Suamiku Adalah Cinta Pertamaku

Suamiku Adalah Cinta Pertamaku
61


__ADS_3

Keesokan harinya setelah sholat subuh Arlita sengaja tidak tidur lagi karena dia ingin membuat sarapan untuk Pramudya karena suaminya akan berangkat pagi-pagi.


Hari ini rencana nya suaminya akan pergi untuk mengecek bengkel mobilnya yang sudah lama dia tidak datangi karena sibuk dengan pembukaan bengkel cabang dan restorannya.


Dirinya sengaja datang ke sana untuk memantau tempat usahanya dan mengecek stok barang yang berada di bengkelnya itu.


Setelah selesai memasak, dia pun kembali menuju ke kamar nya dan saat itu juga dia melihat tempat tidur kosong menandakan bahwa suaminya sudah bangun karena dia mendengar suara gemercik air dari kamar mandi mungkin suaminya sedang mandi.


Si cantik menuju walk closed untuk mengambil pakaian dan celana ganti untuk suaminya.Setelahnya dia pun menaruhnya di sofa lalu dirinya merapihkan tempat tidur.


Ceklek


Terdengar suara pintu di buka.Tampaklah suaminya yang keluar dari kamar mandi dengan rambut basah sepertinya habis keramas karena tercium aroma shampo sedangkan tubuhnya kini hanya memakai handuk yang di lilitkan di pinggangnya.


Si cantik sempat melongo melihat pemandangan di hadapannya.Entah mengapa setelah melihat penampilan suaminya yang seperti itu membuat hatinya berdebar-debar,padahal penampilan suaminya itu adalah hal yang biasa tapi entah mengapa makin membuatnya salah tingkah.


Pramudya menghampiri istrinya yang masih diam mematung itu membuat nya sedikit was-was.


"Apakah istri ku sedang melamun?kalau iya apa yang di lamun kan oleh istri cantiknya itu." tanya dalam hati.


Dia pun reflek memeluk istrinya


"Apa yang kamu lamun kan sayang?tanya suaminya tepat di telinga istrinya dan itu membuat istrinya yang sedang melamun langsung tersadar dari lamunannya.


Istrinya menggelengkan kepala nya.


" Ngga ada".ucapnya bohong karena dia jika dia berkata jujur pasti rasanya sangat malu sekali jika suaminya tau bahwa dirinya terpesona dengan tubuh suaminya.


"Aku kira kamu kenapa, sekarang aku bisa tenang".katanya sambil melepaskan pelukan nya setelah sekilas mencium bibir istrinya.


Arlita mengambil baju dan celana yang sudah dia siapkan di sofa dan memberikan nya kepada suaminya.


Suaminya menerimanya lalu memakainya.Arlita membantu memakaikan kancing kemejanya dan itu membuat suaminya merasakan bahagia.


"Tolong sekalian bantu gulungin lengan baju aku sampe siku yang".


Istrinya mengangguk dan melakukan apa yang di minta oleh suaminya.


" Sudah. "ucapnya setelah selesai membantu suaminya.


Suaminya tersenyum.


" Makasih istri ku".


"Sama-sama suami ku".balas istrinya.


" Ayo kita sarapan nanti kesiangan jalanan nya pasti macet."kata istrinya.


"Baiklah".

__ADS_1


Mereka berdua pun keluar dari kamar dan langsung menuju meja makan.


Sampai di meja makan Arlita mengambil nasi dan lauk pauknya ke dalam piring suaminya lalu dia juga menyiapkan air minum untuk suaminya.


Pramudya sangat senang melihatnya ternyata kini istrinya sudah bisa menyiapkan makanan untuknya tanpa di suruh.


"Selamat makan calon ayah".ucapnya dengan senyuman yang sangat manis.


Suaminya tertawa melihat tingkah istrinya yang sangat menggemaskan.


" Terima kasih calon bunda".balasnya.


Istrinya tersipu malu saat mendengar nya.


