
Semua larut dalam kebahagiaan saat melihat tingkah lucu si kembar yang semakin hari semakin lucu saja sehingga membuat semua orang lupa waktu.
Tiba-tiba terdengar suara seseorang dan mereka semua nya menoleh kearah sumber suara.Hingga terlihat sosok gadis ABG sedang berjalan sambil tergesa-gesa.
"Assalamualaikum".salam seseorang setelah sampai di ruangan keluarga lalu gadis itupun bersalaman dengan orang-orang di sana.
" Waalaikumsalam ".jawab semua nya.
" Kak".sapanya.
Gadis itu melihat kearah kakaknya yang sedang duduk di karpet bersama suami, kedua bayi kembarnya dan juga kedua mertuanya.
"Sini".panggilnya sambil menyuruh nya untuk duduk di sampingnya.
Gadis itupun menghampiri kakaknya dan ikut duduk di sebelah nya.
Arlita memeluk adiknya dan mengelus rambut panjang adik perempuan nya itu dengan sayang.Dan membuat Pramudya dan kedua orang tuanya begitu terharu melihat hubungan kedua kakak beradik itu.Lalu mereka pun membiarkan keduanya berbicara sambil melepaskan rasa rindunya.
" Kamu ke sini sendirian?
"Ngga Tia tidak datang sendiri.Tia ke sini sama Ibu, Ayah dan juga kak Faiz".ucapnya sambil melihat kearah kedua ponakannya.
" Terus mereka sekarang di mana? tanya kakaknya.
"Mutia tinggalin".ucapnya dengan jujur.
" Loh kok bisa?tanya Arlita sedikit terkejut.
"Tentu saja bisa.Biar Tia ceritakan dulu kronologi ya".katanya dengan mata sebelah kanan yang di kedipkan dan membuat sang kakak menjadi sedikit gemas lalu dengan refleks kedua tangan langsung mencubit kedua pipi chubby adiknya.
" Aduh kak sakit tau".protesnya sambil mengusap-usap pipinya yang tadi di cubit oleh kakaknya.
Arlita pun tertawa melihat kedua pipi adiknya yang sedikit berwarna merah bekas cubitan nya.
"Maaf deh.Sakit ya?tanya sambil melihat ke arah adiknya.
" Sudah tau pake nanya".
"Iya habisnya tingkah kamu itu lucu loh!
" Memang nya Mutia ini badut apa ".ucapnya kesal dan membuat semua orang yang berada di sana pun tertawa.
__ADS_1
" Kakak nyebelin. Mutia mau main sama Hemy dan Hema saja".ucapnya sambil mendekati kedua ponakannya yang masih memainkan mainannya.
Arlita mengulas senyumannya.
"Jangan marah ya De, kakak cuma bercanda.Kakak itu kangen loh bercanda sama kamu".kata Arlita sambil melirik ke arah adiknya tapi yang di lihatnya masih terdiam saja.
" Ayolah De maafkanlah kakak,nanti kakak beliin es cream".bujuknya.
Gadis itupun melihat ke arah kakaknya.
"Mutia ngga mau es cream".
" Terus kamu maunya apa?
"Mutia mau makan kak, perut Mutia lapar".ucapnya sambil mengusap-usap perutnya yang lapar.
Semuanya pun tersenyum.
" Jadi kamu lapar?
"Iya".
" Kamu boleh makan tapi cerita dulu kronologi kamu bisa sampai di sini".
"Tadi di jalan ban mobil Ayah itu bocor tepatnya di pertigaan sana.Lalu Ayah membawa mobilnya bengkel terdekat terus karena Tia sudah kangen berat sama kakak jadinya Tia naik ojek deh".ucapnya dengan wajah polosnya.
" Kamu itu ya berani juga sekarang".
"Kan Mutia kan sudah besar kak".
" Masa sih?
"Iya kak, sekarang kan Tia ini besar".
" Tapi di mata kakak kamu itu masih adik kecil kakak,ngga ada yang berubah. "ucapnya sambil memeluk tubuh adiknya itu.
" Kakak Tia malu kak".
"Malu sama siapa?
"Ya malu sama kak Pram juga sama Ayah dan Bunda".ucapnya sambil menunduk saat kakak ipar dan juga orang tuanya melihatnya.
__ADS_1
" Ternyata adik kakak sudah mempunyai rasa malu juga".ucap kakak nya sambil mengejek adiknya dan membuat gadis kecil itupun semakin malu.
"Sayang jangan begitu Mutia malu tuh".ucap Pramudya.
Akhirnya wanita muda itupun mengalah.
" Ya maafin kakak".ucapnya dan gadis itupun mengangguk.
" Ayo kakak anterin ke ruang makan".ucapnya tapi sang Bunda mertuanya langsung bangun dari duduknya.
"Biar Bunda yang temani Mutia makan, kamu di sini saja." ucap Bunda mertua dan di ang guki oleh menantunya.
Gadis itupun mengangguk mengangguk dan keduanya pun berjalan menuju ruang makan.
"Ngga berasa adik yang dulu masih aku timang-timang sekarang sudah besar".gumam Arlita sambil melihat kearah adik perempuannya yang berjalan menjauh.
Pramudya pun melihatnya.
"Kamu kenapa sayang?
" Tidak apa-apa ".
" Yakin?
"Iya".
Dan tak lama terdengar suara deru mobil yang berhenti di depan rumah.
" Mungkin mereka sudah datang."
Pramudya dan Ayahnya pun langsung bangun dan berdiri menuju keluar untuk menemui tamunya itu.
"Sayang kamu di sini saja jangan kemana-mana nanti kamu kecapean kalau ikutan keluar".ucapnya kepada istrinya.
" Oke, aku akan tunggu di sini".
"Sungguh istri ku yang soleha".
Ayahnya pun hanya bisa tersenyum melihat tingkah keduanya.
"Semoga kebahagiaan selalu menyertai kalian".Doanya dalam hati.
__ADS_1
bersambung