Suamiku Adalah Cinta Pertamaku

Suamiku Adalah Cinta Pertamaku
78.


__ADS_3

Pasangan suami istri itupun keluar dari kamar rawat itu di ikuti orang tua Pramudya. Pramudya mendorong kursi roda istrinya dengan pelan agar istrinya merasa nyaman.


Hingga tanpa terasa mereka pun akan melewati ruangan di mana seseorang sedang berada di dalamnya.


Gadis itu pun menepuk tangan laki-laki yang sedang mendorong kursi roda nya untuk berhenti tepat di depan ruangan itu.


Laki-laki itu pun berhenti dan berjalan ke hadapan istrinya lalu dia pun berjongkok di depan kursi roda istrinya.


Kedua orang tuanya akhirnya mendekati keduanya karena seperti nya keduanya ingin membicarakan sesuatu.


"Ayah sama Bunda tunggu kalian di mobil".ucap sang ayah yang memang sengaja memberikan waktu untuk keduanya.


Keduanya pun mengangguk dan melihat ke ayah serta bundanya yang kini berjalan keluar dari rumah sakit.


Setelah kepergian kedua orang tuanya Pramudya melihat kearah istrinya.


" Ada apa sayang, kamu butuh sesuatu? tanyanya sambil menggenggam ke dua tangan istrinya.


Istrinya masih saja terdiam tanpa bicara apapun membuat laki-laki itu menjadi khawatir.


"Sayang, lihat aku".


Gadis itu melihat ke arah nya dan dalam sesaat kesadarannya kembali lagi.


" Maaf sayang, aku melamun tadi".ucapnya dengan rasa bersalah.


"Tidak apa-apa, aku memaklumi nya".ucapnya lembut.


" Sayang aku mau tanya".


"Kamu mau tanya apa?


Istri nya tidak menjawabnya tapi dia menatap ke arah ruangan tempat di mana ayahnya di rawat.


Suaminya pun melihat ke mana istrinya melihat dan dia pun mengerti apa yang ingin di tanyakan oleh istrinya.

__ADS_1


Suaminya mengusap tangan istrinya seakan-akan memberikan nya kekuatan.


" Om Mahesa sudah melewati masa kritisnya dan sekarang sudah di pindahkan ke kamar rawat inap dan kamu tidak usah khawatir keadaan nya sudah baik-baik saja ".


Istrinya hanya pun melihat ke arah suaminya.


" Siapa yang menjaganya?


"Ada perawat yang menjaganya".


Wajah istrinya terlihat jauh lebih tenang sekarang.


" Aku ingin melihat nya".pintanya.


Suaminya pun hanya terdiam sejenak berpikir, barulah setelah beberapa menit kemudian suaminya pun berkata


"Jangan sekarang ya".


" Kenapa?


Istrinya pun akhirnya menurut karena dia tidak ingin membuat suaminya khawatir.


" Baiklah".


"Nah gitu dong nurut jadi aku makin cinta deh sama istri ku yang cantik ini." gombalnya itu membuat istri nya jadi tersenyum


" Kamu lama-lama jadi lebay deh".


"Masa sih".jawabnya tidak percaya.


"Iya".


" Ngga apa-apalah sama istri sendiri biar kamu makin sayang sama suami mu ini".


Istrinya pun tertawa mendengarnya.Laki-laki itupun senang melihat nya.

__ADS_1


"Udah yuk kasihan Ayah sama Bunda kelamaan nungguin kita".ucap istrinya sambil tersenyum.


" Baiklah ".balas suaminya lalu berdiri berjalan ke arah belakang untuk mendorong kursi roda istrinya.


Kursi roda itu pun kini sudah berjalan keluar dari rumah sakit menuju ke arah lobby di mana mobil mereka berada.


Dengan hati-hati Pramudya mengangkat tubuh istrinya ke dalam mobil dan menaruh kursi roda nya di bagian bagasi mobil.


Setelah semuanya selesai mobil itu bergerak meninggalkan rumah sakit.


Arlita mengusap-usap perutnya saat tiba-tiba dia merasakan ada sebuah gerakan di dalamnya dan membuat ibu mertuanya yang duduk di samping nya mendadak panik.


"Kenapa sayang apa ada yang sakit? tanyanya dengan nada khawatir.


Gadis itu menggeleng kan kepalanya tanda dirinya tidak apa-apa.


" Tadi baby nya nendang bun, jadi Lita terkejut sedikit ".


" Oh gitu".ucapnya lega.


Mobil yang membawa mereka kini sudah memasuki komplek perumahan, tapi gadis itu pun bingung mengapa mobil yang di naikin menuju ke rumah mertuanya.


Di saat pikiran nya sibuk bertanya-tanya sang ibu mertua menggenggam tangan kanannya.


"Untuk sementara kamu sama Pramudya tinggal di bunda ya!


Terus terang bunda khawatir sama kamu takut kamu kenapa-kenapa".ucapnya.


"Baiklah".


Akhirnya mobil itu pun sampai di rumah besar.


"Inilah awal baru bagiku".katanya dalam hati.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2