
Waktu sudah menunjukkan pukul satu siang saat pasangan suami istri itu bangun dari tidur karena aktivitas panas mereka.
Kini mereka sudah mandi dan sudah melaksanakan sholat zuhur barulah keduanya keluar dari kamar menuju lantai bawah untuk makan siang.
Sesudah sampai keduanya pun duduk.Di meja makan mereka melihat sang bunda yang sedang mengambil nasi dan lauk pauknya.
"Siang bunda".sapa sang menantu.
Wanita paruh baya itupun tersenyum
" Siang sayang ayo makan kamu pasti sudah lapar,apalagi habis diserang sama beruang ".balasnya sambil menyindir putranya dan membuat kedua pipi menantunya berubah merona saat mendengarnya.
"Kaya bunda tidak pernah muda aja".balas Pramudya santai.
" Iya bunda tau tapi ingat menantu bunda tuh lagi hamil besar".
"Justru karena sedang hamil besar jadi Dokter menyarankan agar aku harus sering-sering kunjungi biar persalinannya mudah dan lancar."ucap Pramudya tanpa dosa dan itu membuat dirinya mendapatkan cubitan di paha oleh istrinya.
"Aduh ,sakit sayang."keluhnya sambil mengusap bekas cubitan istrinya.
" Biarin,habisnya mesum".
balasnya ketus.
"Yang aku kan mesum sama istri sendiri bukan sama orang lain".ucapnya membela diri tapi istri cantiknya sama sekali tidak bergeming masih saja diam.
Sang bunda yang kini jadi penonton melihat langsung pertengkaran kedua pasutri itu hanya bisa tertawa kecil.
" Yang jangan ngambek ya."Rayunya dengan senyuman semanis mungkin agar istrinya tidak lagi marah tapi istrinya hanya diam saja sambil melanjutkan makannya.Lalu laki-laki itu melihat kearah ibunya yang sedang tersenyum mengejeknya.
"Gara-gara bunda sih istri ku jadi ngambek".ucapnya sedikit frustasi.
" Enak saja gara-gara bunda,memangnya bunda sudah ngelakuin apa".jawab ibunya tidak ingin di salahkan.
"Kan tadi bunda yang mancing-mancing aku bicara jadinya aku kelepasan bicara."
"Itu salah kamu sendiri makanya kalau bicara harus di filter dulu biar yang keluar dari mulut kamu itu kata-kata yang baik ini mah malah sebaliknya, jadi kamu susahkan".
Keduanya terus saja berdebat hingga membuat seseorang yang sedang menyaksikannya hanya bisa menggelengkan kepalanya.
" Hem.. ".
Keduanya pun menoleh ke sumber suara.
" Kamu sama bunda tidak laper? Dari tadi terus saja berdebat memangnya tidak capek?
Ibu mertuanya hanya diam membenarkan tingkahnya yang seperti anak kecil sedangkan
suaminya menggaruk kepalanya yang tidak gatal untuk menghilangkan kecanggungan atas pertanyaan yang di berikan oleh istrinya.
Akhirnya perdebatan antara ibu dan anak itupun selesai lalu mereka berdua memakan makanannya yang tertunda tadi.
Sedangkan si bumil kini sudah mulai berdiri dan membuat ibu dan suaminya melihatnya. Sebelum mereka bertanya si bumil pun kembali berkata.
"Aku duluan sudah kenyang".
Keduanya pun mengangguk takut si bumil ngambek lagi. Memang mereka berdua merasakan akhir-akhir ini mood wanita hamil sering berubah-ubah, mungkin bawaan si cabang bayi.
Si bumil berjalan ke arah ruang santai sambil menonton TV.
__ADS_1
Setelah selesai makan Pramudya mendekati sofa tempat istrinya duduk dengan kaki yang di selonjorkan.
Suaminya memperhatikan kedua kaki istrinya yang mulai terlihat sedikit bengkak lalu mengusap kedua kaki istrinya.
"Sayang kok kaki kamu bengkak? tanyanya dengan sedikit khawatir.
" Aku juga tidak tau akhir-akhir ini tiba-tiba saja kaki aku terlihat sedikit bengkak".
"Apa kita periksa ke Dokter saja sayang, sungguh aku benar-benar sangat khawatir".
Di saat laki-laki yang bergelar calon ayah muda tersebut sedang gelisah datanglah sang ibu menghampirinya.
" Ada apa Pram? tanyanya saat melihat wajah anaknya terlihat begitu gelisah.
