Suamiku Adalah Cinta Pertamaku

Suamiku Adalah Cinta Pertamaku
95


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul 9 pagi saat kedua pasangan suami itu sampai di rumah.Di tangannya ada kantong kresek yang di dalamnya berisi makanan dan juga beberapa jajanan seperti cilok,somay dan banyak lagi.


Semua jajanan yang sedang berjualan di area taman hampir semuanya di belinya.


Suaminya menurutinya karena tidak ingin membuat mood si bumil itu menjadi hilang lalu akan berimbas kepada dirinya.


"Assalamualaikum".Keduanya pun mengucapkan salam karena melihat ibunya sedang bersantai di depan rumah sambil berjemur.


Ibunya pun menoleh lalu tersenyum saat melihat pasangan pasutri itu.


" Waalaikumsalam ".jawab ibunya.


"Sudah pulang jalan-jalan santainya? tanya sang ibu sambil mendekatinya.


" Sudah bu".


"Terus apa yang kamu bawa ini?tanya ibunya penasaran saat melihat keduanya membawa kantong kresek besar.


"Ini makanan bu, kita makan bersama.Tadi kakak minta kepada suamiku yang tampan ini untuk membelikan semua jajanan ini, iya kan sayang? tanyanya sambil mengedipkan sebelah matanya dan itu membuat suami tampan itu menjadi sedikit terkejut dengan tingkah istrinya itu.


" I... iya sayang ".


Ibunya pun tersenyum menahan tawa.


" Ya udah lebih baik kita masuk,waktunya kita makan".


kata sang ibu mengalihkannya.


Akhirnya drama pun selesai kini ketiganya sudah duduk di meja makan dan membuka semua jajanan yang tadi di belinya.


Ibunya di buat terkejut saat melihat apa yang ada di dalam kantong kresek dan mengeluarkan semua makanan beli oleh keduanya.


"Kalian ini beli makanan apa merampok sih? tanya ibunya yang sedang menempatkan makanan itu ke dalam piring dan mangkok untuk makanan yang berkuah.


" Bisa di bilang begitu bu karena setiap kali kami lewat ada orang yang berjualan jajanan langsung minta belikan, ya jadinya semua yang berjualan di taman semuanya dagangannya saya beli".


Wanita itupun manggut-manggut sambil melanjutkan pekerjaan nya memindahkan makanan.


"Wah mau ada pesta ya kak? tanya Faiz saat dirinya sampai di meja makan dan melihat meja yang begitu banyak makanan di atasnya.


" Ngga ada pesta Iz".kata kakak iparnya.

__ADS_1


"Terus ini"ucapnya sambil menunjuk makanan di atas meja.


" Ini permintaannya di bumil kalau tidak di turuti nanti ngambek"


"Hebat permintaan calon keponakan ku".


Kedua laki-laki itu pergi meninggalkan meja makan setelah selesai sarapan hingga tinggallah ibu,ibu Vira, Mutia, Bima dan dirinya, sedangkan suami dari bu Vira sedang pergi keluar untuk membeli beberapa barang.


"Bima mau makan apa? tanya mamahnya sambil mendekati kursi yang di duduki anaknya.


"Kak Lita boleh ngga Bima makan Baksonya? ucapnya sambil melihat ke arah Arlita.Arlita pun melihatnya lalu mengangguk.


" Hore, terima kasih kakak".katanya senang.


"Kamu boleh kok makan yang lainnya".


Anak kecil itupun tersenyum senang lalu dengan semangatnya dia pun menunjuk semua makanan yang ada di atas meja.


Mulut kecilnya penuh dengan makanan dan membuat semua orang tersenyum karena tingkahnya.


" Pelan-pelan Dek makannya nanti kamu tersedak,lagipula makanannya ngga ada yang minta".ucap Arlita karena melihat anak kecil itu memakan makanannya dengan tergesa-gesa.


"Anak pintar".ucap Mamahnya.


Semuanya kini memakan makanan yang berada di atas meja.


" Aduh perut aku sudah kekenyangan ".kata Mutia sambil mengusap perutnya yang sedikit buncit karena terlalu banyak makan.


" Bima juga".


"Tapi makanannya belum habis masih banyak nih".Arlita menunjuk ke atas meja.


" Ngga sanggup kak perutnya sudah penuh".jawab Mutia.


"Bu Vira sama ibu saja yang habiskan".


" Kami sudah kenyang".jawab bu Vira dan dia angguki oleh ibunya.


"Ya sudah di simpan aja nanti Lita makan lagi".


" Baiklah, ibu akan simpan".

__ADS_1


"Terima kasih bu".


" Sama-sama sayang".


Arlita pun berdiri lalu melangkahkan kakinya ke arah ruang keluarga untuk menonton tv.


Sementara itu di depan rumah Pramudya dan Faiz sedang duduk santai sambil meminum teh dan di temani beberapa cemilan.


"Kak bagaimana kabar ayah sekarang?


Pramudya melihat adik iparnya lalu dia pun mulai berkata


" Kabar ayahmu baik dan dia sudah mulai bekerja lagi."


"Syukurlah".


" Iz kakak boleh menanyakan sesuatu kepadamu?


"Tentang apa kak?


" Tentang ayahmu".


"Kenapa dengan dia?


" Seandainya ayah dan ibu kembali bersama apakah dirimu akan merestuinya".


Laki-laki itu terdiam cukup lama dirinya berpikir dan membuat Pramudya pun kembali berkata


"Aku tau pasti kamu bingung untuk menjawabnya karena mungkin itu akan sulit bagimu".


" Faiz akan memberikan restu jika kak Lita sudah memberikan kannya".


"Tapi sayangnya istri ku sampai sekarang masih membencinya".


Faiz pun terdiam.


"Untuk kali ini ayahmu itu harus berjuang".kata Pramudya.


" Kakak benar dia harus berjuang dahulu dan Faiz akan menunggu momen itu".


bersambung

__ADS_1


__ADS_2