
Arlita kini sudah cantik dengan baju kebayanya dan juga hijabnya.Penampilan wanita itu sudah begitu sempurna,dia terlihat sangat cantik dengan polesan make up yang natural yang semakin menambah penampilan nya.
Pramudya mendekati istrinya yang masih sibuk berdiri di depan cermin untuk melihat penampilan nya apakah benar-benar sudah sempurna atau belum.
"Sudah cantik sayang".ucap seseorang yang berada tidak jauh darinya.
Dia pun menoleh ke sumber suara dan dia pun tersenyum saat melihat sosok belahan jiwa nya kini sedang berdiri tidak jauh darinya.
" Beneran sudah cantik Mas? tanyanya ulang.
Laki-laki itupun mendekat lalu memeluk tubuh istrinya.
"Beneran sayang kamu itu sudah cantik, malah cantik banget".pujinya sambil mencium kepala sang istri yang tertutup hijab.
" Mas ih, jangan di cium-cium terus nanti hijab aku berantakan lagi".protesnya.
Laki-laki itupun tersenyum
"Habisnya aku kangen sayang".
" Kangen?kan akunya ngga ke mana-mana Mas,aku ada di rumah ngga pergi keluar rumah ".
Laki-laki mengusap pipi halus istrinya.
"Kamu memang tidak kemana-mana tapi pikiran kamu itu tidak di sini".
" Maksud Mas? tanya nya sungguh-sungguh tidak mengerti.
Laki-laki itupun mencubit hidung mancung istrinya.
"Mas".
" Habis aku gemas sayang ".
"Mas, kamu belum jawab pertanyaan aku tadi".
"Kamu memang di rumah tapi bukan kah kamu kemarin-kemarin sibuk menulis skripsi".
Wanita itupun terdiam sejenak lalu dia pun tersenyum sambil mengusap rahang suaminya itu dan membuat si empunya menjadi sedikit meremang karena sentuhan istrinya.
" Maaf Mas".
"Sayang".panggil suaminya sambil memegangi tangan istrinya yang masih terus mengusap-usap rahang suaminya.
__ADS_1
"Iya Mas".jawabnya.
" Kamu sengaja menggodaku ya?
"Ah apa, aku".katanya sesaat tersadar dengan perbuatan nya lalu dia pun menurunkan tangannya dan tertawa kecil.
" Kamu itu benar-benar tidak tanggung jawab loh yang".
"Maaf Mas aku tidak sengaja. Di tidurin aja lagi bisa kan?
Laki-laki hanya bisa pasrah dan menekan hasrat nya.
" Kalau saja hari ini bukan hari wisudamu sudah pasti aku tidak akan pernah melepaskan mu".
Istrinya pun tersenyum.
"Maaf ya Mas".
" Iya. Sudah ayo keluar mereka semua nya sudah menunggu kedatangan kita".katanya sambil menggandeng tangan istrinya.
"Baiklah".ucapnya kini berjalan mengikuti langkah suaminya.
Di ruang keluarga semua orang sudah menunggunya semuanya pun tersenyum saat orang yang di tunggunya pun kini sedang berjalan ke arah mereka.Sungguh Arlita terlihat sangat cantik.
" Maaf menunggu lama".kata Arlita setelah sampai.
"Tidak apa-apa sayang".jawab sang Bunda mertuanya.
" Sudah siapkan?tanyanya lagi.
"Sudah Bunda".
" Ayo kita berangkat nanti ke acaranya segera di mulai".
Semua anggota keluarga kini sudah bersiap. Arlita mendekati ke tiga anaknya yang kini sedang di gendong oleh pengasuh mereka masing-masing.
Satu persatu Ibu muda itupun menciumnya dengan lembut.
"Selesai ini Mamah akan selalu ada untuk kalian".
"Ma... ma".celoteh ke tiganya dan membuat Ibu muda itu tertawa.
" Mamah sayang kalian".katanya sambil melihat ke tiga anaknya berceloteh.
__ADS_1
Dia pun melihat kearah ke tiga pengasuh anak-anaknya.
"Saya titip mereka".
" Baik Bu".jawab ke tiganya.
"Ayo sayang berangkat nanti telat".katanya sambil membukakan pintu untuk mobil untuk istrinya duduk.
" Iya".katanya sambil mendekati mobil suaminya dan duduk.
Laki-laki itupun ikut masuk kedalam mobilnya dan tak lama pun mobil itupun bergerak meninggalkan halaman rumah menuju gedung di mana acara wisuda akan dilaksanakan.
Semua keluarga besar keduanya pun ikut dan menaiki mobil berbeda.
Hingga tak lama mobil yang di naiki kedua pasangan suami istri itupun akhirnya sampai di gedung di mana acara wisuda itu akan di adakan.
Arlita ingin membuka pintu mobil tapi sang suaminya malah melarang nya.
"Tunggu sebentar, biar aku yang bukakan pintunya".ucapnya sambil keluar dan membukakan pintu mobil untuk wanitanya.
" Silahkan keluar ratuku".ucapnya sambil tersenyum.
"Terima kasih raja ku".balasnya sambil tersenyum manis.
" Sama-sama ratuku."katanya sambil menutup pintu mobil nya.
"Aku mau parkir mobil dulu kamu masuk duluan aja".
" Baiklah."katanya sambil berjalan masuk kedalam gedung dan dia pun memasuki ruangan khusus peserta wisuda.
Pramudya dan keluarga besarnya kini sedang duduk di kursi khusus keluarga mahasiswa yang wisuda hari ini sedang kan Arlita dan para mahasiswa-mahasiswi yang akan di wisuda kini duduk di bagian khusus.
Acara pun di mulai dengan sambutan dan tiba saatnya MC pun satu persatu memanggil para peserta wisuda untuk naik ke panggung.
Arlita pun naik dengan memakai baju toganya.
Kedua orang tuanya menangis haru saat putri sulung mereka menaiki panggung ada rasa bangga memenuhi dada keduanya.
"Lihatlah putri kita Bu,aku sangat bangga teleh menjadi ayahnya".ucap Mahesa Ayah Arlita.
" Iya Mas, aku juga sangat bahagia telah menjadi Ibu nya".
"Sekarang aku sadar Bu, ternyata tidak perlu menjadi kaya hanya untuk bahagia tapi kebahagiaan ini yang aku butuhkan.Bahagia melihat senyum anak-anak kita".
__ADS_1
" Mas benar".ucapnya sambil menggenggam tangan suaminya.
bersambung