"Ayo kamu makan juga kasihan calon anak kita nanti kelaparan".


" Iya".ucapnya lalu memakan sarapannya dengan hati yang berbunga-bunga.


"Kamu mau pergi jam berapa sayang?


" Mungkin jam 10 setelah Mall buka".


"Terus Tea sama Gea mau kesini nya jam berapa?


"Sebentar lagi mungkin mereka akan datang, mereka sengaja datang pagi-pagi mau numpang sarapan di sini".


Suaminya mengangguk.


" Pasti itu mereka,aku keluar sebentar kamu lanjutin sarapan nya".katanya sambil bangun dari duduknya dan berjalan keluar.


Suaminya pun melanjutkan sarapan nya sesuai perintah istrinya.


Ceklek


Suara pintu di buka dari dalam.Saat pintu itu di buka tampaklah 2 sosok orang yang sangat di kenalnya.


"Assalamualaikum bumil".sapa mereka berdua.


" Walaikumsalam bestie. Ayo masuk".balasnya sambil memeluk sahabatnya satu persatu.


Mereka bertiga pun masuk.Ke dua sahabatnya kini sudah mengetahui kalau Arlita dan Pramudya sudah menikah, Arlita yang memberitahu mereka berdua langsung.


Sampai lah mereka bertiga di meja makan di mana ada Pramudya sedang makan sarapan paginya.


"Pagi".ucap Tea dan Gea bersamaan.


Laki-laki menoleh sambil tersenyum.


" Pagi".

__ADS_1


Mereka pun duduk di kursi setelah Arlita menyuruhnya.


"Maaf ya Pram kita datangnya pagi-pagi kita mau numpang sarapan".ucap Gea.


"Udah antai aja kaya siapa aja.Tapi maaf gua ngga bisa temenin kalian makan gue mau cabut dulu.Tapi satu pesan gue jagain istri gue jangan buat dia kelelahan di sini ada anak gue".ucapnya posesif sambil mengelus perut istri.


" Iya,iya kita berdua bakalan jagain istri elo jadi elo tenang aja. Oke".kata Tea.


Arlita hanya tersenyum.


"Oke".katanya sambil berjalan keluar dan Arlita mengikutinya.


" Gue anter suami ke depan dulu, kalian lanjutin sarapan nya ".


Ke dua sahabatnya mengangguk.


Arlita mengantar suaminya sampai di mobilnya.


" Aku berangkat dulu,ingat pesan aku jangan sampai kelelahan ".


" Iya".ucapnya sambil mencium tangan suaminya dengan takzim lalu suaminya mencium keningnya dengan lembut.


"Assalamualaikum".


Walaikumsalam".


Mobil yang di kendarai nya pun bergerak meninggalkan halaman rumah.


Si cantik pun kembali masuk dan kembali bergabung dengan ke dua sahabatnya.


" Laki elo udah berangkat? tanya Gea.


"Sudah".


" Sumpah deh Laki elo perhatian banget, gue jadi iri. Seandainya saja ada laki yang seperti laki elo gue pasti mau nikah".jujur Tea.


"Enak aja ngebayangin laki gue, pokoknya elo berdua jangan pernah sekalipun ngebayangin Pramudya menjadi laki elo berdua.Laki gue itu limited edison ngga ada lagi".


Ke dua sahabatnya di buat melongo dengan apa barusan Arlita ucapkan lalu mereka berdua pun tertawa.


" Dasar bucin".


"Biarin".


Selesai sarapan mereka berbagi tugas yang bagian mencuci piring adalah Gea dan Tea yang bertugas merapihkan meja makan.Sedangkan yang pemilik rumah sedang duduk bersantai di ruang tv sambil menunggu ke dua sahabatnya yang sedang merapihkan meja makan.


"Ternyata enak juga jadi seorang Nyonya".ucapnya dalam hati.


bersambung

__ADS_1


"


__ADS_2