
Pramudya membuka pintu keluar ternyata di depan pintu berdiri seseorang yang melihatnya dengan pandangan penuh tanda tanya.
"Tante..Tante sudah lama?tanyanya gugup.
Wanita melihatnya
" kamu sudah mau pulang?
"Iya Tante,Pramudya sudah mau pulang
" Sebelum kamu pulang boleh kita bicara sebentar?
"Boleh Tante".
"Kita bicara di Taman saja,biar lebih santai".
"Baiklah Tante".
Mereka pun melangkah menuju Taman.Sampai di Taman mereka duduk di kursi panjang.
"Maaf Nak Pram,tadi Tante tidak sengaja mendengar pembicaraan kamu dengan Lita,
kalian membicarakan tentang pernikahan,coba kamu tolong jelaskan sama Tante apa maksud dari semuanya dan apa yang kalian berdua bicarakan tadi.Tante tadi sangat terkejut mendengarnya."
Laki-laki itu melihat wanita yang duduk di sampingnya.
" Maaf Tante,sebelumnya Pramudya minta maaf karena telah tidak sopan melamar putri Tante tanpa memberitahu Tante tapi semua itu Pramudya lakukan karena terpaksa.Ada hal yang sangat penting dan itu yang membuat Pramudya harus segera menikahi anak Tante!
"Hal penting apa?tanyanya penasaran.
"Pramudya akan memberitahu Tante,tapi Tante harus berjanji bahwa Tante akan mendengarkan nya sampai Pramudya selesai bicara.
"Baiklah Tante janji akan mendengarkannya."
"Tante harus kuat saat mendengarnya dan menerima apapun yang akan Pramudya katakan sekarang,karena semua apa yang Pramudya katakan nanti adalah sebuah kenyataan."
"Apa ini tentang penyakitnya Arlita atau apa?
"Salah satunya itu tapi bukan itu inti permasalahannya tapi ini awal dari penyebab penyakit Lita."
"Apa penyakitnya sangat parah atau bagaimana?
"Tubuh Arlita tidak sakit Tante tapi jiwanya yang sakit".
"Apa maksud kamu,Tante tidak mengerti".
" Putri Tante mengalami Depresi".
"Apa..Depresi,bagaimana bisa!ucapnya tidak percaya.
__ADS_1
"Itu bisa terjadi Tante apalagi Arlita Pernah mengalami hidup yang begitu sulit masa-masa sulit itulah yang menyebabkan nya.Mulai dari kecil sampai sekarang semuanya masalah di pendam nya dalam hati."
Mungkin sejak Lita mengetahui perselingkuhan Ayah-nya.
Lita hanya diam setelah melihat kenyataan bahwa sang Ayah yang disayangi telah meninggalkan keluarganya hanya untuk wanita lain,itu yang menjadi awal Depresi Arlita Tante".
"Ya Allah!Hati wanita itu terasa teriris mendengarnya tanpa terasa Dia menangis.
" Sabarlah Tante".
"Dari mana kamu tahu kalau Ayah Lita selingkuh?tanya wanita itu dengan sedikit terkejut.
" Lita yang cerita ke Pramudya Tante".
Wanita itu menangis
"Kapan?sejak kapan Lita tahu kalau Ayah-nya selingkuh?
"Saat masih di Bandung Tante,sebenarnya Lita ingin mengatakannya sama Tante,tapi Lita takut Tante pasti tidak akan mempercayainya.
Lita berpikir jika Tante tidak akan mempercayai semua ucapan seorang anak kecil seumuran Lita jadi Lita tidak mengatakannya."
Wanita paruh baya itu pun menangis menekan dadanya yang tiba-tiba menjadi sedikit sesak.
"Putriku Arlita
Hatinya telah lama sakit,entah dengan cara apa untuk bisa menyembuhkannya.
Apakah Dia masih bisa mengembalikan semua kebahagian untuk putrinya?
Pramudya menggenggam tangannya.
"Maaf Tante,maaf karena Pramudya baru memberitahu Tante sekarang.Pramudya terpaksa melakukannya karena takut Tante kenapa-napa,apalagi Tante masih sakit takutnya kalau Tante tahu Tante akan kembali sakit."
Wanita itu mengangguk.
"Tante tolong janji rahasiakan hal ini dari Arlita".pintanya.
"Baiklah Tante berjanji,ini semua untuk kesembuhan Lita."
"Terima kasih Tante".ucapnya sambil tersenyum.
" Sama-sama".
"Tapi ada satu hal lagi Tante yang ingin Pramudya bicarakan sama Tante".
Wanita itu menghapus air matanya lalu melihat anak Laki-laki yang sekarang duduk di sampingnya.
" Mau bicara apa?
__ADS_1
"Semalam Pramudya sudah melamar anak Tante dan pagi ini Lita memberikan keputusannya Tante.
"Apa keputusannya?tanya cemas.
"Lita setuju".
"Alhamdulilah.tapi kenapa wajah kamu sepertinya tidak senang?
"Tante tahu anak Tante itu memberikan Pramudya salah satu syarat yang membuat kepala Pram pusing Tante".
"Oh ya syarat apa?
"Menikahnya sekarang Tante".
"Apa menikahnya sekarang?
"Iya Tante Lita meminta Pram untuk menikahinya sekarang juga".
"Mengurus pernikahan itu tidak bisa terburu-buru harus dipikirkan dengan baik-baik".
"Itu yang sedang Pramudya pikirkan Tante,sekarang ini kami memutuskan menikah dulu setelah kami sudah lulus sekolah baru kami akan mengadakan resepsi pernikahan.
"Pramudya hanya ingin berusaha mencoba mengembalikan kebahagian Lita yang telah hilang Tante,mungkin keputusan menikahinya adalah salah cara yang terbaik yang bisa Pramudya lakukan untuknya.
Wanita itu melihat kearah calon menantunya dan menepuk pundaknya dengan lembut.
"Tante merestui kalian, sekarang Tante percayakan putri Tante sama kamu,buatlah anak Tante bahagia."
Pemuda itu tersenyum.
"Terima kasih Tante".
"Sama-sama.Tante ke kamar Lita dulu,semangat cepat kembali ke sini dengan membawa Pak penghulu untuk menikahkan kalian berdua,Tante akan bantu Lita siap-siap".
"Siap Tante".ucapnya dengan penuh semangat.
" Tante tunggu".
"Baiklah,Pramudya pergi dulu.
"Assalamualaikum".pamitnya.
" Wa'alaikum salam ".
" Arlita tunggu Aku datang".ucapnya dalam hati lalu
Dia mencoba dengan kekuatan uang pasti semuanya akan beres.
bersambung.
__ADS_1