"Ini bun kaki Lita kok tiba-tiba terlihat sedikit bengkak,aku jadi khawatir".
Ibunya mendekati sang menantu dan ikut duduk di sofa sambil melihat kaki sang menantu yang terlihat bengkak.
Dia pun mengusapnya.
" Pram tolong ambilkan minyak Zaitun di kotak P3k".
"Oke".Ucapnya lalu berjalan meninggalkan keduanya untuk mengambil minyak zaitun.
" Ini bunda".katanya sambil menyerahkan botol minyak zaitun kepada ibunya.
"Terima kasih".balasnya sambil menerima botol minyak zaitun.
Wanita itupun langsung menuangkan ke telapak tangannya lalu dia pun langsung membalurkan minyak zaitun di kaki sang menantu sambil menurutnya pelan.
" Memangnya kaki Lita kenapa bun?
" Apa nanti bengkak nya akan hilang bun?tanya Pramudya.
"Tentu saja,ini akan hilang setelah Lita melahirkan dan kakinya akan kembali normal".
" Alhamdulillah.Aku sangat lega sekarang."kata Pramudya sedikit tenang.
"Tapi mulai sekarang kamu harus kurangi makan yang asin-asin atau yang gurih-gurih biar bengkak nya tidak semakin besar sayang".
"Baik bun".
" Sudah selesai."kata ibu mertua nya setelah selesai mengurutnya.
"Terima kasih bunda".
"Sama-sama sayang".jawabnya dengan tersenyum.
" Bunda".panggil Arlita.
"Iya sayang ada apa?
" Lita mau minta izin".
"Minta izin, untuk apa?
" Lita mau menginap di rumah Ibu".
Ibu mertuanya pun tersenyum lalu mengusap rambut panjang sang menantu dengan sayang.
__ADS_1
"Tentu saja boleh. Tapi kamu harus izin juga sama suami kamu, karena dirinya jauh lebih berhak atas diri kamu".katanya menasehati.
Arlita melihat kearah suaminya kini keduanya saling bertatapan.
" Apakah aku boleh menginap di rumah ibu?
"Boleh karena aku juga akan ikut denganmu".
Istrinya pun tersenyum.
" Ayo lebih baik kalian berdua siap-siap nanti keburu kemalaman di jalan".kata sang bunda.
Keduanya pun mengangguk.
Kini keduanya sudah dalam perjalanan menuju rumah kediaman keluarga Arlita.
Pramudya mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang agar istrinya merasa nyaman.
Kini mobil itu sudah memasuki halaman rumah kediaman Arlita lalu memarkirkan mobilnya.
Namun sesaat keduanya pun bingung saat melihat ada sebuah mobil halaman rumahnya.
"Mobil siapa itu? tanyanya dalam hati.
Pramudya melihat kearah istrinya.
" Kenapa sayang?
"Itu kok ada mobil?Apa mobil dari laki-laki itu?tanyanya dengan sedikit kesal sambil menunjuk sebuah mobil yang terparkir di halaman rumahnya.
Pramudya pun melihatnya
" Iya kamu benar sayang, tapi mobil itu..".katanya tertunda saat melihat istrinya tiba-tiba keluar dari mobil dengan sedikit tergesa-gesa.
Pramudya pun mengejarnya
" Sayang pelan-pelan jalannya nanti kamu jatuh ".kata suaminya sambil berjalan mendekati sang istri lalu menggandeng tangan kanan istrinya.
Si bumil pun akhirnya memelankan langkah kakinya karena dirinya tidak mau membuat suaminya susah jika terjadi sesuatu terhadap dirinya.
" Jalannya santai aja sayang ngga usah terburu-buru ".
" Iya maaf sayang,habisnya hatiku ini lagi kesal bisa-bisanya laki-laki itu datang ke rumah ibu tanpa seizinku".
Suaminya hanya diam.
"Jika laki-laki itu ingin kembali dengan ibuku,dirinya harus mengikuti ujian dari aku dulu.Kalau dirinya lulus dari ujian yang aku berikan barulah aku memberikan nya keputusan apakah aku merestuinya atau tidak,bukan seperti ini mau nyolong start aja".
ucap istrinya dengan kesal dan suaminya pun hanya bisa diam mendengarkan celoteh istrinya.
Arlita mengetuk pintu.
Tok... tok.... tok(suara pintu di ketuk dari luar)
Cek lek (pintu pun di buka)
Hingga munculah seseorang dan membuat Arlita berdiri mematung.
bersambung
__ADS_1