
Sepulang sekolah Pramudya mengajak istrinya berbelanja.
Mereka mampir ke supermarket untuk membeli kebutuhan dapur dan juga membeli kebutuhan lainnya termasuk bahan-bahan untuk keperluan istrinya belajar memasak di rumah.
Rencananya besok sehabis pulang sekolah sang istri akan mulai belajar memasak.
Sampailah mereka di supermarket.Pramudya mengambil troly dan berjalan di samping istrinya yang sedang sibuk memilih-milih barang yang mau di belinya.
Setelah semuanya sudah lengkap mereka langsung ke meja kasir lalu membayarnya dan memasukkannya ke dalam mobil.
Dalam perjalanan pulang ke rumah Pramudya melihat ke arah istrinya yang sedang sibuk memakan cemilan keripik singkong yang tadi di belinya.
"Yang suapin dong aku mau".
Arlita langsung menyuapinya.
" Gimana rasanya?
"Enak.Pantas saja dari tadi kamu makanin terus, ternyata memang rasanya enak. "
"Mau lagi?
" Mau tapi suapin lagi ya."
Istrinya menurutinya lalu menyuapi suaminya sambil bergantian menyuapi dirinya sendiri.
Tanpa terasa makanan itu pun habis dan Arlita memberikan air mineral kepada suaminya.
Sampailah mereka di rumah.Pramudya menyuruh istrinya untuk masuk ke dalam rumah lebih dulu sedangkan dirinya mengambil kantong belanjaan di bagasi mobil dan membawanya masuk ke dalam rumah.
Istrinya melihatnya langsung membantunya membawa kantong belanjaan dan menaruhnya di meja dapur.
"Makasih sayang. Aku tinggal ke kamar dulu".
" Iya".ucapnya sambil mengeluarkan belanjaannya di atas meja.
Bi Inah yang melihatnya langsung ikut membantunya.
"Biar saya saja Mba yang masukan belanjaannya ke dalam kulkas".
"Baiklah.Makasih ya Bi,saya ke kamar dulu".
"Iya Mba sama-sama".
__ADS_1
Di dalam kamar.
Arlita menaruh tasnya di atas meja belajarnya dan menuju ke work closed untuk berganti pakaian juga mengambil pakaian ganti untuk suaminya.Setelah selesai dia pun keluar sambil membawa pakaian ganti untuk suaminya.
Tiba-tiba terdengar suara handphone berbunyi tapi bukan bunyi dari handphonenya.Merasa penasaran dia pun mengambil handphone suaminya yang ada di atas nakas.
Arlita melihat nama pemanggilnya."Mahesa".
"Inikah nama ayah! Ada perlu apa ayahnya menelpon suaminya".pikirnya
Lalu Arlita menaruh lagi handphone suaminya di tempatnya semula tanpa ingin mengangkat teleponnya.Dia pun melangkah menuju karpet bulu lalu duduk sambil menyalahkan tv.
Cleklek (suara pintu di buka)
Pramudya keluar dari kamar mandi lalu menuju tempat tidur untuk memakai pakaian yang sudah di siapkan istrinya.
Pramudya mendekati istrinya sedang menonton tv.
"Nonton apa sayang? tanyanya sambil ikut duduk di dekat istrinya.
"Ngga tahu filmnya ga ada yang rame. Kamu sudah selesai mandinya?
" Sudah dari tadi.Makasih udah siapin pakaian ganti aku".
Hati Pramudya mendadak hangat saat mendengar sang istri berbicara seperti itu.
"Ada lagi tugas istri yang belum kamu ucapkan tadi".
Istrinya melihat ke arahnya.
" Tugas apa?
"Mau tahu?
" Iya, aku mau tahu!
"Tugasnya adalah menyenangkan suami".
" Memangnya ada ya?
"Ada.Dan itu jauh lebih penting di bandingkan tugas kamu lainnya."
"Oh gitu ya. Boleh aku tahu contoh tugas menyenangkan suami itu seperti apa".
__ADS_1
" Benar kamu mau tahu?
"Iya aku ingin tahu".
" Kalau sudah tahu kamu mau melakukannya?
Arlita terdiam sebentar lalu mengangguk-angguk kepalanya.
Pramudya tersenyum penuh kemenangan melihat sikap polos istrinya.
"Baiklah aku kasih tahu.Tugas menyenangkan suami adalah memberikan haknya".
Arlita mengerutkan keningnya dan akhirnya suaminya telah berhasil menjebaknya.
" Maksud kamu itu dari tadi bicara muter-muter itu mau ngejebak aku ya?
"Aku ngga merasa begitu yang, lagi pula kan tadi kamu yang minta aku kasih tahu tugas menyenangkan suami. Ya tugasnya itu..!
" Stop jangan diteruskan. Dasar mesum".
"Biarin.Janji kamu yang tadi harus di tepatin".ucapnya sambil menarik turunkan alisnya.
Arlita tidak bisa menolak janji yang dia ucapkan barusan dan itu membuat Pramudya langsung senang karena mendapatkan lampu hijau dari istrinya.
Akhirnya sore itu pasangan suami-istri itu melakukan hubungan yang seharusnya di lakukan oleh pasangan suami istri.
Malam pertama mereka terjadi di sore itu.
Setelah selesai menikmati surga dunia Arlita tertidur setelah lelah melayani suaminya.
Pramudya ikut berbaring sambil memeluk istrinya dari belakang dengan tangan kanannya sebagai bantal.
"Makasih sayang".ucapnya sambil mencium kening istrinya lama, hingga dia mendengar suara handphonenya berdering.
Dia mengambilnya di atas nakas dan melihat siapa uang menelponnya.
" Om Mahesa.Ada apa dia telpon aku? tanyanya dalam hati.
Saat itu juga teleponnya pun mati.Lalu menaruh handphonenya yang sudah di silent terlebih dahulu di atas nakas.
Kembali dia melihat wajah istrinya yang tenang saat tertidur.
"Mau apa ayah Arlita menelpon ku?
__ADS_1
bersambung