mendorongnya keluar dan pintunya langsung tertutup.
Brak.
Pramudya hanya mengusap dadanya kaget.
"Sabar, sabar".katanya dalam hati.
__ADS_1
bersambung