Suamiku Adalah Cinta Pertamaku

Suamiku Adalah Cinta Pertamaku
114


__ADS_3

Malam itu Pramudya benar-benar membuktikan ucapannya. Laki-laki itu mengajak sang istri menginap di hotel setelah menitipkan si kembar kepada kedua orang tuanya.


Arlita sudah menolaknya karena dia tidak ingin meninggalkan si kembar karena mereka masih menyusu kepadanya tapi suaminya mempunyai seribu alasan untuk bisa meluluhkan hati istrinya agar mengikuti keinginannya.


Laki-laki itu mengatakan bahwa stok susu untuk si kembar sudah tersedia jadi mau tidak mau akhirnya Ibu muda itu mengikuti keinginan sang suami.


Di dalam hotel.


Pramudya ternyata sudah mempersiapkan segalanya dia tidak mau acaranya bersama sang istri gagal jadi jauh-jauh hari Papah muda itu sudah merencanakannya.


Laki-laki itu memesan kamar yang paling bagus semua fasilitasnya dimana di dalamnya sudah tersedia.


Di dalam kamar.


Pramudya menghampiri istrinya yang masih berdiri sambil kedua matanya memperhatikan sekeliling kamar.


"Kenapa sayang?tanyanya sambil memeluk tubuh istrinya dari belakang.


" Kamarnya bagus banget, pasti kamar ini mahal. Iyakan ".


Laki-laki menjatuhkan kepala nya di bahu istrinya sambil sesekali mencium leher jenjang istrinya dan membuat istrinya merasakan sedikit geli.


" Suami mu ini sangat kaya sayang jadi aku tidak mungkin bangkrut.Berapa lama pun kita menginap di sini suami ini masih sanggup untuk membayarnya ".


Arlita menepuk tangan suami nya yang melingkar di pinggangnya.


" Jangan sombong Mas itu tidak baik".


"Ah.. ah.. ah


Laki-laki itupun tertawa.

__ADS_1


"Loh kok Mas malah tertawa, memangnya kata-kata aku ada yang lucu".ucapnya dengan sedikit kesal.


Laki-laki tidak menjawabnya tapi dia semakin mencium leher istrinya dan memberikan tanda di sana.


Dan Arlita semakin merasa dirinya tidak aman sekarang karena suaminya kini sudah membalikan tubuhnya kini saling berhadapan.


" Untukmu apapun akan aku berikan termasuk nyawaku. Sayang jadi bolehkan hari ini suami ini sekali saja bersikap sombong di hadapan istri ku".ucapnya sambil menggenggam kedua tangan istrinya lalu mengecupnya.


Wanita itu tersenyum lalu mengangguk dan membuat laki-laki itu tersenyum senang.


"Makasih sayang".ucapnya sambil mencium pucuk kepala istrinya yang kini tidak tertutup hijab karena Pramudya langsung membuka hijabnya setelah memasuki kamar yang di sewanya.


Pramudya melangkah menuju kearah tempat tidur,istrinya pun mau tak mau mengikutinya. Sampailah kini keduanya duduk di atas tempat tidur.


Laki-laki itu menyuruh istrinya untuk duduk di pahanya alasannya biar semakin mesra istrinya pun menurutinya.


"Sayang aku berat loh".


ucapnya semakin mengeratkan pelukannya.


Arlita menyentuh wajah suaminya lalu dengan reflek suaminya langsung memejamkan kedua matanya mencoba meresapi sentuhan lembut tangan istrinya semakin lama semakin membuat laki-laki tidak bisa menahan gairahnya lalu dengan cepat laki-laki itu menjatuhkan tubuh istrinya di atas tempat tidur dan dia pun langsung menindihnya.


"Waktunya berbuka puasa sayang".ucapnya sambil tersenyum dengan penuh kemenangan.


Wanita itu pun hanya bisa pasrah saat suaminya mulai menyentuh nya.Laki-laki itu tersenyum senang karena akhirnya dia bisa berbuka puasa setelah hampir sebulan lebih menahannya.


Malam itu pasangan suami istri itu sudah bersiap-bersiap untuk pulang.


" Mas kamu tadi ngga pake pengaman?


Laki-laki itu melihat kearah istrinya.

__ADS_1


"Maaf sayang aku lupa".


" Kok bisa lupa sih Mas nanti kalau aku hamil lagi gimana Mas".


"Maaf sayang tadi aku itu beneran lupa".


"Hemy sama Hema masih kecil Mas masa mereka harus mempunyai adik".


Laki-laki itu hanya terdiam karena merasa bersalah.


" Terus kalau aku hamil lagi kapan aku kuliahnya Mas. Masa ditunda terus".


Pramudya memegang pundak istrinya dan mengusapnya dengan sayang.


"Sayang kamu hamil jangan pesimis begitu, anak itu adalah anugerah dari Allah jadi kita harus mensyukurinya.Lagipula aku ingin mempunyai banyak anak biar rumah kita ramai tidak seperti aku yang menjadi anak tunggal selalu sendiri.


Dan soal kuliah itu urusan mudah kamu masih bisa kuliah online".


Arlita memukul dada suaminya.


"Kamu nyebelin".


" Tapi kamu sayangkan".ucapnya dan istrinya pun mengangguk


Tingkah istrinya itu membuat suaminya tertawa.


"Ayo kita pulang".katanya.


Dan keduanya pun keluar dari kamar itu dengan hati bahagia.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2